Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Pengen Jalan-jalan ke Desa-desa Wisata di Indonesia

Akhir-akhir ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedang giat mengelola desa-desa wisata di seluruh Indonesia. Di saat industri pariwisata gemar membangun tempat-tempat rekreasi modern, Kemenparekraf ingin menyajikan pilihan wisata yang unik dan berkesan. Orang-orang kota sebenarnya rindu dengan suasana di desa/kampung setelah penat dengan riuhnya kota mereka. Apalagi kebanyakan orang kota adalah orang desa yang berurbanisasi. Meskipun sudah lama tinggal di kota, keinginan untuk pulang kampung akan selalu ada. Hal ini mendorong Kemenparekraf untuk mengelola desa-desa wisata dengan lebih profesional.

Desa Kampung Wisata di Indonesia

Sebenarnya desa-desa wisata sudah menyebar di seluruh Indonesia, namun belum dikelola dan dipublikasikan dengan baik. Di kampung saya, Kabupaten Klaten, saja terdapat 19 desa wisata yang menawarkan berbagai macam pilihan wisata khas kampung. Banyak pilihannya, mulai dari Desa Wisata Sobayan di Kecamatan Pedan dengan kerajinan tenun ikat sampai Desa Wisata Krakitan di Kecamatan Bayat dengan warung-warung apung di Rowo Jombor. Jika diambil rata-rata setiap kabupaten di seluruh Indonesia memiliki 10 desa wisata saja, Indonesia sudah memiliki 4.020 desa wisata. Namun ribuan desa wisata itu tidak dikelola dengan baik sehingga wisatawan yang berkunjung pun tidak begitu banyak.

Selain belum banyak dipublikasikan, desa-desa wisata juga memiliki beberapa kendala, mulai dari kendala fasilitas umum sampai kendala sumber daya manusia. Pemerintah harus membangun desa wisata agar memiliki fasilitas umum yang layak seperti akses transportasi dan penginapan. Selain itu, masyarakat setempat juga harus meningkatkan kemampuan agar bisa berkomunikasi dengan wisatawan, syukur-syukur bisa Bahasa Inggris. Saat ini, Kemenparekraf telah melaksanakan PNPM Mandiri Pariwisata yang memberikan bantuan dana masing-masing Rp. 150 juta untuk 569 desa wisata di seluruh Indonesia. Sampai tahun 2014, Kemenparekraf menargetkan bisa membina 2.000 desa wisata di seluruh Indonesia.

Pengembangan desa-desa wisata tersebut berorientasi pada pemberdayaan masyarakat setempat. Jika pariwisata di desa wisata tersebut berkembang, masyarakat setempat bisa langsung merasakan dampak positifnya. Dengan berkembangnya desa wisata tersebut, kegiatan ekonomi masyarakat akan meningkat, sehingga bisa mengatasi masalah kemiskinan di pedesaan. Jika desa-desa wisata sudah dikelola dengan baik, orang-orang kaya Indonesia lebih baik jalan-jalan ke desa wisata untuk berbagi rezeki dengan orang-orang desa. Dan bukan menyumbangkan devisa untuk negara lain.

*awalnya ingin membuat daftar Desa-desa Wisata di Indonesia, tapi ternyata banyak banget. nyusul ya.. to be continue. :)*

30 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *