Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Mubarak Mundur, Mesir Menyusul Indonesia?

“Fir’aun telah mati!” begitulah ungkapan kegembiraan atas turunnya Hosni Mubarak. Setelah 18 hari gelombang demonstrasi yang melanda seluruh wilayah Mesir, akhirnya Hosni Mubarak turun juga. Kekuasaan selama 30 tahun dianggap seperti kekuasaan raja Fir’aun yang semena-mena. Kini Hosni Mubarak telah tamat.

Hosni Mubarak Mundur, Mesir Seperti yang diperkirakan sebelumnya, Hosni Mubarak yang terpaksa mundur ini tidak akan menyerahkan kekuasaan pada wakil presiden Omar Suleiman atau pada oposisi Mohamed ElBaradei. Prediksi saya sebelumnya ternyata salah, Mohamed ElBaradei telah dicap sebagai antek Amerika untuk menggantikan kekuasaan Hosni Mubarak. Omar Suleiman yang selama ini menjadi kepala intelejen juga dianggap sebagai orang yang berperan penting bagi hubungan Mesir, Arab Saudi, Israel, dan Amerika. Rakyat tentu tak menginginkan keduanya.

Turunnya Hosni Mubarak tentu akan menurunkan pengaruh Mesir di Timur Tengah karena Hosni Mubarak memiliki peran cukup besar di Timur Tengah. Selama ini, Hosni Mubarak telah menjadi penyambung dunia Barat dengan dunia Arab. Tanpa seorang Hosni Mubarak, dunia Arab dan dunia Barat tidak akan seakrab seperti ketika Hosni Mubarak masih memimpin Mesir.

Israel adalah negara yang paling takut ketika Hosni Mubarak turun. Ketika banyak negara Timur Tengah mengecam Israel, Hosni Mubarak selalu menjadi penyelamat Israel. Itulah mengapa Mesir selalu mendapat bantuan dari Amerika dan negara-negara Barat lainnya. Padahal di Mesir, catatan hak asasi manusia di sana sangat menyedihkan, pelaksanaan pemilu yang curang, korupsi yang semakin parah, dan oposisi ditindas semena-mena. Tanpa Hosni Mubarak, Israel dalam kondisi yang berbahaya.

Sebenarnya turunnya Hosni Mubarak sudah direncanakan oleh para sekutunya sendiri. Bukan rahasia lagi, sekutu Hosni Mubarak berpikir bahwa umur 82 tahun dengan masa kekuasaan 30 tahun cukup menjadi alasan logis untuk memberhentikan jejak kekuasaan Hosni Mubarak. Namun hasrat berkuasa seorang Hosni Mubarak terus membara. Sebenarnya Hosni Mubarak ingin mencukupkan kekuasaannya sampai pemilu bulan September tahun ini. Rencananya Gamal Mubarak yang akan menggantikan sang ayah bila pergantian kekuasaan berjalan lancar. Tetapi gerakan demonstrasi besar-besaran telah menutup jalan bagi Gamal Mubarak.

Pengalihan kekuasaan Hosni Mubarak kepada militer Mesir setidaknya terjadi sampai pelaksanaan pemilu bulan September tahun ini. Dengan berakhirnya rezim Hosni Mubarak, pemilu diharapkan menjadi pemilu yang bebas untuk membuktikan bahwa Mesir telah berubah. Selain itu, gerakan oposisi yang sebelumnya dikekang Hosni Mubarak akan bangkit. Jika hal ini benar-benar terjadi, Ikhwanul Muslimin akan kembali berkuasa di Mesir.

Menyimak perjalanan Hosni Mubarak, banyak yang menganggap Hosni Mubarak bagaikan Pak Harto. Sama-sama dari keluarga petani yang sederhana dan kemudian meniti karir militer yang akhirnya mengantarkannya ke jabatan presiden. Dalam memerintah, keduanya juga hampir sama. Sama-sama memanfaatkan karir militernya untuk membangkitkan nasionalisme. Latar belakang militer membuatnya keras dan tegas dalam memimpin, bahkan cenderung dengan tangan besi. Kekuasaannya dipertahankan dengan pemilu yang curang. Pembangunan dipajang-pajang sementara korupsi merajalela seperti gerakan bawah tanah dan kemiskinan terselubung dimana-mana.

Jatuhnya Hosni Mubarak juga hampir sama dengan mundurnya Pak Harto. Kondisi masyarakat yang memprihatinkan membawa gelombang demonstrasi yang menuntutnya mundur dari tampuk kekuasaan. Namun apakah gelombang demonstrasi yang berhasil menurunkan Pak Harto juga diskenario oleh Amerika, saya kurang tahu. Berandai-andai bila Mesir memang seperti Indonesia, alangkah malangnya Mesir. Bagaimana tidak, setelah mati-matian menurunkan pemerintah yang korup, tetapi 13 tahun kemudian sama-sama menderitanya seperti kita sekarang ini. Mesir, jangan ikuti jejak Indonesia!

Catatan Kaki Gie ;
Ketika pertama kali melihat gambar demonstrasi Mesir, saya kira bendera merah putih itu bendera Indonesia. Lihat juga gambar Hosni Mubarak dengan latar belakang bendera merah putih. Setidaknya dari situ, ada kemiripan antara Mesir dengan Indonesia, pikir saya.

35 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *