Nonton Sandhy Sondoro dan Millane Fernandez di Rolling Stone Cafe

Saya sudah lama berlangganan newsletter Goethe Institut Jakarta sehingga saya rutin menerima email dari Lanny Tanulihardja dan Dinyah Latuconsina. Keduanya adalah asisten bagian program budaya Goethe Institut yang selalu memberikan informasi-informasi terbaru tentang kegiatan yang berkaitan dengan budaya Jerman-Indonesia. Lima hari lalu, saya menerima email dari Lanny Tanulihardja dengan subjek “JERIN Sandhy Sondoro with Millane Fernandez in Concert | 29.04.2012 | Rolling Stone Headquarter”.

Sandhy Sondoro Millane Fernandez Rolling Stone Cafe
"Millane Fernandez on Fire" *susah banget dapetin lighting photo semacam ini*

Alangkah senangnya hati saya ketika membuka email itu dan ternyata ada tiket konser yang dilampirkan. Saya tinggal mencetak tiket yang sudah dilampirkan itu dan menunjukkan kepada panitia JERIN di lokasi konser nanti. Konser Sandhy Sondoro dan Millane Fernandez itu diselenggarakan oleh lembaga kerja sama Jerman-Indonesia, JERIN. Sejak bulan Oktober 2011, Lembaga kerja sama JERIN sudah melakukan banyak acara budaya, pendidikan, dan lingkungan hidup di belasan kota di seluruh Indonesia.

Hari Minggu petang, 29 April 2012, saya dan istri (bersama dedek bayi) sudah sampai di Rolling Stone Cafe. Setelah siang harinya kondangan dan menghadiri gathering Emak2Blogger, akhirnya kami sampai di kafe musik yang terletak di Jalan Ampera No. 16 itu. Suasana kafe musik “milik” Billy Boen ini sudah ramai meskipun konser baru akan dimulai pukul 19.00 WIB. Kami pun masuk dan langsung menuju Rolling Stone Venue Live, panggung selebar delapan meter yang tertata apik di kebun belakang kafe itu.

Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya Millane Fernandez naik panggung dan langsung menyapa ratusan penonton. Millane Fernandez juga tidak lupa menyapa bule-bule Jerman yang juga nonton konser itu, tentunya dalam bahasa Jerman. Penyanyi blasteran Solo-Hamburg ini tampil menghibur para penonton dengan lagu-lagu andalannya, antara lain You Broke My Heart dan I Miss You (Dam Dubi Dam). Dua lagu itu merupakan lagu yang diciptakan Millane ketika merintis karir musik di Jerman. Setelah keluarganya pindah ke Jerman pada tahun 1998, Millane semakin mengasah bakat menyanyinya.

Tahun 2001, Millane mewakili Jerman dalam kontes menyanyi berskala Eropa, Eurovision Grand Prix. Setelah sang kakak, Nino Fernandez, berhasil menjadi finalis MTV VJ Hunt 2006, Millane pun tertarik untuk pulang ke Indonesia. Setahun kemudian, Millane berhasil menjadi juara MTV VJ Hunt 2007. Dalam konser bernuansa Jerman-Indonesia itu, Millane Fernandez mengobati rasa kangennya pada kampung halaman keduanya di Hamburg. Untuk itulah, Millane Fernandez tak lupa membawakan lagu berbahasa Jerman khusus untuk bule-bule Jerman, salah satunya lewat lagu berjudul “Ich Denke (I Think)”.

Sebelum Millane Fernandez mengakhiri penampilannya, ada seorang penonton naik panggung. Penonton yang mengenakan scarf bermotif Bayern Munchen itu memberikan vandel Bayern Munchen untuk Millane Fernandez. Fans Bayern Munchen itu secara khusus meminta dukungan karena Bayern Munchen akan tampil di final Piala Champions 2012 melawan Chelsea. Millane Fernandez pun memberikan dukungannya meskipun ia mengaku seorang “hamburger”. Riuh tepuk tangan akhirnya mengakhiri penampilan Millane Fernandez.

Penampilan Sandhy Sondoro dibuka dengan permainan intro gitar “Indonesia Pusaka” yang sangat memukau dari gitaris Sondoro Music. Setelah itu, Sandhy Sondoro langsung membawakan tiga lagu Beauty The Rainbow, Anak Jalanan, dan Superstar. Khusus lagu Superstar ini, Sandhy Sondoro mempersembahkannya khusus untuk sang kekasih, Ade Fitria Sechan. Millane Fernandez lalu naik panggung lagi untuk berkolaborasi dengan Sandhy Sondoro dan membawakan lagu berbahasa Jerman, Ueber Sieben Bruecken. Bule-bule Jerman semakin terhibur ketika Sandhy Sondoro membawakan lagu Un Wenn Ein Lied.

Sandhy Sondoro Millane Fernandez Rolling Stone Cafe
"Sandhy Sondoro"

Belasan lagu yang dibawakan Sandhy Sondoro sungguh bisa membuat ratusan penonton terpukau. Bahkan ketika Sandhy Sondoro menutup penampilannya dengan lagu I Dont Want a Wait for Your Love, para penonton masih enggan beranjak. Konser Jerman-Indonesia kemarin malam memang sempurna dengan dua penyanyi Indonesia yang awalnya meniti karir di Jerman. Uniknya, para penonton dari Indonesia dan Jerman bisa berbaur menyaksikan Millane Fernandez dan Sandhy Sondoro tampil membawakan lagu-lagu dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jerman.

Terima kasih untuk konser yang memukau, Millane dan Sandhy. Terima kasih juga untuk Goethe Institut dan JERIN yang mengundang saya untuk melihat secara langsung persahabatan musik Jerman dan Indonesia ini. Ich liebe euch, Alle! :)

34 thoughts on “Nonton Sandhy Sondoro dan Millane Fernandez di Rolling Stone Cafe

  1. Awalnya aku tak suka Sandhy karena pelafalannya suka aneh dan liriknya sering salah.. Tapi intepretasinya atas karya musik memang tak sembarangan.

    Mukanya sekilas kayak vokalisnya Wali ya.. tapi amit2 deh kalos ampe kayak Wali beneran

  2. Adiknya Nino Fernandez? Cakep, ya? Ada rekaman videonya ga mas? Duh, malah fokus ke Millane daripada Sandhy Sondoro. Hehehe. Kalau Sandhy, sih, sudah tidak diragukan lagi walaupun terkadang mendengar dia nyanyi seperti orang kumur2. Hehehe

  3. Ulasannya bisa mengambarkan suasana bagaimana Sandhy Sandoro bergitar ria sambil bercuap-cuap. Saya sendiri sudah tidak pernah nonton konser semacam ini lagi mas, terakhir 2-3 tahun yang lalu saat nonton joget dangdut koplo seronok saat launchig sebuah merk sepeda motor :lol:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • jaman sekarang kata “artis” banyak mengalami pergeseran warna. yang kini dikenal artis=selebriti=sering muncul di acara gosip pagi :D

  4. Kalo saya sih terus terang gak suka mas dengan si Sandy Sandoro, hahaha… :D
    Tapi kalo Milanne gak deh.
    Kalo lihat mukanya aja kayaknya udah seger.
    Bening2 gimana gitu, wkwkwkw… :lol:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *