Tekno Gie

TokoBagus.Com Bukan Toko Jualan Bayi

Beberapa tahun ini jual beli online memang menjadi tren baru. Tapi baru tahun 2013 ini salah satu e-commerce Indonesia menemui masalah hukum karena memasang iklan penjualan bayi. Setelah menjadi isu yang meresahkan masyarakat, polisi mulai menelusuri kasus ini. Sebenarnya iklan penjualan bayi ini mulai ditayangkan di situs TokoBagus.Com pada tanggal 31 Desember 2012. Iklan penjualan bayi ini baru ditarik pada tanggal 3 Januari 2013 setelah menjadi pembicaraan di dunia maya.

Iklan Jual Bayi di Tokobaguscom

Pada tanggal 31 Desember 2012, pemilik akun Farkhan memasang iklan dengan judul “2 bayi mungil”. Dalam iklan yang bernomor 15145194 itu, Farkhan memasang gambar bayi mungil yang sangat jelas terlihat wajahnya. Farkhan memberikan harga Rp. 10.000.000,- nEGO untuk dua bayi mungil yang berusia 18 bulan itu. Dalam halaman iklan tersebut, didapatkan informasi singkat bahwa Farkhan berlokasi di Kalimantan Barat dan memiliki nomor ponsel 081329200128.

Sejak ditayangkan tanggal 31 Desember 2012, iklan penjualan bayi itu langsung menjadi isu di dunia maya karena ratusan orang membagikan informasi iklan ini melalui Twitter dan Facebook. Nomor ponsel yang ditampilkan di iklan tersebut tentu sudah tidak bisa dihubungi lagi karena Farkhan langsung melarikan diri dari kejaran polisi. Dalam kasus ini Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akhirnya menelusuri kasus ini setelah memperoleh laporan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Yang pertama melaporkan kasus iklan penjualan bayi ini adalah Ketua KPAI Daerah Kalimantan Barat mengingat Farkhan berlokas di Kalimantan Barat. Alik R Rosyad, selaku Ketua KPAI Daerah Kalimantan Barat, langsung melaporkan ke Polda Kalbar. Bahkan, Alik R Rosyad telah berpura-pura menjadi pembeli untuk mencari identitas pemasang iklan tersebut. Alik R Rosyad juga mengirim email kepada pihak Tokogabus.Com agar mencabut iklan yang sudah meresahkan masyarakat tersebut.

Akhirnya kasus tersebut dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena Tokobagus.Com berkantor di Jakarta. Polda Metro Jaya kemudian menjadwalkan panggilan pertama kepada pemilik dan manajer IT Tokobagus.Com pada tanggal 9 Januari 2013, namun mereka mengaku belum siap karena harus mempersiapan data-data yang diperlukan untuk pemeriksaan. Namun manajer humas Tokobagus.Com, Ichwan Sitorus, sebagai saksi dalam kasus iklan penjualan bayi tersebut.

Polda Metro Jaya menanyakan beberapa hal seperti sistem, mekanisme, pengaturan, dan prosedur yang dilakukan pihak Tokobagus.Com sampai meloloskan iklan penjualan bayi tersebut. Ichwan Sitorus menjelaskan pada tanggal 31 Desember 2012 itu ada sekitar 80.000 produk iklan yang masuk dan semua orang bisa langsung mengunggah iklannya. Ichwan Sitorus tidak menjelaskan apakah prosedurnya selalu begitu, tapi pada hari itu karyawan yang biasanya bekerja memoderasi iklan memang sedang mengambil cuti sehingga iklan penjualan bayi tersebut lolos.

Melihat dari tanggal penayangan dan pencabutan iklan tersebut, sepertinya kasus ini merupakan kelalaian moderator yang sedang mengambil cuti tahun baru. Tanggal 31 Desember 2012, iklan penjualan bayi tersebut dimuat tanpa moderasi. Admin Twitter @tokobagus pada hari itu pun hanya nuit, “Nanggung banget yaa kalau masuk kerja hari ini.. *Ehh”. Iklan tersebut baru dicabut pada tanggal 3 Januari 2013, sepertinya setelah moderator Tokobagus.Com pulang dari cuti tahun baru. Padahal KPAI Daerah Kalimantan Barat sudah menyampaikan aduan kepada Tokobagus.Com pada hari yang sama dengan hari pemuatan iklan penjualan bayi tersebut.

Iklan Jual Bayi di Tokobagus

Dalam akun Twitter-nya, pihak Tokobagus.Com sebenarnya juga sudah menerima laporan dari para Tokobagusers. Pada tanggal 2 Januari 2013, pihak Tokobagus memohon maaf atas ketidaknyamanan karena iklan penjualan bayi tersebut. Menurut Tokobagus.Com, lolosnya iklan bermasalah tersebut murni karena human errot dan sama sekali tidak ada unsur kesengajaan sama sekali. Secara tegas, Tokobagus.Com melarang jual beli produk yang bertentangan dengan undang-undang. Tokobagus.Com juga tidak mendukung dan mengecam iklan penjualan bayi tersebut.

Sebagai situs e-commerce, Tokobagus.Com seharusnya memang harus memiliki sistem moderasi untuk menyaring iklan-iklan yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan. Idealnya, semua iklan yang dimuat di Tokobagus.Com harus melalui proses pengecekan yang ketat. Namun kadang kondisi ideal tersebut tidak terpenuhi karena banyaknya data yang masuk dan situs e-commerce mengandalkan kecepatan informasi. Biasanya situs e-commerce “memanfaatkan” para user-nya karena mereka selalu melaporkan jika ada iklan-iklan yang “aneh”.

Polda Metro Jaya sudah memeriksa tiga orang dari Tokobagus.Com yaitu pemilik (Michael), manajer IT (Marlen), dan operator IT. Namun sampai saat ini, belum ada pihak yang dijadikan tersangka dalam kasus ini. Polda Metro Jaya juga belum bisa melacak keberadaan Farkhan karena ternyata Tokobagus.Com tidak bisa melacak IP Address komputer yang digunakan Farkhan untuk mengunggah iklan tersebut. Menurut Tokobagus.Com, itu memang prosedur perusahaan untuk menjaga performance situs mereka.

Tidak cukup dengan pemeriksaan tiga orang dari Tokobagus.Com, Polda Metro Jaya akhirnya memeriksa server Tokobagus.Com. Saat ini Polda Metro Jaya sedang memeriksa server sebesar 3 Terabite itu. Menurut KPAI, pihak pengiklan dan pihak Tokobagus.Com sama-sama bisa dijadikan tersangka dalam kasus ini. Keduanya bisa terjerat dengan UU Perlindungan Anak dan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang. Pihak pengiklan sudah jelas melanggar dua undang-undang tersebut. Pihak Tokobagus.Com bisa dianggap lalai karena lolosnya iklan penjualan bayi tersebut.

Ke depannya, Tokobagus.Com harus menambahkan “bayi” dalam daftar barang yang dilarang diiklankan di situsnya. Tambah satu lagi deh, “hewan langka“. Tokobagus.Com juga pernah diprotes karena iklan penjualan hewan langka di situsnya, meskipun tidak sempat dilaporkan ke polisi.

3685 Total Views 2 Views Today

29 Comments

  1. turut prihatin dengan toko online yang menjual manusia, bisa-bisa nanti ada yang jula ginjal lagi, semakin online kok semakin gitu ya mas Gie

  2. Saya bukan pengguna toko bagus, tapi human trafficking seharusnya menjadi perhatian untuk semua orang yang menggunakan layanan Internet. Tidak toko atau fasilitas lain secara daring selayaknya bisa dimanfaatkan untuk tujuan itu.

    Syukurlah ada yang peduli dan melaporkan ini.

  3. Tokobagus sangat bermanfaat bagi orang yang benar benar jualan dengan cara2 dan produk yang benar, saya sendiri beberapa kali bertransaksi melalui tokobagus, Sayang kalau kemudian sampai ada yang menyalahgunakan apalagi kalau sampai ditutup.

  4. bulan kemarin saya memasang iklan properti di toko bagus dan hasilnya alhamdulillah lancar dan berhasil.
    Semoga masalah-masalah seperti itu nggak terulang lagi

  5. Jadi Tokobagus menjual pasangan gak? #eh

    Tapi terus terang iklan itu emang sempet bikin kaget.. awalnya pas ada yang ngetwit gitu, ta pikir april mop, tapi ini kan bukan bulan april…

    Semoga pelaku penjual bayi tersebut tertangkap.. amiinn..

  6. gimana nih toko bagus…padahal pernah sy mau posting jualan souvenir kaleng bekas langsung ditolak mentah2 sm adminnya…eh malah bayi yang nongol…untungnya gede kali ya πŸ˜‰

  7. Wah, seharusnya untuk e-commerce profesional kayak toko bagus tidaak sampai kayak gitu, emang g ada yang gantiin kalo yang jaga lg cuti.

  8. Saya pernah satu kali menaruh iklan di TokoBagus, beberapa bulan lalu yaitu ketika jual motor. Waktu itu iklan saya masuk moderasi dan muncul kurang dari 24 jam selanjutnya.

    Memang sih sistemnya mesti bagus, gimana cara melakukan moderasi atau pendaftaran member khusus yang tidak perlu moderasi, sehingga tidak sampai ada kasus seperti ini.

  9. nenek kemarin nimpalin berita perdagangan bayi “gimana rasanya ketika orang menerima bayi itu, apa yang jual juga biasa2 aja” manusia sekarang kok sulit mau disebut manusia

  10. tokobagus emang sering buat kesalahan. sistem moderasinya emang perlu pembenahan. yang lucu tu pas ngetwit β€œNanggung banget yaa kalau masuk kerja hari ini.. *Ehh”

    emang karena human error. hadeehhh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *