Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Petani dan Perajin Batik Binaan Indocement di Palimanan

Seperti yang saya tuliskan di blogpost sebelumnya, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) memiliki dua pabrik di Kompleks Pabrik Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. Setelah berkunjung ke pabrik di Citeureup, saya dan teman-teman blogger lain diundang ke pabrik Indocement di Palimanan. Berangkat Selasa pagi dari Stasiun Gambir naik Argo Muria, kami sampai di Cirebon pukul 09.45 WIB. Pabrik Indocement di Palimanan berjarak sekitar 18 km dari Stasiun Cirebon, naik bus sekitar 1 jam sudah sampai.

Begitu masuk ke area pabrik, saya bisa langsung melihat dua pabrik yaitu Plant 9 yang mulai beroperasi tahun 1991 dan Plant 10 yang mulai beroperasi tahun 1996. Dua pabrik Indocement tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 4.100.000 ton per tahun. Tidak jauh dari pintu masuk, saya melihat Gunung Kromong yang letaknya di belakang pabrik. Indocement menggunakan batu kapur dari Gunung Kromong sebagai bahan baku utama dalam produksi semen.

Petani dan Perajin Batik Binaan Indocement di Palimanan

Meski hanya memiliki dua plant, kawasan pabrik Indocement di Palimanan sangat luas dengan total luas area mencapai 580 hektare, luas area tambangnya mencapai 346 hektare. Itu artinya ada lahan seluas 234 hektare yang digunakan selain untuk kegiatan pertambangan. Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah objek wisata Banyu Panas. Objek wisata pemandian air panas ini berada di dalam kawasan pabrik Indocement, tetapi di luar area tambang lho.

Objek wisata Banyu Panas ini dibuka pada bulan Oktober 2010 dan dikelola oleh Koperasi Manunggal Perkasa. Objek wisata Banyu Panas punya fasilitas lengkap seperti kolam pemandian air panas 38 derajat Celcius, kolam berendam, MCK, kamar mandi, mushola, dan saung. Di tahun 2016, Banyu Panas dikunjungi 9.500-an wisatawan. Dengan keuntungan bersih Rp 309 juta, Banyu Panas menyumbang pendapatan asli daerah Rp 89 juta.

Petani dan Perajin Batik Binaan Indocement di Palimanan

Selain membuka objek wisata Banyu Panas, Indocement juga membangun Pusat Penelitian, Pelatihan, dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M) yang diresmikan tahun 2014. Di area pabrik di Palimanan, Indocement memiliki 5 desa binaan sehingga dengan P4M tersebut, Indocement ingin memberdayakan masyarakat dalam bidang pertanian, perikanan, dan peternakan. Di lokasi peternakan, kami melihat peternakan sapi dan domba yang dikelola petani binaan Indocement.

Indocement akan meminjamkan indukan ternak kepada petani binaan, anakannya nanti akan menjadi milik petani binaan dan induknya akan dikembalikan lagi ke peternakan. Selain peternakan sapi dan domba, P4M juga memiliki fasilitas lengkap green house, lahan budidaya tanaman, kebun bibit, gazebo, laboratorium, lahan percobaan tanaman pangan/sayur, kolam ikan, dan kumbung jamur.

Petani dan Perajin Batik Binaan Indocement di Palimanan

Para petani binaan Indocement juga memproses hasil pertanian menjadi produk menarik seperti minuman Rosela dan berbagai jenis keripik seperti keripik pisang, keripik nangka, dan lain-lain. Produk-produk pertanian di P4M ini dipasarkan dan menjadi pemasukan bagi petani mitra Indocement. Indocement juga memanfaatkan area pabrik untuk menanam beberapa tanaman seperti Mahoni, Jarak Pagar, Kemiri Sunan, Rosela, Ketapang, dan Indigo.

Selain untuk menghijaukan lahan, tanaman-tanaman tersebut juga berguna untuk menurunkan pencemaran udara dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Sebelum meninggalkan area pabrik Palimanan, kami diajak berkeliling area Plant 9 dan Plant 10. Meskipun melihat dari dalam bus, sedikit-sedikit saya jadi tahu proses produksi semen, mulai dari proses transportasi bahan baku, penggilingan, pembakaran, hingga packing.

Petani dan Perajin Batik Binaan Indocement di Palimanan

Setelah dari pabrik Indocement, kami diajak menuju Kampung Batik Tulis Ciwaringin yang hanya berjarak sekitar 4 km dari pabrik. Indocement melakukan program CSR (corporate social responsibility) dan pendampingan untuk Kampung Batik Tulis Ciwaringin. Indocement memberikan bantuan permodalan, pelatihan membatik, hingga penerbitan buku The Chanting cantings of Ciwaringin. Baru-baru ini Indocement mengadakan deklarasi dan pameran Indobatik Ciwawiringin di Atrium Grage City Mall.

Batik Tulis Ciwaringin memiliki karakteristik batik pedalaman dengan motif lugas dan sederhana. Batik Tulis Ciwaringin dibuat dengan pewarna alami seperti dari kulit pohon Mahoni, Indigo, Jarak Pagar, Rosela, dan Ketapang. Bahan-bahan pewarna alami tersebut juga diperoleh dari tanaman-tanaman yang ada di area pabrik Indocement. Beberapa motif ciri khas Batik Tulis Ciwaringin antara lain Pecutan, Cakar Ayam, Ganggengan, dan Piring Sedapur. Indocement juga melakukan pemasangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan sistem aerob untuk mengolah limbah batik.

Petani dan Perajin Batik Binaan Indocement di Palimanan

Meskipun kunjungan ke Palimanan hanya sehari pulang-pergi, saya mendapatkan pengalaman lengkap. Sebagai seorang investor saham, saya senang bisa melihat langsung pabrik Indocement di Palimanan yang menyumbang sekitar 16,4 persen dari total kapasitas produksi Indocement. Selain punya kontribusi cukup besar, pabrik Indocement di Palimanan juga memiliki program CSR yang bagus. Tidak hanya menghijaukan lingkungan, Indocement juga memberdayakan masyarakat sekitar. Selain itu, Indocement juga memberikan pilihan baru bagi pariwisata di Cirebon. Kalau jalan-jalan ke Cirebon, jangan lupa main ke Banyu Panas dan Kampung Bati Tulis Ciwaringin ya.

189 Total Views 3 Views Today

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *