Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Mari Lestarikan Permainan Tradisional di Indonesia

Perkembangan zaman yang begitu cepat membuat permainan tradisional mulai dilupakan anak-anak kecil. Saat ini anak-anak kecil cenderung memilih permainan modern seperti playstation, kembang api, atau mobil-mobilan. Iya, saya juga menyadari bahwa generasi telah berganti, begitu pula dengan permainannya. Tapi cerita dilupakannya permainan tradisional mungkin hanya terjadi di Indonesia. Buktinya, striker Manchester City, Mario Balotelli ternyata menyukai “Conkers”, salah satu permainan tradisional dari Inggris. Anak-anak di Inggris bermain Conkers dengan mengikat kacang kacang kastanye lalu saling dibenturkan, yang kacangnya pecah berarti dia kalah. Meski kacangnya pecah berkeping-keping, Mario Balotelli tetap senang bermain Conkers.

Permainan Tradisional Conkers

Permainan Tradisional Conkers di Inggris. Sumber : BlueDaisyGlass.Blogspot.Com

Rasanya malu setelah tahu anak-anak kecil di Inggris masih memainkan permainan tradisional Conkers sementara anak-anak kecil di Indonesia sudah tidak tahu apa-apa tentang permainan tradisionalnya sendiri. Ketika masih kecil, saya dan teman-teman di kampung masih memainkan bebeberapa permainan tradisional. Namun ketika PlayStation masuk kampung perlahan-lahan permainan tradisional mulai tersingkirkan. Untuk kali ini, saya ingin membuat daftar permainan tradisional yang ada di Indonesia dengan harapan ketika tua nanti saya tidak lupa bahwa saya dulu pernah memainkan permainan-permainan ini.

1. Permainan Kelereng

Dari sekian banyak permainan tradisional, saya paling suka dengan permainan kelereng. Bola kecil dari kaca marmer ini dikenal dengan nama-nama berbeda di masing-masing daerah, yaitu antara lain gundu, guli, keneker, thes, dan kelici. Selain ukurannya yang bermacam-macam, kelereng juga memiliki warna yang sangat variatif. Untuk bermain kelereng, anak-anak kecil harus belajar menjentikkan kelereng dengan jari telunjuk. Caranya, jempol dan telunjuk tangan kiri memegang kelereng sebagai bidikan, kelingking tangan kiri menyentuh tanah sebagai pijakan, jempol dan telunjuk tangan kanan membentuk huruf O di mana jempol sebagai penahan dan telunjuk sebagai penembak, setelah dibidik jentikkan jari telunjuk untuk menembak kelereng lawan.

Permainan Tradisional Kelereng

Permainan Tradisional Kelereng

Ada beberapa sistem permainan kelereng yang saya kenal. Sistem pertama adalah dengan membuat lubang seukuran kelereng di tanah. Kelereng pertama yang bisa masuk ke lubang itu akan menjadi “macan” dan bisa membunuh kelereng-kelereng lainnya. Sistem kedua adalah dengan membuat bentuk segi empat atau lingkaran di tanah. Pertama kali, para pemain melemparkan kelereng agar mendekati segi empat atau lingkaran itu. Kelereng yang paling dekat akan mendapatkan kesempatan pertama untuk menembak dan mengeluarkan kelereng dari segi empat/lingkaran tersebut.Siapa yang paling banyak mengeluarkan kelereng dari segi empat atau lingkaran tersebut akan menjadi pemenangnya. Tampaknya sistem permainan kelereng berbeda-beda di masing-masing daerah, di daerahmu seperti apa main kelerengnya?

2. Permainan Gobak Sodor

Di kampung saya, Gobak Sodor tidak hanya dimainkan olah anak-anak kecil tapi juga orang dewasa, biasanya diperlombakan pada saat 17 Agustus-an. Permainan Gobak Sodor merupakan permainan dua tim yang masing-masing terdiri dari 3 sampai 5 pemain. Jika menggunakan 3 pemain maka dibuat dua kotak yang masing-masing berukuran 3×2 meter, jika menggunakan 5 pemain maka dibuat empat kotak, begitu selanjutnya. Anggota tim penyerang bertugas untuk menembus pertahanan lawan dan bila berhasil semua anggota tim masuk-keluar kotak tanpa tersentuh tim pertahanan maka mereka menang. Di lain pihak, tim pertahanan bertugas menjaga agar tim penyerang tidak melewati garis yang digajanya. Masing-masing anggota tim pertahanan bertanggung jawab atas satu garis yang dijaganya. Peraturannya, satu garis hanya boleh dijaga satu orang. Jadi penjaga garis horisontal tidak boleh membantu penjaga garis vertikal, begitu juga sebaliknya.

Permainan Tradisional Gobak Sodor

Permainan Tradisional Gobak Sodor

Di kampung saya, untuk memudahkan membuat garis lapangan biasanya menggunakan lapangan badminton atau bola voli. Garis-garisnya biasanya dibuat dengan menggunakan kapur tulis. Namun sebenarnya permainan Gobak Sodor ini akan lebih seru jika dimainkan di lapangan tanah karena debu yang berterbangan akan membuat permainan ini menjadi lebih seru. Biasanya permainan Gobak Sodor ini diramaikan oleh penonton-penonton yang berteriak-teriak memberi semangat bagi tim yang didukungnya. Permainan Gobak Sodor ini membutuhkan kerjasama yang bagus antara anggota tim sehingga timnya bisa meraih kemenangan. Jika ada satu anggota tim yang lengah, biasanya ia akan menjadi “pintu” bagi tim lawan untuk melewatinya.

3. Permainan Petak Umpet

Di kampung saya, permainan Petak Umpet biasanya dimainkan pada waktu malam hari, meskipun kadang ada juga yang main Petak Umpet di siang hari. Sebelum dimulai permainannya, beberapa pemain akan melakukan “Hompimpa” untuk menentukan siapa yang bertugas mencari teman-temannya yang ngumpet. Pemain yang disebut “kucing” ini akan menghadap tembok atau pohon sambil memejamkan mata dan menghitung sampai sepuluh sementara teman-temannya berlarian mencari tempat persembunyian. Tembok atau pohon itu biasanya juga menjadi titik pertahanannya. Setelah hitungan ke sepuluh, si kucing ini akan bergerilya menangkap teman-temannya yang bersembunyi.

Permainan Tradisional Petak Umpet

Permainan Tradisional Petak Umpet

Menariknya, selain bertugas menangkap teman-temannya yang bersembunyi, si kucing juga harus menjaga titik pertahanannya. Jika berhasil menangkap temannya, si kucing akan menyebut nama temannya tersebut. Yang lebih seru lagi, jika selama masa pencariannya tersebut ada teman lain yang berhasil menyentuh titik pertahanannya maka semua teman yang sudah ditangkap akan bisa terbebas lagi dan permainan dimulai dari awal lagi. Permainan Petak Umpet selesai bila semua teman yang bersembunyi sudah ditemukan. Selanjutnya, teman yang pertama kali ditemukan akan menjadi kucing berikutnya.

4.

***

Sebenarnya masih banyak lagi permainan tradisional anak-anak Indonesia. Untuk itu tulisan ini akan selalu di-update untuk mencatat semua permainan tradisional di Indonesia. Jika kamu memiliki cerita tentang permainan tradisional di daerahmu masing-masing, kamu bisa membantu saya untuk melengkapi tulisan ini dengan mengisi di kolom komentar atau dengan mengirimi saya email di saya@giewahyudi.com. Terima kasih. Mari lestarikan permainan-permainan tradisional Indonesia.

9698 Total Views 2 Views Today
42 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *