Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Pakailah Sepatu Indonesia di Hari Jumat

Sebulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 9 Maret 2011, Kementerian Perdagangan mencanangkan Hari Sepatu Indonesia. Pencanangan Hari Sepatu Indonesia ini merupakan bagian dari kampanye Aku Cinta Indonesia. Kampanye ini berusaha menggalakkan penggunaan produk-produk lokal untuk mendukung industri dalam negeri. Selama ini produk dalam negeri memang dirasa kalah bersaing dengan membanjirnya barang impor. Meski merupakan kampanye yang bagus, gaungnya belumlah besar. Saya sendiri kalau tidak membaca di media juga tidak faham dengan Hari Sepatu Indonesia ini.

Setelah berkunjung ke blog Mbak Devi Eriana, saya baru tahu bahwa pada tanggal 1 April 2011 yang lalu kembali diadakan pencanangan Hari Jumat sebagai Hari Memakai Sepatu Indonesia. Pemilihan hari Jumat sepertinya diambil dari pertimbangan bahwa sekarang hari Jumat sudah identik dengan pemakaian baju batik. Hampir semua instansi mulai dari yang negeri sampai yang swasta sudah lazim menggunakan batik sebagai baju semi resmi untuk hari Jumat. Nah, sepertinya hari Jumat dirasa sangat pas digunakan untuk mengkampanyekan penggunaan sepatu buatan dalam negeri.

Menurut saya, pencanangan Hari Jumat sebagai Hari Memakai Sepatu Indonesia ini bagus untuk melawan serangan produk-produk impor. Namun saya rasa sosialisasinya kurang bagus, Mbak Devi Eriana memang mendapatkan surat edaran di kantornya, kebetulan Mbak Devi Eriana bekerja di sebuah kementerian. Mungkin sosialisasi sementara dilakukan ke instansi-instansi pemerintahan terlebih dahulu. Meskipun begitu, saya mendukung gerakan ini karena selain akan membuktikan cinta kepada tanah air saya juga hanya memiliki produk bermerek lokal. Hehehee.

Berkaca pada pencanangan penggunaan batik yang kemudian berhasil mengembangkan industri batik nasional, kali ini pemerintah juga berusaha mengembangkan industri sepatu nasional. Namun ternyata keduanya sedikit berbeda, kalau batik memang hanya diproduksi di Indonesia, sepatu bisa diproduksi di seluruh dunia. Sehingga selain membangun kesadaran untuk menggunakan sepatu made in Indonesia, kita juga harus melawan gencarnya produk-produk sepatu impor yang memenuhi pasar. Tidak hanya sepatu bermerek yang harganya mahal, pasar sepatu Indonesia juga sudah diserang dengan sepatu made in China.

Seperti barang-barang Cina lain, sepatu impor dari Cina dengan mudah disukai konsumen karena harganya yang murah. Harga sepatu impor dari Cina di tingkat retail saja lebih murah 20 persen dibandingkan dengan harga sepatu buatan dalam negeri. Sebenarnya harga sepatu lokal bisa ditekan sampai di bawah harga sepatu Cina karena 60 persen bahan baku sepatu lokal harus diimpor. Bila bahan baku seperti kulit, plastik, dan karet bisa seluruhnya diproduksi di dalam negeri, harga sepatu Indonesia bisa lebih bersaing.

Saya jadi ingat mantan Wapres Jusuf Kalla yang seringkali membuka sepatunya hanya untuk menunjukkan bahwa sepatunya buatan lokal. Apakah ada pejabat yang seperti itu sekarang? Pertanyaan yang serupa untuk Anda, apakah hari Jumat kemarin Anda memakai sepatu buatan dalam negeri? Jika belum, hari Jumat besok saatnya menggunakan sepatu merek Indonesia.

Ilustrasi dari http://aneka-sepatu.com/

49726 Total Views 2 Views Today
105 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *