Penampilan Pasangan

Saya masih ingat ketika saya masih duduk di bangku SMP. Ketika itu, atlet binaraga Ade Rai menjadi olahragawan favorit saya. Foto-foto atlet yang sekarang menjadi bintang iklan Esia ini kerap ditampilkan di tabloid Bola. Di kamar saya ada beberapa potongan foto Ade Rai yang saya pasang. Pandangan saya dulu, pria berperut kotak-kotak dan otot-ototnya menonjol dimana-mana adalah pria terbaik. Namun beberapa tahun terakhir, saya mengamati bahwa perut six-pack saja tidak cukup. Sekarang pria berkulit putih terlihat lebih menarik.

Meskipun tidak harus sekekar Ade Rai, sekarang artis-artis pria kebanyakan harus memenuhi minimal dua syarat, yaitu berbadan bagus dan berkulit terang. Selama ini saya memperhatikan ada semacam pencitraan bagi mereka yang berkulit putih. Seseorang yang berkulit putih mempunyai peluang lebih baik daripada yang berkulit lebih gelap. Kulit yang putih kemudian diartikan dengan putihnya hati nurani, beningnya pikiran, dan ketulusan jiwa. Mereka yang putih terlihat lebih suci, lebih cerah, dan lebih bahagia.

Di lain pihak, kulit yang gelap lebih identik dengan wajah-wajah yang murung, tidak diperhatikan, dan kerap ditinggalkan. Saya percaya bahwa kecerahan kulit bukanlah penentu kebahagiaan seseorang. Namun saya percaya masih ada orang yang menjadikan warna kulit sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pasangan. Hal ini perlu pembuktian lebih lanjut, namun kerap ditampilkan drama dimana seseorang jatuh cinta lagi pada mantan pacarnya setelah lama tak bertemu ternyata ia terlihat lebih cerah.

Saya akhirnya menyadari bahwa saya hidup dimana para perempuan selalu berusaha meraih standar kecantikan di masanya sedangkan para pria tak pernah berhenti menjadi yang paling kaya. Perempuan yang cantik dan pria yang kaya konon mempunyai kesempatan yang lebih dalam memilih pasangan. Lantas saya ingin tahu kenapa perempuan cantik selalu saja memperhatikan berat badan atau kecantikan kulitnya padahal sudah memiliki pasangan. Kalau sudah mendapatkan pasangan, kenapa harus selalu berdandan dan menjaga penampilan?

Menurut saya, kalau sudah mendapatkan pasangan ya tampil apa adanya saja. Ataukah memang penampilan bisa menjadi penentu apakah pasangan akan tetap bersama kita atau bisa saja meninggalkan kita? Menurut Anda bagaimana?

46 thoughts on “Penampilan Pasangan

  1. Yang ada di benak mereka dalam menjaga penampilan mungkin karena takut akan berpaling ke yang lainnya.

    Menurut saya sih, tetep perlu menjaga penampilan, meski bukan dalam artian ekstrim, semua dikerjakan demi penampilan.

    Buktinya, pasangan saya pernah sedikit protes ketika saya nggak pernah dandan di hdapannya, tetapi dandan ketika mau ke luar rumah bertemu dengan teman (cowok) lain.

    *semoga pelakunya ngaku*

  2. penampilan yang menawan tidak harus dimiliki ketika masih single, bahkan ketika telah resmi berpasangan-pun penampilan menarik adalah salah satu pesona…

    apalagi jika penampilan menarik tersebut merupakan bagian dari gaya hidup yang sehat…..semakin menarik bukan!!

  3. kok pelakunya blum ngaku juga, mba Nik?:D

    kulit saya tidak terang
    tubuh saya tidak langsing
    tapi saya tidak perduli *bohong*
    yang jelas sih saya selalu tampil adanya
    tanpa polesan bedak dan gincu
    selain karena males
    sayang duit buat beli bedak dan gincu xixixi

  4. hahaha lha iya mas.. wong istri saya aja komentar terus ini badan saya koq gemukan ya trus gak berapa lama lg koq ya kurusan xixi mungkin itu ketakutan yang alami saja maklum lah emang wanita ditakdirkan seperti itu :D

  5. menjaga penampilan tetep perlu sih, sama saja dengan usaha menyenangkan pasangan, y kan? makanya dari pada repot2, mending sejak awal udah tampil apa adanya, jadi g perlu ada pemaksaan terhadap diri sendiri harus gini harus gitu, hehehe

  6. penampilan penting, tapi tidak sepenting penampilan sikap dan hati. hehe, setau saya itu, kulit tidak menjamin seseorang juga baik sikap dan hatinya. itu setau saya. hehe.

  7. yahh kalo dandan mah mesti broo. kalo kagak dandan mau di bawa ke kondangan. ehehhe. kalo pasangan cantik kan juga bukti keberhasilan laki laki. ahhh gw ngak munafik. gw suka yang cantik. gw suka yang bersih.

    kalo ada suka yang ngak cantik dan yang kotor. hmmm gw bilang aneh juga

  8. Kulit lebih terang ?
    ah..saya sih biasa aja, gak terlalu peduli sama itu semua. beruntung istri saya juga tidak terlalu peduli sama casing, dia lebih peduli sama isinya katanya :-)

    tapi, saya setuju juga dengan yang namanya menjaga penampilan. bagaimanapun menjaga penampilan adalah sebuah cara untuk mendekatkan diri dengan pasangan meski tentu saja bukan syarat utama

  9. Setuju dengan komen di atas, yang penting sehat. Tapi penampilan juga penting. kalo ntar pasangannya udah melirik ke yang lain karena penampilan ga oke, misal pake baju kedombrongan, rambut jarang sisiran bisa gawat tuh Mas. Yang penting penampilannya ga norak dan masih natural.

  10. komentar mbak Isnuansa udah menjelaskan beberapa hal yang ada di benakku begitu selesai membaca postingan ini.

    Masalah pencitraan selalu bikin saya pusing sebenarnya *sedikit curcol* hehehe

  11. Bagi yang sudah berstatus suami-istri, menjaga penampilan agar tetap sedap dipandang mata pasangannya, menurut saya adalah sebuah keniscayaan. Tapi, yang perlu digarisbawahi adalah semua itu haruslah dilandaskan niat untuk membahagiakan pasangan, dan bukan untuk pencitraan. Kan gak lucu kalau saya pergi bersama istri dan saya terlihat kumal dan acak-acakan? :D

  12. Saleum,
    bagi saya kan mas, masalah penampilan saya dan istri gak terlalu berpengaruh dalam hidup berpasangan, biasa saja dan apa adanya… karena bagi kami adalah niat sejak memulai bahtera Rumah tangga adalah untuk selalu bersama dalam keadaan apapun. jadi mengenai penampilan bagi saya biasa saja. :)
    saleum dmilano

  13. Jadi inget sama lagu ini
    “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”
    “untuk Indonesia Raya”
    Jadi mungkin kita bentuk dulu Inner beauty, baru penampilan fisiknya. Mungkin sih gitu. :)

  14. yup, saya pun lebih suka yg natural, tanpa polesan gincu dan olesan gincu. tapi natural bukan berarti tidak merawat diri kan? :)
    salam.

  15. Pria adalah makhluk visual, mereka suka melihat yang indah-indah. Nah karena itulah, salah satu alasan perempuan senang mempercantik diri. Apalagi kalau sudah nikah, ga kebayang kalo ketemu istri tiap hari tapi istrinya ga jaga penampilan. Bisa jenuh juga lho, bahkan bisa nglelirik istri tetangga yang penampilannya masih oke.
    Memang cinta yang ideal tidak melihat fisik, tapi menurut saya untuk selalu menjaga penampilan adalah bonus bagi pasangan kita :)
    Eh ini saya sok tahu banget, kayak udah nikah aja. Hahahaa.

  16. Bagaimanapun juga, cita2 untuk dpt pasangan yang wah dari sisi penampilan adalah normal… namun yg perlu digarisbawahi adalah wah dari sisi penampilan harus wah juga dari sisi hati… kalau keduanya ngga berimbang, saya lebih milih wah dari hati….

  17. Setuju juga sih, penampilan itu memang penting untuk daya tarik, bayangkan jika seseorang tidak mampu berpenampilan menarik ? Namun tetap harus diimbangi dari dalam seperti dari hati yang menarik juga, ketika hati tidak menarik maka semuanya akan terlihat tidak menarik..

    Seperti halnya tampilan visual pada tulisan.. 8D

    regards,
    azizhadi

  18. kalau menurut bunda sih, walaupun kita sudah punya pasangan, tetap wajib menjaga penampilan, jangan sampai ketika suami kita pulang sehabis kerja diluar rumah, malah disambut dgn daster kusut dan bau minyak goreng . :(

    di agama pun kita selalu dianjurkan agar stay clean dan cantik utk pasangan kita kok Gie :)
    salam

  19. apa sih artinya wajah atau penampilan… asalkan sayang, pasti hati tenteran dan sejahtera deh… tapi gimanapun juga, masih ada sesuatu yang kurang terpuaskan kalo nggak bisam enikmati wajah pasangan… hehe…

  20. Biar sudah memiliki pasangan, tetap harus tampil cantik, jangan hanya di luar rumah (karena dilihat orang), tapi juga di dalam rumah.
    Pasangan mana sih yang nggak senang melihat suami/istrinya tetap cerah, ceria dan cantik/ganteng, manis :D
    Kalau saya, sehat dan cantik itu sama pentingnya.

  21. justru kalau saya sih sengaja mencari pasangan pada saat penampilan fisik saya ancur-ancuran. artinya mungkin orang itu bener2 suka sama diri kita, bukan suka dengan fisik kita.

    kecantikan fisik bisa hilang dalam beberapa tahun, tapi kecantikan batin ga akan lekang dimakan waktu.

    tapi ya namanya juga manusia.. banyak sekali godaannya.. mungkin kita tergoda untuk tidak memandang sesuatu secara keseluruhan, tapi hanya bagian luarnya saja.

    kalau sudah begini, wah bahaya :p

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *