Pasar Tradisional dan Minimarket

Pertama kali pergi ke sebuah pasar tradisional, bagi saya, pasar hanyalah sebuah tempat jual beli semua kebutuhan masyarakat. Di pasar tradisional itu, semua barang dijual, mulai dari beras, minyak, sabun, sampai obat-obatan. Mulai dari pedagang besar sampai pedagang kecil, semuanya ada di pasar tradisional itu. Pedagang besar mempunyai kios-kios di pasar, namun pedagang kecil biasanya hanya menempati emperan-emperan bahkan di tepi jalan untuk menjajakan jualannya. Ketika saya berjalan-jalan di tengah pasar tradisional itu, saya bisa merasakan keakraban antara pedagang maupun antara pedagang dan pembeli. Saya baru tahu pasar tradisional bukan hanya tempat jual beli, namun juga menjadi sebuah sistem sosial yang dinamis.

Sayangnya, satu dekade terakhir ini keberadaan pasar tradisional semakin tersudutkan. Merebaknya mall-mall dan pasar-pasar modern lainnya begitu mempengaruhi perkembangan pasar tradisional. Di saat pemerintah mengijinkan pihak swasta membangun banyak pasar swalayan, hypermarket, dan supermarket, banyak pasar tradisional yang semakin sepi. Tahun-tahun terakhir ini, minimarket juga mulai dibangun sampai ke pelosok desa. Konsumen pun perlahan mulai pindah dari pasar tradisional ke minimarket-minimarket terdekat. Konsumen yang kurang suka tawar-menawar di pasar tradisional akan lebih memilih minimarket yang lebih praktis. Harga di minimarket sudah dipasang di labelnya, sehingga konsumen tak perlu repot menawar.

Sekarang, para pedagang di pasar tradisional mulai mengeluhkan keberadaan minimarket yang begitu dekat dengan pasar.  Kalau minimarket jauh dari pasar tradisional mungkin tidak jadi masalah, namun masalahnya bila minimarket terlalu dekat bahkan berada di area pasar. Kalau Anda hendak belanja ke pasar tradisional dan di dekatnya ada minimarket, mana yang Anda pilih?

28 thoughts on “Pasar Tradisional dan Minimarket

  1. persaingn memang tak bisa dihindari, perdagangan yang fair akan menguntungkan konsumen, bagaimana para penjual bisa memberikan layanan terbaik dan murah.

    sebenarnya bukan masalah besar, ketika para penjual tradisional dapat mendapatkan barang dengan mudah, murah atau harga yang sama, untuk kemudian dijual dengan harga yang fair.

    masalah besar terjadi ketika masyarakat pembeli lebih percaya kepada supermarket atau minimarket dari pada ke penjual biasa atau tradisional.

    lebih besar lagi masalahnya adalah ketika anda-anda lebih bangga untuk membeli di mall, supermarket atau minimarket.

    jadi sebenarnya siapa yang patut disalahkan?, bukan hal penting untuk mencari siapa yang salah, namun mengapa ini bisa terjadi? dan siapa supporternya, bisa jadi yang menjadi biang masalah bukan para penjual di pasar tradisional, atau para pelaku pasar, tapi pola pikir kita yang mulai sakit.

  2. sekarang nggak hanya dideket pasar tradisional.
    mini market sudah banyak disekitar rumah n secara nggak langsung membunuh warung-warung kecil. kita sebagai konsumen sih untung, tapi kasihan jg sama pemilik warung? :D

  3. semakin lama keberadaan pasar tradisional semakin terpinggirkan, eksistensinya seolah tergeser oleh keberadaan minimarket yang hampir selalu berdampingan dengan pasar tradisional.

    apa hendak dikata, para pembeli pun sepertinya cenderung merubah pola pandang dan secara perlahan beralih “meninggalkan” pasar tradisional..

    menyedihkan, memang… :(

  4. Gie selain yg kamu ungkapin, dan komentar2 di atas, pemilik mini market maupun retail besar memiliki modal besar, sehingga mereka dapat mndapatkan barang yg lebih byk dan murah. dan mereka pun memiliki jaringan distribusi sendiri, sehingga otomatis harga yg pakai harga dstribusi dg mengecernya. bagaimana penjual di pasar tradisional lambat laun akan mati kalo harga yg ditawarkan mini markethampir sama dan malah lebih murah dg kondisi yg lebih membuat pembeli nyaman. Lagi2 pemilik modal berkuasa.

  5. Benar banget. Sekarang ini minimarket dan sejenisnya semakin banyak menjamur di kota2 besar bahkan sampai ke pelosok. Kasihan juga sih karena dgn begitu omset pasar tradisonal menjadi berkurang

  6. Tawar menawar itu adalah seni, kalau mau berhemat dan sedikit sehat dengan bejalan cukup jauh setelah muter-muter, pasar tradisional adalah pilihan tepat :) .

  7. Bergantung apa yang mau saya beli. Ada barang-barang tertentu yang dijual di pasar tradisional tapi tidak dijual di supermarket.

    Dan biasanya untuk masalah sayuran ibu saya lebih suka membeli langsung dari petaninya karena di daerah saya terdapat kebun sayur.

  8. Belanja di minimarket, buat saya yang amat dodol dalam berhitung, lebih aman. Kalo njumlah di pasar tradisional, bisa salah hitung. Minimarket, biar komputer yang menjumlah berapa yang musti saya bayar.

  9. Di kampung saya, ada 2 minimarket persis di depan pasar tradisional mas Gie, tapi dua2nya msh hidup berdampingan, coz si pasar tradisional buka sejak shubuh (sementara minimarket baru jam 9an), dan minimarket buka hingga larut (sementara pasar jam 2an sudah sepi).

  10. Well, sebenernya tergantung ya. pasar tradisional dipilih untuk beli2 daging sapi dan sayur. tp kalo mau beli kaldu ayam Royco, saya ke minimarket aja ;)

    (sudah lama ngga main2 ke blog2 temen….)

  11. kayaknya slogan pro rakyat itu cuma wacana kosong pemerintah aja ya kalo melihat menjamurnya minimarket, apalagi lokasinya sangat dengan pasar tradisional.. saya salut dengan walikota Solo Pak Jokowi yg sangat pro pada pasar tradisional ini di Kota Solo

  12. memang orang terkadang lebih senang belanja di mini market yang lebih mudah dan bersih. selain itu juga baru barangnya. tetapi secara ekonomis, pasar tradisional lebih menjajikan. karena itu termasuk pasar yang nyata. memberi banyak lapangan kerja dan usaha mandiri.

  13. menurut saya,
    itu pemerintah harusnya juga berperan aktif dalam mengubah pasar tradisional agar ramai dikunjungi. Misalnya dari pengolahan limbah sampai masalah parkir/ keamanan. Memang tidak dapat dipungkiri, keadaan pasar modern memberi banyak lapangan pekerjaan dibandingkan dengan keberadaan pasar tradisional.

    Kalau saya, urusan sayur mending pergi ke pasar… kecuali urgent. tapi kalau masalah lainnya ya ke minimarket saja, lebih dekat, lebih bersih, dan harga juga jelas

  14. Kalau letaknya berdekatan banget, saya pasti pillih ke pasar tradisional. Kasihanlah sama ibu2 penjual itu, kapan lagi bisa kita bantu kalau gak kita beli dagangannya kan.
    Tapi kalau agak jauh, dan yg terdekat adalah si supermarket ya saya ke supermarket saja.

  15. tergantung mau belanja apa. kalau pagi, dan pasar sudah buka, kayaknya ke pasar tradisional deh pilihnya. biasanya jauh lebih murah soalnya. apalagi kalau yg mau dibeli sebangsa sayur, bahan utk lauk pauk.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *