Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Pelayanan Medis Termahal Tak Selalu Yang Terbaik

Anda tentu masih ingat ungkapan β€œAda rupa ada harga”. Kualitas barang dan jasa bisa dilihat dari harganya. Semakin tinggi harga barang dan jasa maka semaking tinggi kualitasnya, begitu juga sebaliknya. Namun ternyata ungkapan tersebut tidak selalu benar, misalnya di dalam dunia kesehatan. Pelayanan medis dengan biaya mahal belum tentu lebih baik dari yang berbiaya murah, begitulah kesimpulan sebuah penelitian independen di Minneapolis, Amerika Serikat. Hasil penelitian yang baru akan dipublikasikan secara resmi di Consumer Reports edisi Oktober 2012 ini cukup mengejutkan karena selama ini orang beranggapan bahwa rumah sakit dengan biaya mahal bisa memberikan pelayanan medis yang terbaik.

HealthPartners

Selama ini penilaian pelayanan medis didasarkan pada seberapa cepat sembuhnya pasien dari sakit yang dideritanya. Kini penilaian tersebut semakin berkembang dan mulai mempertimbangkan berbagai informasi, yaitu antara lain kemampuan dokter melakukan diagnosa, seberapa tepat tindakan yang dilakukan sang dokter, seberapa puas pasien menerima pelayanan medis, dan lain sebagainya. Berdasarkan informasi-informasi tersebut, dua organisasi nirlaba di Minnesota, HealthPartners dan MN Community Measurement, melakukan penelitian independent tentang penilaian pelayanan medis di negara bagian tersebut. Dua indikator penting yang digunakan adalah kualitas pelayanan medis dan biaya yang dikeluarkan pasien.

HealthPartners mengumpulkan data dari 18 rumah sakit di wilayah Minneapolis dan St. Paul. Dalam melakukan penelitian ini, HealthPartners menentukan dua indikator penting yaitu ketersediaan informasi mengenai pelayanan medis bagi publik dan metode pengukuran biaya medis. Untuk memberikan nilai akhir, HealthPartners harus melalui 88 tahap yang sangat terperinci, mulai dari pemeriksaan pasien sampai tingkat kepuasan pasien. Semakin bagus kualitas pelayanan medis dan semakin rendah biaya pelayanan medis maka nilai akhir akana semakin tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan medis tidak bisa dinilai dari biaya yang harus dibayar.

Hasil penelitian ini menggambarkan pelayanan medis dalam skala yang lebih besar. Sebagai negara dengan sistim pelayanan medis termahal di dunia, kualitas pelayanan medis di Amerika Serikat ternyata lebih buruk dibanding negara-negara industri lainnya. Tingginya biaya pelayanan medis kadang disebabkan pemeriksaan dan perawatan medis yang berlebihan dan (sebenarnya) tidak perlu. Misalnya, pasien yang melakukan tes MRI tidak sembuh lebih cepat dibanding pasien yang tidak menjalani tes tersebut. Sementara pasien tersebut harus membayar biaya lima kali lebih mahal dibanding mereka yang tidak menjalaninya. Hal yang sama sepertinya juga terjadi di Indonesia, rumah sakit mahal tak selalu memberikan pelayanan medis yang terbaik.

Jadi, Anda tidak perlu membayar harga tertinggi untuk memperoleh kualitas pelayanan medis terbaik. Kali ini, harga tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas.

5289 Total Views 4 Views Today
39 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *