Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Senja di Bandara Padang

Sore ini, saya sedang berada di Bandara Internasional Minangkabau dan saya baru tahu bahwa tempat bisa membangkitkan kenangan-kenangan masa lalu. Tak terasa banyak juga kenangan yang terlewatkan di bandara ini. Di bandara yang masih relatif baru ini, saya dulunya hanya sering mengantarkan atau menjemput teman dari atau ke luar kota. Dari yang menjemput dengan naik motor tanpa SIM melewati Simpang Duku sebelum masuk BIM sampai menjemput teman dari luar negeri dengan mobil sewaan pun pernah.

Tapi saya cukup jarang diantarkan atau dijemput di bandara ini. Terakhir kali ya kali ini, saya diantarkan satu rombongan bus lho. Bukan kenapa, bus yang saya naiki bersama beberapa saudara saya itu harus berbelok dulu ke bandara sebelum memasuki Kota Padang. Mas, Adik, Mbak Ipar, dan Keponakan saya ikut juga mengantarkan saya. Dan sekarang saya sedang menunggu keberangkatan pesawat yang akan β€œmelemparkan” saya kembali ke belantara Jakarta.

Saya baru sadar bahwa tempat bisa membangkitkan ingatan-ingatan saya, bandara ini salah satunya. Beberapa hari singgah di Sumatera Barat, saya juga ingat lagi jalan-jalan yang dulu kerap saya lalui. Meski ada sedikit yang lupa, untungnya saya sedang tidak malu untuk bertanya ke orang di sepanjang jalan. Lagian, jalan-jalan di Sumatera Barat itu tidak terlalu membingungkan. Kebanyakan hanya simpang tiga dan hanya sedikit sekali perempatan. Satu lagi ingatan itu adalah tentang durian. Selama di Jakarta, saya hampir lupa apa rasanya durian. Untungnya selama saya di sini sedang musim durian.

Saya gila-gilaan makan durian beberapa hari ini. Meski suhu badan mulai naik dan mungkin tensi darah saya juga naik karenanya, saya pikir kapan lagi mabok durian. Selain musim durian, sebenarnya sebentar lagi sudah mau musim rambutan. Pohon rambutan di sepanjang jalan cukup menghibur mata, ada yang sudah merah dan ada yang masih hijau. Meski tak sempat mencicipi rambutan kali ini, ingatan ketika SMA dulu teringat kembali. Ketika saya masih bisa memanjat pohon rambutan, memetik buahnya langsung dari rantingnya, dan menyantapnya sembari duduk santai di ranting pohon.

Tapi saya masih ingin kembali ke Sumatera Barat lagi. Bukan kenapa, karena kemarin saya belum bisa bawa si pacar jalan-jalan ke Bukittinggi. Beberapa hari ini hanya bisa muter-muter ke Payakumbuh, Solok, Danau Singkarak, dan Batusangkar. Sampai jumpa, Ranah Minang..

5801 Total Views 2 Views Today
25 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *