Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Tren Baru Perang Sosial Media di Pilkada DKI

Jakarta memang selalu menarik perhatian, apalagi tahun ini Jakarta memilih pemimpin baru untuk lima tahun ke depan. Hiruk-pikuk Pilkada DKI 2012 sudah dimulai sejak tanggal 19 Maret 2012 ketika enam pasangan cagub-cawagub mendaftar dalam perebutan kursi DKI-1 ini. Tren baru dalam berpolitik sudah dimulai di mana empat partai besar (Demokrat, PDI Perjuangan, Golkar, dan PK Sejahtera) enggan berkoalisi dan memilih mengajukan calonnya sendiri-sendiri. Hebatnya lagi, Pilkada DKI 2012 ini diramaikan dua pasangan cagub-cawagub independen, Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patri dan Faisal Basri-Biem Benyamin. Selain itu, maraknya kampanye di sosial media menjadi tren baru yang cukup menarik untuk disimak.

Enam Calon Pasangan Cagub-cawagub DKI Jakarta

Mari kita mulai dengan Twitter. Ada beberapa cagub-cawagub membuat akun Twitter baru, ada yang hanya menggunakan pribadinya, dan ada juga yang menyulap akun pribadinya menjadi akun kampanye. Tiga cagub-cawagub yang membuat akun baru adalah @JokowiAhok (dibuat pada 17 Maret 2012 atau dua hari sebelum mendaftar ke KPUD Jakarta), @HidayatDidik (dibuat pada 22 Maret 2012), dan @3TahunBisa (dibuat pada 24 Maret 2012). Pasangan yang menggunakan akun pribadi adalah Foke-Nara dengan @bangfauzibowo dan Hendardji-Riza dengan @Hendardji74. Satunya lagi, Faisal-Biem menyulap akun pribadi @FaisalBasri menjadi @FaisalBiem. Dilihat dari akun-akun resmi cagub-cawagub itu, kita bisa melihat kesiapan mereka untuk berkampanye di Twitter.

Menurut infografik PoliticaWave, perbincangan di sosial media sudah mulai diramaikan dengan informasi mengenai keenam pasangan cagub-cawagub. Umumnya konten akun-akun resmi tersebut hanya ReTweet dan informasi kampanye, sehingga obrolan di Twitter kebanyakan hanya merupakan respon dari berita-berita dari media online. Selama bulan April 2012, tiga pasangan cagub-cawagub (Foke-Nara, Jokowi-Ahok, dan Hidyat-Didik) tampak lebih mencuri perhatian di sosial media dibanding tiga pasangan lainnya. Foke-Nara memang beberapa kali menjadi headline, namun sayangnya kebanyakan malah menjadi berita negatif. Misalnya, berita foto “jari tengah” Foke pada 16 April 2012 dan berita Foke yang menyatakan Jakarta tak butuh pemimpin dari luar DKI pada 28 April 2012.

Story Line PoliticaWave Pilkada DKI 11-20 April 2012

Jokowi-Ahok yang beberapa kali “disindir” calon lain justru menjadi perhatian di media sosial. Jokowi-Ahok berhasil menjadi trend-setter dengan baju kotak-kotaknya dan langsung menjadi perbincangan yang menarik. Sosial media juga ramai ketika Jokowi dinominasikan menjadi walikota terbaik di dunia pada 6 April 2012 dan ketika Jokowi mengunjungi markas Slank pada 16 April 2012. Sosial media juga cepat merespon positif ide-ide Jokowi-Ahok, misalnya ketika Jokowi menyatakan Satpol PP tidak perlu pentungan. Hidayat-Didik juga menjadi perhatian media sosial ketika meluncurkan “Batik Beresin Jakarta”. Ketika rumah Hidayat Nur Wahid terkena banjir pada 3 April 2012, perbincangan di sosial media mulai ramai.

Dengan infografik PoliticaWave, kita bisa melihat respon sosial media melalui beberapa indikator, mulai dari Candidate Equity sampai Cloud Mapping. Semua indikator bisa menjelaskan secara detail dinamika apa yang terjadi di sosial media. Metode PoliticaWave ini menawarkan alternatif baru bagi orang yang meragukan metode survei-survei yang kerap tidak netral.

Catatan : Tulisan ini merupakan bagian pertama dari empat tulisan bersambung mengenai “Perang Sosial Media di Pilkada DKI Jakarta 2012“.
4096 Total Views 2 Views Today
10 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *