Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Royale Wedding Vs Loyal Wedding

Kadang saya memang kehabisan inspirasi, namun mungkin karena banyak kejadian-kejadian tak terduga akhir-akhir ini, saya sedang kebanyakan inspirasi. Sampai-sampai saya enggan berbagi curahan hati. Saya sempat menyisihkan ide untuk menulis tentang kisah perjalanan cinta Will-Kate. Namun sekarang saya cemburu pada mereka.

Bukannya saya cemburu pada Kate yang akhirnya berjanji setia sehidup semati dengan William. Saya juga tidak cemburu pada mereka yang memamerkan kemegahannya ke seluruh dunia. Sampai saya berpikir, apa mungkin pernikahan mereka bisa semeriah itu bila Mas Willy adalah rakyat jelata. Baiklah, saya mengaku, saya cemburu karena saya belum menikah.

Saya tak ingin terlalu terlena dengan riuhnya pernikahan, gaun pengantin, tamu undangan, dan serba-serbi lainnya dari pernikahan termegah abad ini. Saya ingin mengamati pernikahan-pernikahan kerajaan yang kerap gagal. Tanpa mengharapkan kejadian itu terjadi pada Will-Kate, saya mengamati pernikahan orang-orang istana itu sering gagalnya. “Yang non-istana aja juga banyak yang gagal lho, Bro!” tetangga saya mengingatkan.

Setelah diingatkan, saya lalu mengamati dan mendapatkan semakin banyak pernikahan yang hampir gagal atau gagal total. Hampir gagal itu, menurut saya, kalau pernikahannya tidak membahagiakan dalam arti yang sebenarnya. Gagal total itu bila pernikahan diikuti dengan sekumpulan KDRT atau bahkan dengan perceraian. Lalu saya pikir-pikir lagi, selingkuh itu kegagalan macam apa ya.

Saya membayangkan nasib seorang penghulu. Sebanyak pasangan yang ia nikahkan, sebanyak apakah yang gagal dan yang berhasil. Sesering ia menyampaikan nasehat suci pernikahan di hari paling istimewa bagi kedua pasangan, apakah selalu didasari hati yang penuh atau hanya menjadi rutinitas semata. Lalu bagaimana pasangan itu memaknai janji pernikahannya?

5219 Total Views 2 Views Today
42 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *