Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Terserah

Semakin lama saya semakin menyadari pentingnya kelihaian menggunakan bahasa. Sebelum jauh-jauh ke Bahasa Inggris, saya ingin mengamati bagaimana perilaku kebanyakan orang Indonesia dalam menggunakan bahasa kebangsaannya. Kali ini saya ingin membahas satu kata “terserah” yang kerap saya temukan dalam kehidupan sehari-hari. Kadang terserah bisa diartikan sebuah kepercayaan, keputus-asaan, dan kerap ditemukan sebagai sebuah bentuk ketidakpedulian.

Terserah

Dulu ketika masih kuliah, saya kerap diajak teman ke mall untuk menemaninya membeli baju. Teman saya itu meminta saya untuk memilihkan baju untuknya dan ia pun kemudian membelinya. Namun sesampai di kos, teman saya itu menyesal telah membeli baju itu. Dalam hati, saya merasa teman saya itu telah menyesali baju pilihan saya. Saya pun merasa bersalah. Di lain waktu kejadian yang sama hampir terjadi, “Bagus yang mana, Mas? Yang merah atau yang biru?” Tanpa berpikir lama saya menjawab, “Terserah kamu saja, dua-duanya bagus kok.” Makna kata “terserah” yang saya ucapkan itu adalah sebuah bentuk netralitas atau lebih tepatnya sebuah bentuk keenggananku untuk dipersalahkan (lagi).

Di lain waktu seorang teman pernah bercerita. Suatu saat ia jalan-jalan keliling kota dengan pacarnya. Ketika ditanya ingin makan di mana, sang pacar menjawab, “Terserah kamu saja, aku ngikut.” Setelah keduanya memasuki sebuah kafe di tepi pantai, teman saya itu menanyai pacarnya ingin makan apa. Teman saya itu mendapati jawaban yang identik, “Kan aku sudah bilang, terserah kamu saja.” Alhasil keduanya kemudian menyantap menu makanan yang telah dipesan teman saya itu. Baru beberapa suap, pacarnya menggerutu, “Kok rasanya enggak enak? Aku enggak suka.” Suasana kencan itu pun tiba-tiba menjadi sebuah “bencana” bagi teman saya itu.

Menurut saya, kata “terserah kamu aja” dari pacarnya teman saya itu merupakan sebuah bentuk kepercayaan penuh dari sang pacar untuk memilihkan makanan terbaik untuknya. Itu artinya bahwa ia telah mempercayakan pilihannya dan tidak akan menggerutu karena pilihannya tidak selalu baik untuknya. Lha wong sebelumnya teman saya itu sudah memberikan tawaran kepadanya. Kalau memang ingin makan ini atau minum itu ya seharusnya bilang ketika ditawari.

Cewek yang lagi marahan juga kerap mengucapkan kata “terserah”. Kadang ditanya ini itu jawabnya cuma “terserah” dan akhirnya bila sudah berada di puncak kemarahan sudah berubah menjadi “TERSERAH!!!” Arti kata “terserah” dalam hal ini bisa diartikan sebuah bentuk keputusasaan dan kemarahan. Namun kadang saya juga merasa sedih bila saya meminta nasihat kepada seseorang, sudah panjang lebar ceritanya ia hanya bilang, “Terserah kamu. Apa yang menurutmu baik saja.” Kalau begini, kata “terserah” bisa diartikan sebagai sebuah ketidapedulian atau apa ya?

6272 Total Views 4 Views Today
29 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *