Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Serunya Naik ke Puncak Suspension Preheater Plant 14 Kompleks Pabrik Citerureup Indocement

Setelah melihat program CSR PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) di Citeureup dan Cirebon, akhirnya saya bisa melihat langsung bagian dalam pabriknya. Hari Rabu, 24 Januari 2018, saya berkunjung ke Plant 14m Kompleks Pabrik Citeureup Indocement. Yang paling seru tentu saat naik ke Suspension Preheater yang merupakan bagian tertinggi di Plant 14. Kalau dari jauh, Suspension Preheater ini gampang dikenali karena ada logo Indocement-nya. Nah kemarin itu, saya dan teman-teman blogger naik sampai lantai 11, tepat di belakang logo Indocement itu.

Serunya Naik ke Puncak Suspension Preheater Plant 14 Indocement

Hal pertama yang wajib dilakukan saat berkunjung ke pabrik Indocement adalah mengikuti safety induction untuk meminimalisisasi kecelakaan karena selalu ada risiko di area pabrik. Setiap pengunjung pabrik harus menggunakan safety helmet, respirator, vest, dan safety shoes. Selama di dalam area pabrik, pengunjung harus mengikuti instruksi pengawas yang memimpin rombongan. Pengunjung dilarang menyentuh material panas, permukaan panas, dan memasuki area panas tanpa Alat Pelindung Diri (APD) khusus.

Serunya Naik ke Puncak Suspension Preheater Plant 14 Indocement

Selesai mengikuti safety induction dan menggunakan APD lengkap, kami menuju Central Control Room yang berada di lantai tiga. Ruangannya seperti Command Center milik Pemkot Bandung dan Pemprov DKI Jakarta yang keren itu. Dari ruangan ini, seluruh proses produksi semen dikontrol mulai dari mengubah komposisi bahan atau melakukan efisiensi mesin. Karena Plant 14 beroperasi terus menerus, Control Room ini juga beroperasi 24 jam sehari. Dengan sistem mesin otomatis, Plant 14 bisa memproduksi 4,4 juta ton semen per tahun dengan rincian 10.000 ton klinker per hari dan 3 x 240 ton semen per jam.

Serunya Naik ke Puncak Suspension Preheater Plant 14 Indocement

Saya mulai berkeliling ke area pabrik, tapi tidak seluruh area karena perlu waktu seharian karena luas banget. Sebelum sampai di Suspension Preheater, saya melewati rotary kiln atau Tanur Putar yang berfungsi untuk “menanak” semen. Memiliki panjang 90 meter dan diameter 6 meter, rotary kiln tersebut bisa memanaskan bahan baku semen dengan suhu mencapai 1.400 derajat Celcius. Rotary Kiln bisa dikatakan bagian paling penting dari pabrik semen karena proses kimia pembentukan klinker dari raw material terjadi di bagian ini.

Serunya Naik ke Puncak Suspension Preheater Plant 14 Indocement

Tepat di dekat rotary kiln, menara Suspension Preheater berdiri. Ada tangga dan lift yang bisa digunakan untuk mencapai puncak menara, untungnya kami diperkenankan naik lift, hehehe. Setelah di lantai 11, saya masih naik satu tangga lagi sih untuk mencapai puncak menara. Selain luasnya area Plant 14, yang membuat saya takjub adalah pemandangan hijau dan sungai yang berada tepat di pinggir pabrik. Dari puncak tersebut terlihat semua area Plant 14, di bagian ujung ada bangunan berbentuk setengah bola yang merupakan Storage Area. Limestone (batu kapur), Sandy Clay (tanah liat berpasir), dan batu bara.

Serunya Naik ke Puncak Suspension Preheater Plant 14 Indocement

Proses produksi semen dimulai dengan menghancurkan raw material menjadi ukuran lebih kecil dengan crusher. Setelah itu reclaimer digunakan untuk mencampurkan raw material agar memiliki kualitas yang rata. Setelah kualitas merata, raw material akan dikirim melalui conveyor menuju raw mill. Di area raw mill, raw material akan mengalami penggilingan awal menjadi butiran halus berukuran partikel. Setelah melalui penggilingan awal, butiran halus tersebut akan dicampur di blending silo. Setelah homogen, material akan melalui proses pembakaran awal di Suspension Preheater. Suspension Preheater akan memisahkan material dari gas pembawanya.

Serunya Naik ke Puncak Suspension Preheater Plant 14 Indocement

Material kemudian masuk ke dalam rotary kiln lalu mengalami proses kalsinasi dan klinkerisasi. Klinker yang dihasilkan dari rotary kiln kemudian dikirim melalui conveyor ke penampungan klinker (clinker silo). Klinker akan melalui proses pendinginan dan akhirnya akan mengalami penggilingan akhir di area cement mill. Setelah itu semen siap dikemas dalam bentuk semen curah untuk proyek-proyek dan betuk sak/kantong untuk dijual di toko bangunan. Plant 14 memiliki kapasitas pengemasan 9.000 palet dan 360.000 kantong per hari.

Serunya Naik ke Puncak Suspension Preheater Plant 14 Indocement

Indocement juga berusaha melakukan efisiensi dengan menggunakan bahan bakar dan bahan baku alternatif atau Alternative Fuel and Raw Material (AFR). Seluruh pabrik Indocement dirancang untuk bisa menggunakan bahan bakar alternatif yang diperoleh dari Limbah B3 dan Limbah Non-B3. Indocement memiliki izin pengolahan Limbah B3 seperti sludge oil, plastik terkontaminasi, cat bekas, dan limbah tekstil terkontaminasi. Sementara Limbah Non-B3 diperoleh dari sekam padi, serbuk gergaji, kertas/karton bekas, refused derived fuel, dan ban bekas. Limbah-limbah tersebut diperoleh dari Indocement sendiri, dari desa mitra, dan juga dari pihak ketiga.

Serunya Naik ke Puncak Suspension Preheater Plant 14 Indocement

Indocement juga mengolah sampah rumah tangga menjadi bahan bakar alternatif di area Bio-Drying. Pengolahan sampah dilakukan dengan membran cover khusus yang bisa mengurangi tingkat kadar air sampah. Keunggulan metode Bio-Drying ini adalah bisa mengurangi pencemaran udara dan perkembangbiakan lalat. Dalam satu kali proses, Bio-Drying bisa mengolah 220 ton sampah dan akan menghasilkan 110 ton refused derived fuel (RDF). RDF inilah yang akan digunakan sebaai bahan bakar alternatif untuk proses produksi di Indocement.

37522 Total Views 18 Views Today
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *