Advertise with Me Please send me an email to saya@giewahyudi.com

Saraf Terjepit di Tulang Belakang

Akhir-akhir ini beban pekerjaan di kantor meningkat, sehingga badan saya cepat lelah sesampai di rumah. Karena di rumah bisa “ngobrol bareng dedek bayi”, lelah itu seakan hilang. Mungkin hati terasa senang, namun lelahnya badan tak juga berkurang. Kemarin istri saya mengambil cuti sehingga saya berangkat kerja sendiri. Setelah makan siang dengan masakan yang disiapkan istri, tiba-tiba badan saya merasa sangat kaku. Jika punggung digerakkan sedikit saja, rasa nyeri menjalar ke sekitar punggung.

Saraf Terjepit

Ilustrasi dari Californiacarcrashinjuryattorney.Com

Akhirnya jam 17.00 WIB datang juga. Saya pulang naik sepeda motor sambil menahan sedikit rasa sakit. Sesampai di rumah, saya langsung memberitahu istri tentang kejadian siang tadi. Rasa sakit makin terasa ketika saya membaringkan badan di tempat tidur. Satu-satunya posisi yang tidak menimbulkan rasa sakit adalah dengan tengkurap agar tidak ada beban yang mengenai punggung saya. Tidur terlentang atau dengan posisi miring bisa menimbulkan rasa nyeri. Setelah tidur sebentar, saya mandi dan makan malam.

Istri saya lalu memijit punggung saya dengan balsam sampai telapak tangannya terasa panas. Katanya, seluruh otot di punggung saya kaku, bahkan di tulang belakang bagian atas terasa seperti ada otot yang membengkak. Seperti yang saya rasakan, tulang punggung bagian atas memang bagian yang paling sakit dan sakitnya menyebar ke bagian-bagian lain. Setelah dipijit berkali-kali, saya merasa sedikit “enakan”. Akhirnya saya bisa tertidur sambil berharap semoga esok harinya semua akan menjadi lebih baik.

Pagi harinya, saya bangun dengan punggung yang terasa sangat kaku. Namun rasa nyeri sedikit berkurang, yang tersisa hanya di punggung bagian atas. Setelah mendengar beberapa teman dan saudara yang menderita “saraf terjepit”, akhirnya saya bisa merasakan sendiri. Saya lalu mengingat-ingat apa yang menyebabkan saraf punggung saya terjepit. Saraf terjepit umumnya disebabkan karena cedera, stress karena pekerjaan berulang-ulang, salah posisi tidur, posisi duduk yang kurang baik, dan terlalu sering bersepeda motor.

Saya rasa saraf terjepit yang saya alami disebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab pertama mungkin rutinitas mengendarai sepeda motor karena setiap hari saya bersepeda motor ke kantor. Semakin sering mengendarai motor, semakin banyak getaran motor yang mengenai tubuh yang dapat merobek otot. Selain karena seringnya naik motor, saraf terjepit juga dipengaruhi oleh posisi tubuh sangat berkendara. Karena Jika otot sobek terjadi pada tulang belakang akan mengakibatkan pecah atau retaknya tulang belakang dan sarafnya akan terjepit. Jika bantalan antar tulang sudah sobek, rasa nyeri akan menyebar ke segala arah.

Istri saya menganalisa bahwa saraf terjepit ini disebabkan oleh kebiasaan saya yang mengetik sambil tengkurap di kasur. Mengetik dengan posisi seperti itu selama berjam-jam tentu akan berefek pada tulang bahu, tulang leher, dan ujung-ujungnya akan menjalar ke tulang belakang. Selain kebiasaan buruk saya itu, saraf terjepit ini kemungkinan juga disebabkan oleh saya yang kurang memperhatikan posisi tidur yang baik. Belum ditambah dengan aktivitas di kantor yang kerap mengangkat file-file tebal. Semua faktor itu memang “kompakan” memaksa saya untuk istirahat total.

Saat ini kondisi tulang belakang saya sudah mendingan. Karena akhir pekan sudah tiba, kini waktunya istirahat total. Saya baru sadar badan ini juga punya batas kerja maksimal, kalau dipaksa ya bisa “ngambeg”. Kebetulan pagelaran Euro 2012 juga sudah hampir dibuka, saya mendukung Belanda, sang juara tanpa mahkota. Kamu?

36 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *