Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Nobar “Garuda di Dadaku 2”

Seiring mulai berkembangnya persepakbolaan di Indonesia, film-film bertema sepakbola pun mulai bermunculan. Tahun 2008, sebuah film dokumenter berjudul The Conductor mengisahkan seorang dirigen suporter Arema Malang. Dalam film berdurasi 85 menit itu, Yuli “Soemphil” Sugianto berdiri di atas pagar besi dan memainkan kedua tangannya untuk memimpin ribuan suporter bernyanyi sepanjang pertandingan. Pada tahun yang sama, film Gara-gara Bola juga menampilkan fenomena para penggemar sepakbola di Indonesia.

Garuda di Dadaku 2

Film Romeo & Juliet yang dirilis tahun 2009 mendatangkan kontroversi karena menyangkut dua tim besar di sepakbola Indonesia, yaitu Persija Jakarta dan Persib Bandung. Film ini mengisahkan Desi “Bobotoh” dan Rangga “Jakmania” yang saling jatuh cinta namun terkendala karena rivalitas abadi antara Persija dan Persib. Pada tahun yang sama, film Garuda di Dadaku dirilis lengkap dengan lagu soundtrack Garuda di Dadaku (Netral) yang kemudian menjadi mars timnas Indonesia. Saya yakin siapapun yang menonton film dan mendengar lagu Garuda di Dadaku pasti akan bersemangat untuk mendukung timnas Indonesia.

Dalam film Garuda di Dadaku dikisahkan seorang murid kelas 6 SD bernama Bayu yang ingin menjadi pemain bola yang hebat. Meskipun sang kakek tak merestui cita-citanya itu, Bayu yang diperankan Emir Mahira tetap berlatih keras untuk mewujudkan impiannya. Untungnya Bayu bersahabat dengan Heri, anak gila bola yang meyakinkan Bayu untuk ikut seleksi timnas U-13. Meski memiliki keterbatasan fisik, Heri berhasil menjadi sahabat sekaligus manajer bagi Bayu.

Hari Sabtu lalu, 3 Desember 2011, saya ikut nobar (nonton bareng) Garuda di Dadaku 2 sebelum mengikuti event ON|OFF 2011. Nobar kali ini cukup istimewa karena sebenarnya film Garuda di Dadaku jilid kedua ini baru akan dirilis tanggal 15 Desember 2011. Sekuel kedua film Garuda di Dadaku ini tidak lagi disutradarai oleh Ifa Isfansyah, namun kali ini disutradarai oleh Rudi Soedjarwo. Salman Aristo yang sebelumnya hanya menjadi penulis skenario, dalam film Garuda di Dadaku 2 ini juga berperan sebagai produser. Meskipun hanya memperkenalkan satu aktor baru, Rio Dewanto, film ini menjanjikan sport action yang menarik.

Sepanjang pemutaran film Garuda di Dadaku 2, saya menikmati perjuangan Bayu yang kini menjadi kapten timnas U-15. Di tengah turnamen Asean Cup U-15, Bayu mendapat masalah ketika pemain baru asal Makassar bernama Yusuf menjadi the rising star di timnas. Bayu kemudian pesimis apalagi Heri kemudian lebih akrab dengan Yusuf. Konflik memuncak ketika final Asean Cup U-15 tinggal di depan mata. Bahkan, Bayu pun tidak mengikuti latihan terakhir sebelum partai final. Bagaimana akhir perjuangan Bayu sebagai kapten timnas U-15 dalam turnamen Asean Cup U-15 tersebut? Saksikan di bioskop kesayangan Anda tanggal 15 Desember 2011. 🙂

4962 Total Views 2 Views Today
44 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *