Awalnya saya tidak mengira ada sebuah pulau indah di dekat Jakarta. Tulisan saya sebelumnya tentang Pulau Tidung juga hanya sekedar ‘harapan’ saya tentang keindahan Pulau Tidung. Mungkin karena saya belum terlalu banyak membaca tentang Pulau Tidung atau mungkin saja saya harus ke Pulau Tidung. Dan akhirnya sepuluh hari yang lalu saya bersama empat teman blogger berkunjung ke Pulau Tidung.
Sabtu pagi, 18 Desember 2010, saya dan teman-teman blogger berkumpul di Muara Angke. Di pelabuhan Muara Angke kami sudah ditunggu oleh Mas Romy. Mas Romy asli orang Pulau Tidung dan segala keperluan kami di Pulau Tidung akan disediakan oleh Mas Romy. Mulai dari home-stay, alat snorkeling, kapal, barbeque, dan guide yang akan membawa kami menyusuri tiap sudut Pulau Tidung.
Kami sampai di home-stay milik Mas Romy sekitar jam 10. Duduk-duduk sebentar, kami langsung dijamu dengan sarapan seafood khas Pulau Tidung. Selesai makan kami disuruh santai-santai dulu sebelum nanti jam 12 kami akan snorkeling. Melihat guide kami, Mas Anwar, yang sibuk menyiapkan sepeda untuk kami, saya lalu mengajak teman-teman blogger untuk bersepeda di sekitar home-stay saja. Rugi kalau berkunjung ke Pulau Tidung tapi hanya duduk-duduk di home-stay, begitu pikir saya.
Kami berlima bersepeda ke bagian selatan Pulau Tidung Besar. Kami naik sepeda yang sepertinya sengaja diseragamkan oleh Mas Anwar, sepeda kami semua berwarna kuning. Si Kuning, saya menyebutnya. Di atas sepeda saya baru sadar, ternyata sudah lama saya tidak bersepeda. Di Jakarta saya hanya sekedar senang melihat teman-teman Bike to Work yang sering terlihat di jalur naga Sudirman-Thamrin, apalagi kalau ada car-free-day.
Sebelum sampai di pantai kami berpas-pasan dengan sekelompok wisatawan yang sedang bersepeda juga. Di beberapa tempat juga terlihat ada yang menyewakan sepeda untuk berkeliling Pulau Tidung. Dengan tipe pulau yang memanjang, Pulau Tidung memang cukup enak dijelajahi dengan sepeda. Hampir jam 12 kami kembali ke home-stay dan langsung bersiap-siap untuk snorkeling. Dari home-stay kami harus menuju dermaga, karena kapal yang akan mengantarkan kami ke lokasi snorkeling itu bersandar di sana. Kami bersepeda lagi ke dermaga, sembari mengamati kehidupan sehari-hari orang Pulau Tidung yang ramah. Dan banyak juga orang Pulau Tidung yang bersepeda, kami harus hati-hati ketika membelok di gang-gang kecil.
Malam harinya, kami menikmati barbeque khas Pulau Tidung. Lokasinya dekat dengan dermaga, sehingga kami bersepeda lagi ke sana. Bersepeda di malam hari seru juga di Pulau Tidung ini. Hanya dengan cahaya temaram dari lampu rumah penduduk Pulau Tidung, kami menyusuri gang-gang kecil itu di malam hari.
Minggu pagi, kami bersepeda lagi ke Jembatan Cinta. Tapi sedikit kecewa karena langit pagi itu mendung. Kami bersepeda dari home-stay melewati Pelabuhan Pulau Tidung, setelah itu kami bersepeda di jalan yang tepat berada di bibir pantai. Sayangnya sepeda tidak bisa dibawa untuk menyeberangi Jembatan Cinta sehingga kami harus meninggalkan sepeda di dekat Jembatan Cinta.
Kami menyeberangi Jembatan Cinta dengan jalan kaki, lalu menyusuri Pulau Tidung Kecil. Setelah melewati jalan setapak, kami sampai di ujung Pulau Tidung Kecil. Ternyata di sana ada pantai dengan pasir putih yang sangat bersih. Kami bermain air di pantai itu cukup lama. Ketika kami kembali ke Jembatan Cinta, kami sudah disambut oleh Mas Romy dan istrinya. Mbak Indrie, istrinya Mas Romy, ternyata membawakan sarapan untuk kami. Sarapan sembari menikmati suasana di sekitar Jembatan Cinta memang sangat istimewa.
Saya pun mencoba ikut teman-teman yang melompat dari Jembatan Cinta. Karena ketakutan, kaki saya terasa kram, kaku semua. Pulangnya saya mengayuh sepeda dengan kaki yang sangat berat. Saya dengan Isnuansa juga terkurung di antara iring-iringan penduduk Pulau Tidung yang sedang menyambut seorang warga Pulau Tidung yang baru saja pulang naik haji. Sedikit merasa asing di tengah-tengah arak-arakan, tapi senangnya minta ampun, terasa enggan pulang ke Jakarta. Saya memimpikan ketika saya nanti berkunjung lagi ke Pulau Tidung, sepeda menjadi salah satu alternatif wisata di Pulau Tidung.
Ketika kembali ke Jakarta, di atas kapal saya bertemu dengan seseorang yang memakai kaos bertuliskan “Bike to Work”. Dan suatu hari nanti saya ingin ada yang pulang dari Pulau Tidung dengan memakai kaos bertuliskan “Bike to Enjoy Tidung”.






Di carrefour mana mas?
Mana lagi kalo ga di duta merlin harmoni, 500 ribu sudah bisa nggowes..
Beli sepeda yuk. Buat jalan-jalan.
Ayuk, di Karfur lagi ada cuci gudang sepeda lho..
postingan rangking pertama saya beri speda roda 1 xixixi.. tks Yaaa
sepeda roda 1 itu untuk atraksi kan, Mas? wah saya menyerah saja..
Kabar kabari ya kalau sudah pada beli sepeda, kali aj kita bisa pada goes bareng. Kebetulan gw suka main sepeda juga.
Cuma sekarang lagi dicat sepedanya.. .
Sip! Enak aja kalo jalan-jalan sambil olahraga. Pengennya sih polygon yang bisa dilipet gitu, tapi kok muahal suekali yaa..
Wah sempet-sempetnya ngecat sepeda, mau karnaval tahun baru ya, Mas.. *ngikik*
Wah, jadi tertarik nih.. pengen ke pulau tidung.
Ayo, Mas. Kapan bareng-bareng ke Tidung? Nanti tak tantangin lompat dari Jembatan Cinta lho
Pingback: Nikmatnya Snorkeling di Pulau Tidung « giewahyudi
Kereeeeen om…. jangan ragu untuk ke tidung rekan-rekan.
Orang bilang tidung sudah kotor tetapi menurut saya jauh lebih rapih dan tertata. memang di sebagian spot terlihat sampah kiriman namun secara keseluruhan tetap indah.
Mungkin yang perlu diperbaiki adalah “jembatan cinta” yang menjadi ICON Pulau Tidung dan pembangunan bangunan yang tetap memperhatikan AMDAL dan ekosistem kelautan.
Jangan lupa juga kita sebagai wisatawan tetap peduli lingkungan mulai dari hal kecil, JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN.
Iya, tapi mbok ya jangan dipanggil “om” dulu. :p
Berhubungan dengan diskusi di atas, mas menyoroti sepeda di pulau tidung. Kalau di tidung hanya diperbolehkan transportasi dengan sepeda, itu akan lebih baik. Sepeda motor akan menyebabkan pencemaran di pulau yang sekecil itu.
Gowes untuk kesehatan dan keasrian tidung..
keren gan kata2nya menarik. gabung yue dengan kami.
terima kasih
Terima kasih ya, silahkan kontak ke email..
berita yang bagus
Memang paling asik bersepeda di Pulau apalagi pas menjelang sore dan berduaan dengan pacar pasti menjadi kenangan yang terindah di tunggu ya di Pulau..
Jembatan cinta pulau tidung sudah selesai di perbaiki.
Sekedar informasi bagi yang ingin mengunjungi pulau tidung.
Sangat setuju sekali gan.wisata dengan berwisata di pulau tidung memang sangat menyenangkan.apalagi bila beramai-ramai.salam kenal dari pulau tidung gan.