Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Setiap Awal Pasti Ada Akhirnya

Setiap awal pasti ada akhirnya. Di awal tulisan ini, saya ingin membuat pengakuan bahwa dulu saya pernah menjadi perokok berat. Awalnya cuma karena ikutan teman-teman SMA, tiap kali nongkrong ikutan merokok. Dari yang awalnya dikasih akhirnya beli sendiri. Hehehe. Tapi saya tidak pernah sekalipun merokok di rumah. Selain takut sama bapak, saya juga segan karena bapak tidak merokok, terakhir kali ketika saya masih SD.

Saya sempat berhenti merokok beberapa kali. Namun setiap kali berhenti akhirnya kembali lagi, tiap kali nongkrong sama teman pengennya ikutan merokok. Kalau dipikir-pikir sih waktu merokok itu ya cuma buat pergaulan saja. Ada orang bilang merokok itu bikin percaya diri, tenang, keren, dan lain-lain. Tapi kok saya enggak merasa kayak gitu ya. Merokok ya cuma hore-horean bareng teman aja.

Sampai awal-awal kuliah, saya masih merokok. Malah jadi perokok berat mungkin karena indekost jadi tidak segan sama bapak. Saya masih ingat waktu itu akhir semester kedua, saya memutuskan untuk berhenti merokok. Waktu itu memang ingin berhenti begitu saja. Kata seorang teman saya, berhenti merokok itu jangan banyak motivasi atau alasan. “Nanti kumat lagi,” katanya.

Zombigaret Aplikasi Berhenti Merokok

If you smoke, statistically your story will end 15% before it should.

Kalau diingat-ingat ternyata sudah lama ya saya berhenti merokok. Sudah sekitar 7 tahun lebih. Padahal dulu tidak pakai motivasi apa-apa, pokoknya tidak pengen merokok lagi. Lingkungan sekitar juga tidak ada yang merokok, apalagi keluarga istri saya juga tidak ada yang merokok. Saya makin merasa beruntung sudah berhenti merokok setelah punya anak, enggak kebayang gimana kalau punya anak kecil tapi sudah jadi perokok pasif.

Beberapa hari lalu, saya hadir dalam acara peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2014 di Gedung Kemenkes. Acara itu dihadiri Ibu Nafsiah Mboi, Kak Seto, dan beberapa komunitas anti rokok seperti Komunitas Keren Tanpa Rokok dan Aliansi Korban Rokok. Salah satu perwakilan @kitakorban yang memiliki lubang sebesar ibu jari di lehernya bercerita bagaimana ia menjadi korban dari ulah para perokok.

Dalam acara itu, Kemenkes juga memperkenalkan aplikasi baru bernama Zombigaret yang bisa diunduh di Google Play dan App Store. Aplikasi Zombigaret ini ditujukan untuk orang yang ingin berhenti merokok. Tidak perlu waktu lama, saya langsung ketik “Zombigaret” di pencarian Google Play. Aplikasinya masih baru banget, baru diunggah ke Google Play. Begitu terinstall, saya langsung register. Caranya mudah banget.

Zombigaret Aplikasi Berhenti Merokok

Setelah memasukkan beberapa data pribadi, ada juga beberapa pertanyaan seperti berapa lama merokok, berapa bungkus rokok sehari, berapa habis uang untuk merokok, dan apa motivasi untuk berhenti merokok. Lihat dong apa motivasi saya. “Kalau merokok Cuma mau dibilang keren, mending jadi blogger aja. Lebih keren! :)”. Saya juga tidak lupa unggah foto untuk akun Zombigaret.

Zombigaret Aplikasi Berhenti Merokok

Begitu selesai menjawab semua pertanyaan itu, tinggal klik “Saya Siap Hidup Sehat dan Berhenti Merokok Sekarang.” Di halaman home aplikasi Zombigaret, ada beberapa menu seperti My Progress, Tips & Trick, News, dan Social Media. Begitu register, semua data seperti berapa batang rokok yang tidak dihisap dan berapa uang yang sudah dihemat bisa disajikan dengan baik. Kalau sudah setahun mungkin akan terasa ternyata berhenti merokok itu bisa menghemat banyak uang.

Zombigaret Aplikasi Berhenti Merokok

Dulu ketika saya ingin berhenti merokok belum ada aplikasi semacam ini. Jadi seharusnya sekarang orang lebih mudah dong kalau mau berhenti merokok. Kalau lagi mikir-mikir mau berhenti merokok, coba install aplikasinya aja dulu. Kalau sudah yakin kan tinggal klik register. 🙂

7393 Total Views 3 Views Today
9 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *