Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Selfie Buat Solo Traveler

Minggu kemarin, saya menghabiskan waktu di Kota Bengkulu selama seminggu penuh. Karena waktunya tidak terbatas jadinya ya jalan-jalan semaunya saja. Selama ada koneksi internet, bekerja sambil jalan-jalan bisa saja dilakukan. Karena jalan-jalan sendirian, saya bebas milih mau ke mana jam berapa, asalkan tidak melewati jam malam. Iya, Kota Bengkulu itu kalau sudah lewat pukul 20.00 kayak kota mati. Pada hari pertama, saya nyobain jalan kaki sendirian dari Kampung Cina terus ke Benteng Marlborough. Sepinya minta ampun, hanya ada suara burung walet yang berterbangan. Karena angkot sudah tidak ada yang lewat, dari Benteng Marlborough saya jalan kaki sampai hotel, jaraknya sekitar 2 kilometer. Lumayan pegelnya. πŸ™‚

Bengkulu Benteng Malborough

Keesokan paginya, saya ngobrol dengan pengelola Hotel Grand Jitra sambil menikmati sarapan gratis. πŸ™‚ Kata Pak Sarimin, pengelola hotel tempat saya menginap, Kota Bengkulu memang mulai sepi pukul 20.00. Jangankan angkot, motor yang lewat di jalan aja bisa dihitung dengan jari. Pak Min, begitu panggilan akrabnya, berpesan agar hati-hati kalau sudah malam begitu. Kadang ada aja orang ‘nakal’ yang gangguin orang lewat, apalagi orang baru dan sendirian. Pak Min (duh jadi inget sama Sop Ayam Pak Min Klaten, hehee) juga berpesan agar tidak terlalu memperlihatkan kamera saya di tempat-tempat sepi. Pesan Pak Min sangat berguna buat solo traveler seperti saya, apalagi saya memang belum mengenal Kota Bengkulu lebih dalam. πŸ™‚

Bengkulu Makam Inggris

Selama jalan-jalan di Kota Bengkulu, saya selalu membawa tas kamera saya. Kadang lengkap dengan gorilla pod yang tinggal dikalungin di tas kamera. Karena keseringan bawa gorilla pod, saya kok jadi pengen nyobain self portrait photography. Biasanya kalau jalan-jalan bareng sama istri, saya lebih sering motoin istri. Karena sekarang jadi solo traveler, jadinya malah pengen motoin diri sendiri. Kebetulan juga bawa gorilla pod. Sudah jodoh kayaknya, hehee. Setelah dilihat-lihat ternyata banyak juga foto self portrait saya, jadinya ya di-share di sini, sekalian buat narsis. Hahahaa. Selain dengan gorilla pod, beberapa foto di postingan ini hanya menggunakan meja, meja, dan bahkan dinding makam juga bisa.

Β Bengkulu Soto Arum Depan Rumah Sakit Bayangkara

Intinya sih, semua bisa digunakan untuk self portrait photography selama bisa memastikan posisi kamera datar. Ambil jarak beberapa meter, gunakan fitur timer kamera, dan berdirilah di posisi yang sudah direncanakan. Enaknya sih kalau ada tempat yang datar seperti meja atau pagar, jadi tinggal letakkan kamera. Tapi ya harus dipastikan juga posisi kamera harus stabil, agar kamera tidak jatuh kalau misalnya ada angin kuat. Yang anehnya, saya beberapa kali mengulang foto self portrait di Soto Arum depan Rumah Sakit Bayangkara Bengkulu karena hasil fotonya selalu miring padahal saya lihat posisi meja sebelah sudah datar. Enggak enak juga berkali-kali pindah ke meja sebelah untuk mencet shutter kamera.

Bengkulu Pantai Teluk Sepang

Self portrait di Pantai Teluk Sepang BengkuluΒ 

Bengkulu Pantai Teluk Sepang

Self portrait di Pantai Teluk Sepang Bengkulu

Bengkulu Pantai Panjang

Self portrait di Pantai Panjang Bengkulu

Bengkulu Bengkulu Indah Mall

Self portrait di Depan Mall BIM Bengkulu

Bengkulu Hotel Rio Asri

Self portrait di Depan Hotel Rio Asri Bengkulu

Bengkulu Benteng Malborough

Di hari terakhir, saya menyempatkan mengunjungi kembali Benteng Marlborough. Kali ini saya motret self portrait dengan gorilla pod yang saya kaitkan di pagar besi yang berada di sebelah belakang benteng. Begitu bunyi klik, tiba-tiba gorilla pod bergeser dan kamera muter ke bawah bergelantungan. Duh.. untungnya ga sampai copot dari pagar besi sih. Jadinya kamera saya masih aman. Heheee. Yang sakit perut setelah baca postingan dengan banyak foto self portrait saya, mohon maaf ya. πŸ™‚

7445 Total Views 2 Views Today
33 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *