Sail Wakatobi Belitong 2011 “Clean the Ocean for Future Live”

Indonesia kembali menyelenggarakan event kelautan internasional tahun ini. Sebelumnya dua tahun berturut-turut, Indonesia juga sukses menyelenggarakan dua event yang serupa, yaitu Sail Bunaken 2009 di Manado Sulawesi dan Sail Banda 2010 di Maluku. Tahun ini, Indonesia mengadakan event kelautan internasional bertajuk Sail Wakatobi Belitung 2011. Event yang diikuti para pecinta dunia maritim dari seluruh dunia ini diadakan di dua lokasi sekaligus, yaitu Perairan Wakatobi di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Perairan Belitung di Provinsi Bangka Belitung. Dua lokasi ini memang menjadi primadona baru bagi para wisatawan domestik dan wisatawan internasional.

Perairan Wakatobi yang termasuk dalam kawasan Taman Laut Nasional Wakatobi menjadi idola bagi para penyelam. Perairan Wakatobi mempunyai beberapa lokasi penyelaman favorit, seperti Karang Mari Mabo, Onemobaa, Pulau Hioga, dan Pantai Patuno. Keberagaman biota dan karang laut di perairan Wakatobi telah menjadikan perairan di Indonesia Timur ini sebagai lokasi penyelaman favorit bagi penyelam dari seluruh dunia. Pulau Bangka Belitung mulai menarik perhatian para wisatawan sejak Andrea Hirata memperkenalkan pulau indah ini dengan tetralogi novel Laskar Pelangi. Provinsi kepulauan ini memiliki banyak sekali objek wisata bahari. Pantai-pantai di perairan Bangka Belitung memiliki pasir putih halus dan berwarna kuning keemasan. Selain itu, pantainya landai dan dikelilingi rangkaian batu vulkanik yang alami dan indah.

Sail Wakatobi Belitong 2011 yang mengambil tema “Clean the Ocean for Future Life” ini menggunakan dua maskot di masing-masing lokasinya. Di Wakatobi, Sail WaBe 2011 menggunakan maskot Kuda Laut. Kuda laut memang menjadi satwa khas Wakatobi dan menunjukkan kekayaan laut Wakatobi. Di Belitung, event kelautan internasional ini menggunakan Batu Kelayang sebagai maskotnya. Batu Kelayang ini juga disebut Batu Mata Garuda, namun hal ini ternyata menimbulkan kontroversi. Awalnya Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Fadel Muhammad, mengusulkan agar Batu Kelayang dicat dan diberi lampu sehingga nantinya akan berbentuk mata burung garuda yang bersinar di malam hari. Namun hal ini mendapat tentangan dari warga Belitung karena akan menghilangkan nilai estetika Batu Kelayang.

Tema “Clean the Ocean for Future Live” bertujuan untuk menyikapi perubahan iklim yang menyebabkan suhu permukaan laut meningkat. Sail Wakatobi Belitung 2011 akan menyajikan enam kegiatan utama dari pertengahan bulan Juli ini sampai bulan Oktober 2011 nanti. Rangkaian kegiatan Sail Wakatobi Belitung 2011 diawali dengan yacht rally yang dimulai pada 23 Juli 2011 di Darwin, Australia. Dari Darwin, para peserta yang berasal dari 40 negara ini akan berlayar melalui 21 kabupaten/kota di Indonesia, mulai dari Kupang sampai Belitung. Kegiatan yacht rally ini direncanakan memakan waktu enam minggu dan akan berakhir pada minggu keempat bulan Agustus 2011. Kegiatan selanjutnya adalah aksi sosial yang bertajuk Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya. Aksi sosial yang didukung TNI Angkatan Laut RI ini akan diadakan di enam provinsi, yaitu di Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Pada bulan September 2011, rangkaian acara Sail Wakatobi Belitung juga diisi dengan seminar nasional dan internasional tentang pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Pada saat yang sama juga akan dilakukan kegiatan Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari. Pameran produk kelautan dan perikanan juga akan memeriahkan pelaksanaan Sail Wakatobi Belitung 2011 ini. Rangkaian acara Sail Wakatobi Belitung 2011 juga akan dimeriahkan dengan beberapa kegiatan pendukung yang tak kalah menariknya. Upacara pernikahan massal di dalam laut, lomba catur di dalam laut, dan gerakan menanam rumput di dalam laut menjadi acara yang sayang untuk dilewatkan. Selain itu, Sail Wakatobi Belitung 2011 akan dimeriahkan dengan festival film lingkungan internasional dan lomba foto dalam air.

, Travel Gie

15 thoughts on “Sail Wakatobi Belitong 2011 “Clean the Ocean for Future Live”

  1. jadi ingat pemberitaan media waktu Sail Bunaken yg memecahkan rekor dunia menyelam itu, para penyiar TVnya pada nginjak terumbu karang, semoga kali ini liputannya lebih memperhatikan alam

  2. Tentang Batu Kelayang, saya juga di barisan yang tidak setuju jika batu tersebut diutak – atik.

    Ahhh… Jadi kepengen pulang kampung

  3. ke Babel sekarang semakin gampang transportnya meski masih mahal,,, yg susah ke wakatobi neh,,, wisata di negeri sendiri sangat mahal :(

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *