Advertise with Me Please send me an email to saya@giewahyudi.com

Turis Asing Peduli Kebersihan Bengawan Solo

Gunungan Charity Boat Race kembali digelar di Sungai Bengawan Solo hari ini, Minggu, 19 Februari 2012. Ajang perlombaan balap perahu yang diselenggarakan untuk keduakalinya itu terlaksana berkat kerjasama antara Yayasan Gunungan dengan Disbudpar Solo. Gunungan Charity Boat Rice digelar untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke Sungai Bengawan Solo dan juga untuk mempromosikan Kota Solo. Selain itu, Gunungan Charity Boat Race juga dimanfaatkan untuk mengumpulkan donasi bagi Yayasan Gunungan yang mengelola panti asuhan, rumah tunawisma, dan juga rumah rehabilitasi wanita.

Gunungan Charity Boat Race Bengawan Solo

Ilustrasi dari Solopos.Com

Uniknya, ajang kompetisi perahu di Sungai Bengawan Solo ini melibatkan turis-turis asing. Bahkan, pendiri Yayasan Gunungan yang juga menjadi ketua panitia acara Gunungan Charity Boat Race ini adalah seorang warga negara Australia yang bernama Michael Mickleam. Michael Mickleam sudah 12 tahun tinggal di Kota Solo dan ingin mempromosikan Kota Solo melalui Yayasan Gunungan yang didirikannya pada tahun 2006. Michael Mickleam beserta rekan-rekannya di Yayasan Gunungan menggelar acara Gunungan Charity Boat Race karena kepedulian mereka terhadap Sungai Bengawan Solo.

Gunungan Charity Boat Race tahun ini mengambil rute dari Jembatan Mojo Semanggi sampai Jembatan Jurug Jebres. Ajang kompetisi balap perahu ini dibagi menjadi dua jenis lomba, yaitu lomba balap perahu dan lomba perahu modifikasi. Lomba perahu modifikasi bisa diikuti jenis perahu apapun sesuai kreatifitas peserta. Michael Mickleam sendiri tampil memukau penonton dengan menaiki rakit yang dilengkapi dengan seperangkat gamelan di atasnya. Sebagai wujud kecintaannya pada alat musik khas Jawa itu, Michael Mickleam menabuh gamelan selama perlombaan itu.

Tak mau kalah dengan aksi Michael Mickleam, empat bule lainnya menampilkan becak ajaib yang bisa terapung di permukaan Sungai Bengawan Solo. Keempat turis asing itu adalah James Broughton (Inggris), Tom Petty (Inggris), Johnny Sanchez (Meksiko), dan Anne Wallace (Kanada). Agar becak itu bisa mengapung, mereka menaikkan becak tersebut ke atas rakit yang sudah diberi tangki-tangki di bawahnya. Setelah bisa mengapung, sepanjang perjalanan di atas Sungai Bengawan Solo keempat bule ini menjalankan tugas masing-masing. Ada yang mengayuh becak, ada yang menjaga arah rakit, dan ada yang jadi penumpangnya.

Sejak awal perjalanan becak air itu, keempat bule itu menarik perhatian para penonton dan warga sekitar. Naik becak air di Sungai Bengawan Solo ternyata tak semudah bayangan bule-bule ini. Awalnya becak air itu bisa mengapung dengan baik meskipun dinaiki empat orang. Namun di tengah perjalanan, rakit perlahan-lahan tenggelam sehingga Anne Wallace harus turun untuk mengurangi beban. Sementara James, Tom, dan Johnny tak mau menyerah meskipun sepertiga bagian badan becak sudah terendam air sungai. Akhirnya berkat bantuan tim penyelamat dan kerja keras mereka, becak air tersebut akhirnya bisa menyentuh garis finis di Jembatan Jurug.

Di acara Gunungan Charity Boat Race ini, turis-turis asing itu meninggalkan pesan agar kita selalu menggali kreatifitas. Tidak hanya menghibur, mereka juga ingin mengajak kita untuk menjaga kebersihan Sungai Bengawan Solo dan juga sungai-sungai lainnya di Indonesia.

28 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *