Setiap pulang kerja saya selalu melewati Bundaran Bank Indonesia, sebelum melanjutkan perjalanan melewati Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman. Jalur Naga yang berujung di Bundaran Senayan dan Bundara Bank Indonesia itu memang selalu ramai 24 jam sehari 7 hari seminggu, sepanjang waktu. Tak hanya berbagai peristiwa yang terjadi sepanjang jalan protokol ini, saya juga senang menikmati pemandangan patung-patung yang menghiasinya. Karya-karya seni itu antara lain Patung Pemuda Membangun di Bundaran Senayan, Patung Jenderal Sudirman di depan Wisma BNI, Tugu Selamat Datang di Bundara Hotel Indonesia, dan Patung Kuda Arjuna Wiwaha di Bundaran Bank Indonesia.
Sejak pertengahan bulan Juni 2012 lalu, Pemprov DKI Jakarta meresmikan Patung M.H. Thamrin yang terletak tidak jauh dari Patung Kuda Arjuna Wiwaha. Masih di kompeks Bundaran Bank Indonesia, Patung M.H. Thamrin terletak di ujung Barat dari Jalan Merdeka Selatan, menghadap ke Air Mancur Bundaran Bank Indonesia. Beberapa hari lalu, saya menyempatkan diri melihat-lihat patung karya seniman Ketut Winata ini dari dekat. Sambil mengabadikan pemandangan Patung M.H. Thamrin, saya bertanya kepada beberapa orang yang lewat di trotoar. Dari lima orang yang saya tanyai, hanya satu orang yang tahu kalau patung setinggi 4,5 meter itu adalah Patung M.H. Thamrin.
Dari wawancara singkat tadi, saya menyimpulkan bahwa tidak banyak yang mengetahui keberadaan Patung M.H. Thamrin. Jika dibandingkan dengan Patung Jenderal Sudirman, Patung M.H. Thamrin tampaknya kalah populer. Selain menjadi hiasan kota, Patung Jenderal Sudirman juga menjadi penanda Jalan Jenderal Sudirman. Berbeda dengan Patung M.H. Thamrin yang terletak di Jalan Merdeka Selatan, sehingga sedikit mengurangi karakter sang tokoh. Jika Patung M.H. Thamrin diletakkan di Jalan M.H. Thamrin, saya yakin patung yang dibangun dengan dana 2 Miliar ini akan lebih mudah dikenali. Kini orang banyak belum tahu Patung M.H. Thamrin, hampir sama dengan banyaknya orang yang tidak tahu bahwa Fauzi Bowo adalah cucunya M.H. Thamrin.



Seriusan Fauzi Bowo itu cucunya MH Thamrin? Oemji!
Kalo patung salah posisi ini pernah baca juga di tempat lain. Emang kacau tata kotanya.
Tapi beneran itu soal cucu-kakek? *schock*
Saya juga shock!
Beneran Fauzi Bowo cucunya MH thamrin?
panas2an dong waktu ngewawancarai? wah rela berkorban nih.. salut ::top::
bisa banget ngambil gambarnya, backroundnya monas. Itu di poto belakangnya monas kan bang gie?
gak bisa bayangin letaknya Om..
la wong gak tau jakarta…
Kan ada Google Maps, Mas. Coba di-search.
aku liat saja patung nya dari layar PC. . he hehe
Fauzi Bowo memang cucunya MH Thamrin, dan masih keponakan dengan Bu Pramoedya (istri keduanya) karena Bu Pram adalah keponakan MH Thamrin.
Lucunya menjelang Pilkada kemarin, konon suara dalam keluarga besar itu terpecah dua, yang satu masih setia pada Foke yang lainnya menolak
Nggak heran bikin patung gitu sampai dua milyar lha wong konon ongkos bikin pidato aja tembus 1 milyar. Padahal knapa ga suruh blogger jadi juru bikin predato aja ya
di salah satu karya Pram yakni Tetralogi Pulau Buru, juga sedikit disinggung cerita tentang keluarga Thamrin. Oo, ternyata ada kaitannya juga dengan keluarga Ibu Pram
saya juga baru tahu namanya MH. Tamrin *gubrak*
hahahahaaaa
salam kenal !!
terus alasan kenapa patungnya tidak diletakkan di jalan MH Thamrin apa mas?
kenapa diletakkan di tempat lain?
Entah karena susah mencari lokasi atau karena tidak ada inisiatif, Mbak. Padahal kalau dilihat sejarahnya, Stadion Petojo menjadi tempat yang paling bersejarah bagi M.H. Thamrin. Waktu itu di tengah penjajahan Belanda, M.H. Thamrin berani mendirikan stadion di Jakarta, stadion pertama yang dimiliki pribumi ketika itu.
Hore! Aku tahu kalo Foke cucu Mbah Thamrin.
Pemilik blog ini tau dari mana ya???
sangat disayangkan memang keberadaannya yang tidak pada semestinya…
Top fotone om…. Btw, kalau mau follow bagaimana nih caranya ? Maaf, new comer
jadi tak sesuai konts ya gie
ini kayak patung karapan sapi yang ada di ujung basuki rachmad surabaya bro. madura kan masih jauh, mestinya patung karapan sapi ada di gate suramadu gitu lak yo keren..
Wah aku baru tau malah kalau Foke itu cucunya M.H. Thamrin, nice info!
ayo kitaa…perbaiki! (pindahin rame2)
Jangan ntar ada yang marah.
Seriusan mas kalo si foke itu cucunya MH. Thamrin.. kok ngga mirip yak??
Foke cucunya MH Thamrin? ceyius? MIAPAH?? ENELAN? #ditabok Mas Gie.
aku ngeliat patung ini. kaget sih, kok ada patung lagi.
Kamu sih pasti jarang lewat situ, Dit.
kan menghadap ke jl Thamrin mas…, he..he…
mungkin karena lahan di ujung Merdeka Selatan itu yg cukup luas
baru tahu kalau foke cucunya Thamrin
saya malah masih bingung bedain mana jalan thamrin dan sudirman….#tepokjidat
Wah… saya baru tau, ternyata biaya pembuatan patung mahal banget ya…
Mungkin bisa memperbaiki satu gedung sekolah ya…
Iya Mas…setahu saya biasa kalau ada patung pahlawan maka jalan lintas yang berada disekitar diberi nama pahlawan tersebut.
Begitu juga jalanan ditempat saya banyak dinamakan jalan pahlawan.
wuih saya juga baru tau soal patung ini. kayaknya mesti segera ditengok nih.
Saya juga gak tahu lho kalau itu patung Pak Thamrin hehehee…
Diletakkan di situ sepertinya karena letaknya yang pas di depan bundaran, dekat pula ke MOnas, jadi bisa lebih cepat terkenalnya. Ya kan tinggal beberapa meter lagi sudah dapat jalan thamrin-nya ……
Padahal kan cuma di depan kantor ya, Mbak?
waaahhh…gimana neh????
sewaktu pertama melintasi patung ini,aku pribadi tahu kalau ini patung M.H Thamrin.
yang baru aku tahu dari postingan ini Foke itu cucunya M.H Thamrin ,info ini mas Gie dapat dari mana? dari buku apa?
Owalahh aku baru tahu kalo Foke adalah cucunya MH Thamrin.
Iya ya koq patungnya gak ditaruh di jalam MH Thamrin ya? Kan sayang
Sepertinya salah tempat ni patungnya, eh tapi atau memang disengaja ya ?? Nggak tahu deh apa maksud mereka yang jelas kita nikmati saja mas tu patung…
patung 2 milyar? hmmmm …..
mati. sugha laghi buat para president,bayr utang sertificated kehormatan.