Advertise with Me Please send me an email to saya@giewahyudi.com

Radio dan Televisi Berbahasa Jawa di Suriname

Setiap kali memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, saya sering mengingat bagaimana dulu para penjajah memperlakukan orang-orang Indonesia. Awalnya para penjajah memperlakukan kita sebagai mitra dagang, namun lama-kelamaan mereka menjadikan kita sebagai orang jajahan. Orang-orang Indonesia kemudian harus kerja paksa demi kepentingan para penjajah. Setelah dua abad dijajah, orang-orang Indonesia mulai bersatu dan menyatukan cita-cita bersama untuk menjadi bangsa yang merdeka. Setelah perjuangan yang panjang dan melelahkan, akhirnya Indonesia merdeka dan seluruh bangsa Indonesia bersuka cita.

Setelah para penjajah diusir dari Bumi Nusantara ini, orang-orang Indonesia kembali menjadi orang yang merdeka dan kembali bisa menikmati kehidupan di negeri ini. Namun hal ini tidak terjadi pada orang-orang Jawa yang bermigrasi ke negeri Suriname, sebuah negara kecil di benua Amerika Selatan. Sekitar 75.000 orang Jawa Tengah dan Jawa Timur diberangkatkan ke negara yang dulu bernama Guyana Belanda itu mulai tahun 1890 sampai tahun 1939. Puluhan ribu orang Jawa itu dijanjikan akan menjadi kaya sepulang dari sana, namun sesampai di Suriname orang-orang Jawa itu dijadikan kuli kontrak di perkebunan coklat dan tebu.

Setelah lima tahun masa kontrak, sebagian kecil orang-orang Jawa ini kemudian kembali ke Indonesia dan sebagian lagi ada yang justru berangkat ke negeri Belanda. Namun kebanyakan orang-orang Jawa ini hanya menjadi kuli miskin di Suriname. Selain karena tidak punya uang untuk pulang ke Indonesia, mereka juga malu karena di sana mereka hanya menjadi kuli miskin. Kelompok orang-orang Jawa terakhir ini kemudian memutuskan untuk menetap di ‘tanah air” baru mereka. Orang-orang Jawa di Suriname ini kemudian menetap di Suriname dan saling menikah sesama orang Jawa. Karena merasa mempunyai persamaan nasib, kekerabatan orang-orang Jawa ini tetap terjaga.

Meskipun jauh dari tanah Jawa, orang-orang Jawa di Suriname ini masih menjaga tradisi Jawa. Upacara-upacara adat, seperti pernikahan, mitoni, dan sunatan, masih diperingati dengan budaya Jawa. Upacara peringatan kematian juga dilakukan sesuai adat Jawa. Bahkan selama musim panen padi, orang-orang Jawa di Suriname ini juga mengadakan upacara bersih desa yang dipersembahkan untuk Dewi Sri. Pagelaran wayang kulit juga masih diadakan di Suriname, bahkan dalang kondang Ki Manteb Sudharsono beberapa kali tampil di Suriname. Lagu-lagu Jawa juga masih sering terdengar di Suriname, misalnya di Radio dan Televisi Garuda Suriname NV. Bila Anda berminat, Anda bisa menikmati siaran radio dan televisi berbahasa Jawa di sini.

422 Total Views 2 Views Today
30 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *