Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Pasar Malam Indonesia di Belanda

Pasar malam mempunyai nama lain pasar rakyat, pasar gebrak, atau pasar kaget. Bahkan di Cina, pasar malam biasa disebut pasar hantu. Pasar malam setidaknya mempunyai ciri khas, yaitu penjualnya musiman, berada tidak jauh dari pemukiman penduduk, dan diadakan pada malam hari. Dulu waktu saya masih kecil, pasar malam biasanya diadakan kira-kira tiap dua bulan sekali. Pasar malam itu biasanya menyajikan berbagai arena permainan dan beberapa penjual mulai dari penjual makanan sampai penjual pakaian.

Setelah hidup beberapa bulan di Jakarta, saya baru tahu bahwa pasar-pasar tradisional justru ramai pada malam hari, tepatnya dini hari. Yang pernah saya saksikan adalah Pasar Ciputat dan Pasar Cikarang, pasar-pasar itu justru lebih hidup di malam hari. Tapi walaupun begitu, pasar itu tidak bisa disebut pasar malam. Bukan berarti di sini tidak ada pasar malam. Pasar malam sudah sering bermunculan di pinggiran kota Jakarta, misalnya di Ciledug, Ciputat, Pondok Cabe, Situ Gintung, Pamulang, dan Rawapapan Bintaro. Lima tahun terakhir pasar malam yang biasa disebut pasar gebrak ini memang marak di wilayah Tangerang Selatan ini.

Biasanya setelah magrib para pedagang kaki lima memenuhi sebuah jalan sempit di tengah-tengah pemukiman penduduk. Pendar lampu neon di lapak penjual, alunan lagu dangdut, dan suara klakson pengguna jalan yang tertahan keramaian pengunjung sudah menjadi ciri khas pasar malam ini. Pedagang pasar malam biasanya adalah pedagang musiman yang tidak sanggup membayar sewa kios di pasar. Di pasar malam semuanya tersedia, sebut saja kaos, celana, sandal, mukena, panci, buka, ikan asin, petai, jengkol, dan banyak lagi. Semua yang diperlukan tersedia cukup dengan rumah penduduk sehingga pasar malam cukup efektif menarik pengunjung.

Di tengah pesatnya mall dan supermarket, pasar malam menjadi terobosan bagi pedagang-pedagang kecil. Namun siapa sangka ternyata pasar malam yang selama ini hanya kita kenal di Indonesia ternyata juga ada di Belanda. Mulai tahun lalu, di Den Haag diadakan Pasar Malam Indonesia. Pasar Malam Indonesia ini diselenggarakan oleh masyarakat Indonesia yang tinggal di Belanda, keturunan Indonesia di Belanda, warga Indo-Belanda, dan warga Indisch yang dulu harus meninggalkan Indonesia pada tahun 1950-an. Warga Indisch ini melakukan perjalanan napak tilas ke Indonesia dan terilhami untuk mengadakan pasar malam di negeri kincir angin itu. Meskipun dulu mereka β€œterusir” dari Indonesia, kenangan tentang Indonesia tidak pernah pudar.

Generasi ketiga warga Indisch ini kemudian mendirikan forum bernama Indisch 3.0 untuk menjalin keterikatan batin dengan Indonesia. Mengadakan Pasar Malam Indonesia merupakan salah satu cara mereka untuk menghadirkan kembali cerita orangtua mereka yang dulu pernah tinggal di Batavia dan wilayah Indonesia lainnya. Pasar Malam Indonesia 2011 dimulai sejak tanggal 1 April 2011 dan baru saja ditutup pada 7 April 2011 kemarin. Pasar Malam Indonesia yang diadakan di Lapangan Malieveld ini dimulai pukul 11.00 sampai pukul 22.00 waktu setempat. Di lapangan seluas 6.000 meter persegi itu, Pasar Malam Indonesia 2011 digelar dalam empat arena yaitu arena pameran industri kerajinan tangan, arena pagelaran kesenian, area gerai makanan, dan area forum diskusi.

Pasar Malam Indonesia 2011 dimeriahkan oleh 40 perusahaan industri kerajinan tangan, 36 kelompok kesenian, dan 28 gerai makanan khas Indonesia. Selain itu, forum diskusi yang membahas isu-isu internasional seperti masalah konservasi hutan juga diadakan di sana. Pembukaan Pasar Malam Indonesia 2011 dimeriahkan oleh beberapa pertunjukan tari dari daerah Jawa Barat, Kutai Timur, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur. Selain itu beberapa lagu nasional juga dinyanyikan oleh Edo Kodologit, Jopie Latul, Pinkan Mambo, Nindi, dan paduan suara dari Manado. Acara ditutup dengan sempurna dimana seluruh hadirin diberikan hadiah angklung oleh Pemda Jawa Barat. Pasar Malam Indonesia 2011 ditutup dengan suara angklung dari seluruh hadirin.

Ilustrasi dari http://kemlu.go.id/

7774 Total Views 2 Views Today
50 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *