Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Selamat Ulang Tahun ke-207, Klaten Bersinar!

Saya lahir dan dibesarkan di sebuah desa di wilayah Kabupaten Klaten, kota kecil yang terletak di antara Jogja dan Solo. Namun sepanjang pengalaman saya, banyak orang yang belum tahu tentang Klaten. Klaten itu masuk wilayah Jogja ya? Klaten itu Jawa Tengah atau Jawa Timur ya? Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang membuat saya ragu dengan pelajaran geografi kita sewaktu SD. Anggapan kebanyakan orang bahwa Candi Prambanan adalah salah satu objek pariwisata Jogja mungkin salah satu awal masalahnya. Padahal candi Hindu terbesar di Indonesia ini terletak di wilayah Desa Prambanan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Karena itulah, dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-207 Klaten ini saya ingin memperkenalkan Klaten dengan beberapa tokohnya yang bersinar di bidangnya masing-masing.

Salah satu kebanggaan wong Klaten adalah dalang Ki Narto Sabdo yang menjadi dalang wayang kulit terbaik sepanjang masa. Ki Narto Sabdo yang lahir di Desa Krangkungan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten pada tanggal 25 Agustus 1925 ini menjadi legenda dalam dunia pewayangan dan gendhing (lagu-lagu Jawa). Ki Narto Sabdo mendapat pengakuan dari dalang-dalang yang pernah ada, bahkan tidak ada satu dalang pun yang berhasil menirukan gaya sabetan dan cengkok suaranya ketika mendalang. Bahkan Ki Narto Sabdo telah menciptakan genre Ki Nartosabdan dengan total 319 gendhing hasil ciptaannya. Meskipun saya terlahir di era musik rock & roll, gendhing-gendhing Ki Narto Sabdo masih kerap terdengar di radio atau di kaset. Jadi benar juga falsafah orang Jawa, witing tresno jalaran soko kulino. Meskipun dunia musik saya begitu beragam, gendhing-gedhing Ki Nartosabdan yang sudah terbiasa saya dengar sejak kecil membuat saya secara alamiah menikmati gendhing-gendhing seperti Caping Gunung, Perahu Layar, Lumbung Desa, Gambang Suling, Sapu Tangan, dan Ojo Lamis.

Di dunia jurnalistik, saya sebagai warga Klaten juga berbangga dengan esais Jakob Sumardjo. Esais yang tulisannya menyebar di sejumlah koran nasional ini lahir pada 26 Agustus 1939 di Dukuh Jombor, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan. Setelah lulus dari SD Kanisius di Klaten, Jakob Sumardjo kemudian melanjutkan studi di Jogja dan meniti karir sebagai pendidik di ASTI Bandung. Berkat karya-karyanya, Jakob Sumardjo kemudian mendapatkan gelar guru besar dari STSI Bandung. Puluhan buku sastra telah ditulis oleh suami dari Jovita Siti Rochma ini, di antaranya Sastra dan Masyarakat Indonesia yang terbit pada tahun 1977. Tulisan-tulisan kritik sastra Jakob Sumardjo banyak tersebar di beberapa media seperti harian Kompas, Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, dan majalah Horison. Tiga tahun berturut-turut, Jakob Sumardjo pernah meraih gelar Anugerah Kebudayaan dari Menbudpar berkat esai-esainya, yaitu “Kaula Gusti” (Pikiran Rakyat) pada tahun 2004, “Kebanggaan Bernama Indonesia” (Kompas) pada tahun 2005, dan “Amarah” (Kompas) pada tahun 2006.

Dalam sejarah dunia komedi Indonesia, Klaten juga mempunyai tukang lawak. Eddy Sud adalah salah satu pelawak asal Klaten, pemimpin grup lawak Kwartet Jaya pada tahun 1960-an ini lahir di Dukuh Sayangan, Desa Gondangwinangun, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten pada 20 Agustus 1937. Di grup lawak Kwartet Jaya, Eddy Sud bergabung dengan Bing Slamet, Iskak, dan Ateng. Pada tahun 1980-an, pelawak bernama lengkap Eddy Sudiharjo ini memimpin Aneka Ria Safari di TVRI. Eddy Sud yang pernah menempuh studi di SMA De Brito Jogja dan FE UGM ini meninggal pada 16 Agustus 2005 dan dimakamkan di kampung halamannya di Klaten. Satu lagi pelawak legendaris asal Klaten, yaitu Wahyu Sardono yang lebih terkenal dengan nama Dono Warkop. Pelawak kelahiran Klaten, 30 September 1951, ini pertama kali tampil dalam film Mana Tahaaan sebagai Slamet, seorang pemuda asal Klaten. Saya masih ingat benar awal film itu, dimana Slamet (Dono) dan Paijo (Indro) yang bertemu di Stasiun Purbalingga. Dono awalnya seorang mahasiswa Sosiologi UI dan nyambi jadi penyiar di Prambors. Kemudian berkat perkenalannya dengan Rudy Badil, Nanu Mulyono, Indro, dan Kasino, mereka membawakan acara Warung Kopi Prambors. Warkop Prambors inilah yang menjadi cikal bakal Warkop DKI yang kemudian bersinar dengan film-film komedinya selama hampir tiga dekade.

Dalam dunia bulutangkis Indonesia, Klaten juga harus berbangga dengan Nova Widianto yang menjadi pemain ganda campuran terbaik dunia. Berduet dengan Lilyana Natsir, pebulutangkis kelahiran Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten pada 10 Oktober 1977 ini menaruhkan beberapa prestasi internasional. Nova Widianto/Lilyana Natsir menjadi juara dunia tahun 2005. Tahun 2006, Nova Widianto/Lilyana Natsir menjadi juara di Kejuaran Asia 2006. Nova Widianto/Lilyana Natsir kembali menjadi juara dunia pada tahun 2007. Pasangan ganda campuran ini juga meraih juara di China Super Series 2007 dan Hongkong Super Series 2007. Prestasi puncak Nova Widianto diraih pada Olimpiade Beijing 2008, ketika itu Nova Widianto berhasil meraih medali perak Olimpiade. Pada tahun yang sama, bersama Lilyana Natsir merain runner-up Kejuaran Asia 2008 dan runner-up All England.

Sebenarnya masih ada banyak tokoh dari Klaten, yang menjadi kebanggaan warga Klaten. Bibit Waluyo yang sekarang menjabat Gubernur Jawa Tengah, Hendarman Supandji yang pernah menjabat Jaksa Agung RI, Hidayat Nur Wahid yang pernah menjabat Ketua MPR RI, Suhardi yang menjabat Ketua Umum Gerindra, Joko Kirmanto yang pernah menjadi Menteri Pekerjaan Umum, Sudharto P Hadi yang sekarang menjabat Rektor Universitas Diponegoro Semarang, dan masih banyak lagi.

12458 Total Views 2 Views Today
34 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *