Sierra Soetedjo, Musik Jazz sebagai Jalan Hidup

Sejak menyaksikan gelaran Java Jazz Festival tahun lalu, referensi musik jazz saya semakin bertambah. Tidak hanya Tompi dan Andien yang saya tahu, setelah itu saya juga mengenal dua penyanyi jazz perempuan beda generasi, yaitu Syaharani dan Sierra Soetedjo. Saya pernah menulis tentang Syaharani (bukan Syahrini lho.. :) ) dan kali ini saya ingin menulis tentang Sierra Soetedjo. Sebagai pendatang baru di dunia musik jazz Indonesia, Sierra Soetedjo seperti regenerasi Syaharani yang sudah malang melintang di berbagai festival jazz dunia. Sierra Soetedjo memiliki kemiripan nama dengan Syaharani yang mempunyai nama lengkap Saira Syaharani Ibrahim. Sierra dan Saira, keduanya sama-sama penyanyi jazz yang cantik.

Sierra Soetedjo Musisi Jazz Java Jazz Festival 2012

Aksi panggung Sierra Soetedjo di Java Jazz Festival 2012. Fotografer: Gie Wahyudi

Sierra Soetedjo tak pernah membayangkan bisa menjadi penyanyi jazz seperti saat ini. Ketika terjadi kerusuhan tahun 1998, dara kelahiran 26 Juni 1984 ini bersama keluarganya memutuskan untuk pindah ke Perth, Australia, dan bermukim di sana. Pemilik nama lengkap Amanda Sierra Soetedjo ini melanjutkan studinya di Ursula Frayne College di Perth Western. Di sekolah menengah itu Sierra Soetedjo aktif di pentas musikal Wizard of Oz, namun saat itu Sierra Soetedjo tak berpikir untuk menjadi seorang penyanyi. Sierra Soetedjo kemudian melanjutkan studi di jurusan Business Administration, Curtin University, Perth Western. Setelah kuliah, Sierra Soetedjo malah galau karena ia ingin kerja yang lebih fleksibel dan bisa mengekpresikan diri, bukan duduk di belakang meja untuk mengelola bisnis.

Sierra Soetedjo ngambil jurusan bisnis seperti kebanyakan mahasiswa Indonesia di Australia. Setelah dua tahun ikut-ikutan yang lain, Sierra Soetedjo kemudian memutuskan untuk mencari passion-nya sendiri. Sierra Soetedjo kemudian mengikuti audisi untuk masuk ke jurusan Advance Diploma of Contemporary Music, Acacemy of Performing Arts, Edith Cowan University, Western Australia. Akhirnya Sierra Soetedjo meninggalkan kuliah bisnisnya dan mulai menekuni ilmu musik, mulai dari musik klasik sampai musik pop. Program diploma yang dijalani Sierra Soetedjo ini membuat sulung dari dua bersaudara ini mempelajari musik secara luas. Setelah lulus diploma musik kontemporer, Sierra Soetedjo melanjutkan program sarjana (Bachelor of Music) dengan konsentrasi pada Jazz Performance.

Sierra Soetedjo lulus sebagai Bachelor of Music (Jazz Performance) pada tahun 2007 dan sudah bertekad untuk menjadi penyanyi jazz meskipun saat itu ia tak paham dunia musik jazz di Indonesia. Tahun 2008, setelah 10 tahun tinggal di Australia, Sierra Soetedjo kembali ke Indonesia untuk memulai karir musik mulai dari nol. Sesampai di tanah air, Sierra Soetedjo berduet dengan Tompi dalam lagu “Love Letter” yang menjadi salah satu hit dari album My Happy Life. Sejak saat itu, nama Sierra Soetedjo mulai dikenal sebagai pendatang baru di dunia musik jazz Indonesia. Sejak saat itu Sierra Soetedjo tampil di kafe hotel berbintang lima hampir setiap pekan. Sierra Soetedjo menggunakan kesempatan itu untuk mengasah diri dan mengumpulkan jam terbang menyanyinya.

Pada tahun pertamanya setelah kembali ke Indonesia, Sierra Soetedjo langsung menjadi idola baru jazz Indonesia. Musisi-musisi jazz senior pun tak segan mengajak Sierra Soetedjo untuk tampil di festival-festival jazz bergengsi. Berkat Idang Rasjidi, Sierra Soetedjo tampil dalam tour Medco Green Energy Jazz yang diselenggarakan di Jogja, Solo, Semarang, dan Pekalongan pada bulan Agustus 2008. Pada bulan September 2008, Sierra Soetedjo tampil di Semarang Just Jazz Festival 2008. Ireng Maulana juga membawa Sierra Soetedjo dalam gelaran jak Jazz 2008. Berbagai festival menjadi tempat bagi Sierra Soetedjo untuk belajar berkomunikasi dengan sesama musisi dan berinteraksi dengan penonton.

, Music Gie

37 thoughts on “Sierra Soetedjo, Musik Jazz sebagai Jalan Hidup

  1. Lulusannya kece euy, Bachelor of Music. WOW. Suaranya Sierra bagus. Penerusnya Iga Mawarni – Syaharani – Andien – Raisa baru deh Sierra Soetoedjo ini. Versi Bengawan Solo kedua yang saya suka setelah dibawain Gamaliel dan Audrey :)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *