Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Nasihat yang Sehat

Sedikit banyak saya sudah mengalami naik turunnya peruntungan hidup. Jika roda sedang berputar ke atas, lebih banyak yang meminta nasihat dari saya. Orang membutuhkan nasihat-nasihat agar terinspirasi mengikuti roda saya yang sedang mendapatkan keberuntungan ketika itu. Namun bila roda menggelinding ke bawah, saya pun jatuh tersungkur. Bila masa seperti itu tiba, tidak ada lagi yang meminta nasihat kepada saya. Bahkan tanpa diminta, orang-orang pun memberikan nasihatnya masing-masing dengan sukarela.

Ketika melewati masa-masa sulit, saya biasanya mengingat apa saja yang telah saya nasihatkan kepada seseorang ketika dia terjatuh. Mengingat nasihat-nasihat saya sendiri kadang membuat saya bisa bangkit dengan motivasi dari diri sendiri. Namun terkadang mengingat itu juga bisa membuat saya malu terhadap diri sendiri. Memberi nasihat kepada orang yang sedang tidak beruntung memang mudah, karena kita hanya mencoba merasakan dan tidak benar-benar bisa merasakannya. Dan bila sedang mengalami sendiri rasanya memang hidup memang berat. Saat-saat seperti itulah saya membutuhkan nasihat.

Seseorang pernah berkata kepada saya, “Berikanlah nasihat hanya pada yang membutuhkannya”. Yang saya amati, seringkali orang dengan mudah memberikan nasihat pada orang dengan cara yang tidak tepat. Misalnya saja, para kritikus yang memberikan “nasihat” pada pemerintah yang sedang memimpin. Sebaik apapun nasihat dari para kritikus itu tidak akan berguna karena pemerintah menganggap nasihat itu sebagai sebuah serangan. Saya juga pernah mengalami hal yang serupa karena nasihat yang sama selalu diulang-ulang sehingga membuat saya tidak nyaman lagi. Di saat itu, nasihat ibarat sebuah serangan dan sama sekali tidak berguna bagi saya.

Saya pikir mungkin memberikan nasihat untuk orang lain bukanlah sebuah kesalahan selama saya tahu bahwa nasihat yang saya berikan belum tentu tepat dengan situasi orang tersebut. Lalu bagaimana cara mengetahui nasihat saya tepat atau tidak? Mudah saja, bila saya merasa jengkel dengan orang yang saya nasihati itu karena dia tidak mendengarkan nasihat saya berarti orang itu tidak membutuhkan nasihat dari saya. Sekarang saya mengerti bahwa nasihat yang sebenarnya adalah pengertian. Saya kadang tidak membutuhkan nasihat, namun pengertian dari seseorang kadang bisa menjelma menjadi ribuan nasihat-nasihat indah.

16 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *