Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Tidak Cuma Jualan, Para Pelapak Juga Punya Komunitas

Sebelum memutuskan membeli barang di Bukalapak, saya biasanya mengumpulkan produk yang sama lalu dibandingkan. Perbandingannya mulai dari harga, kondisi barang (baru atau bekas), lokasi pelapak, dan ongkos kirimnya gratis atau nggak. Sebagai pembeli, saya merasa diuntungkan karena saya bisa mendapatkan produk dengan harga dan layanan terbaik.

Sudah ada 650.000 pelapak yang jualan di Bukalapak.com dan setiap harinya ada sekitar 3.000 pelapak baru yang mendaftar. Semakin banyak pelapak tentu menguntungkan pembeli karena para pelapak akan berkompetisi. Ada pelapak yang ngasih harga murah, diskon, dan free ongkir biar lapaknya laris. Awalnya saya pikir persaingan ini membuat para pelapak “sikut-sikutan” demi mendapatkan langganan. Namun saya berubah pikiran setelah mengikuti acara kopdar akbar Komunitas Bukalapak Bogor hari Sabtu lalu.

Pelapak Juga Punya Komunitas

Saya juga baru tahu Bukalapak awalnya sering melibatkan diri dalam acara-acara komunitas, misalnya komunitas sepeda. Diam-diam para pelapak di daerah-daerah berkumpul untuk saling sharing bagaimana agar lapaknya ramai. Sampai sekarang sudah ada sekitar 30 komunitas Bukalapak di seluruh Indonesia. Ini yang membuat Bukalapak unik karena pelapaknya tidak cuma jualan tapi juga punya komunitas.

Ada ratusan pelapak yang ikut kopdar di RM Bogor Kuring itu, beberapa pelapak juga membawa anak-anaknya karena di rumah makan itu ada taman bermainnya. Para pelapak itu tampak antusias karena Wali Kota Bogor Bima Arya dan CEO Bukalapak Achmat Zaky juga ikut kopdar akbar itu. Selain itu ada juga dua pelapak top seller dari Jakarta dan Bogor yang akan berbagi tips agar lapak jualannya ramai.

Pelapak Juga Punya Komunitas

Acara kopdar akbar Komunitas Bukalapak dimulai oleh Muhammad Fikri, Head of Community Management dari Bukalapak. Menurut Fikri, komunitas pelapak di Bukalapak ini merupakan hal positif sekaligus pembeda dari marketplace lainnya. Dengan komunitas itu, Bukalapak juga mengajak para pelapak untuk meraih kesuksesan bersama. Dalam kesempatan itu, Fikri juga memperkenalkan yel-yel Bukalapak untuk menyemangati para pelapak.

Selanjutnya Wali Kota Bogor Bima Arya memaparkan potensi pengguna internet di Bogor yang mencapai 400.000 orang. Bima Arya mengaku salut dengan semangat para pelapak yang bergerak sendiri tanpa sentuhan pemerintah. Menurut Bima Arya, pemerintah melalui Disperindag juga mengadakan pelatihan untuk UMKM seperti pelatihan produksi, packaging, dan promosi.

Pelapak Juga Punya Komunitas

Bima Arya juga berdiskusi dengan salah satu pelapak yang menjual spare part mobil antik yang memiliki omset Rp 10 juta per bulan. Bima Arya juga memberikan masukan agar para pelapak menggali potensi Bogor seperti kerajinan tangan dan makanan tradisional. Dalam kesempatan itu, Bima Arya juga mengatakan bahwa ada 100 UMKM di Bogor yang diberikan bantuan berupa pembuatan toko online.

Acara kopdar Komunitas Bukalapak Bogor semakin meriah saat satu per satu pelapak melakukan selfie dengan Bima Arya. Selanjutnya giliran Om Amin, top seller Jakarta, untuk membagikan tips jualan di Bukalapak. Awalnya Om Amin tidak tahu apa-apa namun mulai belajar dari pelapak lain agar barang dagangannya muncul di page pertama laman pencarian Bukalapak. Om Amin pun mulai belajar SEO (Search Engine Optimization) untuk memaksimalkan penjualan.

Pelapak Juga Punya Komunitas

Om Amin mencontohkan kata kunci “Mouse” di mana barangnya Indo Dealz muncul di urutan ke empat padahal mouse itu tidak punya merek. Om Amin mengatakan bahwa situs Bukalapak sudah punya SEO sudah top banget. “Kita cuma perlu mengisi judul dan deskripsi produk dengan benar. Kalau judul dan deskripsi sudah benar, biarkan sistem Bukalapak bekerja dengan sendiri,” kata Om Amin.

Beberapa tips dari Om Amin Indo Dealz adalah pilih judul yag mengkomunikasikan topik konten secara efektif, buat judul unik untuk setiap halaman, dan gunakan judul yang singkat tetapi jelas. Om Amin juga menyarankan untuk menghindari beberapa hal seperti memilih judul yang tidak berhubungan dengan konten, menggunakan satu judul yang sama pada semua halaman produk, dan menggunakan judul yang sangat panjang yang tidak membantu pengguna.

Pelapak Juga Punya Komunitas

Setelah Om Amin mengakhiri sesi sharing-nya, para pelapak semakin bersemangat karena sebentar lagi CEO Bukalapak Achmad Zaky akan tampil di hadapan mereka. Oh ya pas Om Amin sharing tadi saya sempat ke belakang dan ternyata Achmad Zaky tengah diwawancarai wartawan. Nguping sedikit dari wawancara itu, Bukalapak akan membuat program sebagai follow-up acara kopdar seperti ini.

Di hadapan ratusan pelapak Bogor, Achmad Zaky mengaku sering terharu saat bertemu dengan para pelapak yang memiliki daya juang tinggi. Salah satunya adalah pelapak yang memiliki keterbatasan fisik namun bisa mencatatkan penjualan hingga Rp 70 juta. Karena itu Achmad Zaky berharap para pelapak tidak cepat merasa puas karena persaingan semakin terbuka, apalagi saat ini sudah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Pelapak Juga Punya Komunitas

Selanjutnya giliran top seller Bogor, Om Dyansyah, yang berbagi tips sukses jualan tips di Bukalapak. Om Dyansyah ini merupakan pelapak senior karena sudah bergabung dengan Bukalapak sejak tahun 2012. Selama empat tahun itu, Om Dyansyah sudah mendapatkan 12.109 feedback. Namun Om Dyansyah mengatakan bahwa pelapak baru pun bisa sukses seperti pelapak yang lebih senior kalau tahun triknya.

Menurut Om Dyansyah, pelapak harus memperhatikan empat hal yaitu respon, produk, feedback, dan harga. Respon penting karena pembeli senang jika pelapak memberikan informasi selengkap mungkin. Pelapak juga harus memilih produk yang pas untuk dijual secara online. Feedback sangat penting karena reputasi pelapak bisa dilihat calon pembeli. Selain itu harga yang menarik juga bisa mendatangkan pembeli.

Pelapak Juga Punya Komunitas

Tidak terasa akhirnya acara kopdar akbar Komunitas Bukalapak Bogor selesai meskipun para pelapak masih ingin menambah ilmu agar dagangannya semakin laris. Saya sebagai pembeli merasa senang karena para pelapak ternyata juga saling berbagi di komunitas. CEO Bukalapak Achmad Zaky dan Wali Kota Bogor Bima Arya juga datang langsung memberikan motivasi bagi para pelapak.

Kalau semua pihak sudah berkolaborasi seperti ini rasanya tidak perlu takut dengan MEA deh. Pasar lokal Indonesia sendiri sudah cukup besar kok untuk para pelapak, justru diperlukan lebih banyak lagi pelapak baru. Apalagi kalau nanti Bukalapak sudah bisa menjangkau kawasan ASEAN. Jadi tidak perlu takut, MEA malah menjadi peluang para pelapak untuk meningkatkan feedback-nya.

13073 Total Views 3 Views Today
7 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *