Konser musik menjadi event yang menyenangkan bagi para pecinta musik, mulai dari penggemar fanatik sampai penggemar dadakan. Selain menikmati menikmati alunan musik secara live di depan panggung, para penonton konser musik juga tidak melewatkan waktu tanpa mengabadikan aksi musisi pujaan di atas panggung. Tidak hanya memotret sang musisi, kini penonton konser musik juga kerap mengabadikannya dengan merekam video aksi panggung. Memotret atau merekam video konser musik tidak hanya dilakukan oleh official photografer, kini semua penonton bisa melakukannya.
Pada dasarnya, semua penonton bebas memotret konser musik dengan kamera masing-masing. Saat di depan panggung, Anda bisa melihat orang-orang memotret dengan berbagai kamera. Ada yang menggunakan kamera DSLR, kamera polaroid, kamera saku, kamera smartphone, dan kamera tablet. Yang terakhir disebutkan, kamera tablet, memang menjadi tren baru di konser musik. Di konser Java Soulnation 2012 bulan lalu, saya melihat beberapa penonton yang sedang asyik memotret dengan kamera tablet.
Sama seperti pengguna kamera lainnya, pengguna kamera tablet juga harus mematuhi beberapa peraturan yang disepakati bersama. Biasanya di pintu masuk atau di venue konser ada peraturan tertulis bagi mereka yang ingin memotret. Bagi official photographer, memotret konser musik menjadi lebih mudah karena mereka memiliki area khusus tepat di depan panggung. Namun bagi penonton biasa memotret butuh kesabaran dan toleransi. Iya toleransi, Anda harus memikirkan orang lain yang menonton dan yang sedang menikmati pertunjukan musik di atas panggung.
Meskipun bebas memotret, Anda harus bertoleransi dengan orang lain yang juga ingin memotret. Jangankan penonton yang berdesak-desakan, official photographer pun punya aturan dalam motret konser musik. Biasanya untuk pertunjukan musisi istimewa, masing-masing official photographer hanya diberikan waktu memotret selama dua lagu saja. Hal ini dilakukan karena banyaknya official photographer lain yang mengantri di belakang dan yang sudah lewat dua lagu disuruh motret di area penonton. Di area penonton, aturannya kurang jelas karena tidak adanya panitia yang bisa ‘merapikan’ mereka yang menyalahi aturan.
Meskipun suasana agak kurang kondusif, Anda bisa memberitahu penonton lain yang melanggar aturan yang jelas, misalkan motret dengan blitz atau flash. Namun di area penonton ‘aturan batasan dua lagu’ tidak berlaku. Jika ada yang motret paling depan dan tidak mundur-mundur, Anda akan kesulitan untuk ‘mengusirnya’. Yang lebih parah lagi, jika orang yang di depan Anda itu badannya tinggi banget dan pandangan Anda tertutupi olehnya. Nah, kemarin waktu nonton Sandhy Sondoro di Java Soulnation 2012 , saya berdiri di belakang penonton yang motret dan merekam video penampilan Sandhy Sondoro dengan kamera tablet.
Awalnya biasa saja, dia hanya sesekali motret lalu melihat preview foto di tablet kesayangannya itu. Namun setelah itu, dia merekam video penampilan Sandhy Sondoro sampai beberapa lagu. Lengannya kuat juga tapi pasti pulang-pulang langsung kram, pikir saya. *jahat* Ternyata bukan saya saja yang merasa risih dengan penonton yang satu itu, beberapa penonton di belakang saya pada ngomongin si doi. Motret sih boleh saja, toh tablet punya dia. Tapi menghalangi pandangan penonton lain tentu bisa meresahkan orang yang seharusnya berbahagian menikmati aksi musisi pujaannya.
Jangan sampai kayak konser Big Bang tanggal 12 Oktober 2012 lalu. Bukan penonton yang lain yang protes, tapi Big Bang-nya sendiri yang protes. #jleb






hasil potretnya bagus euuy
Itu karena tidak pakai tablet.
bener Mas. Kadang orang yang ga ngerti toleransi angkat tablet segede nampan terus-terusan. Ngalangin orang di belakangnya dia…
kelakuan ya Dan mereka
hahahaha …. hihihihi
ternyata aku gak sendirian soal beginian
misuh2 sendiri
geuleuh bangetlah pokoknya klo orang sibuk ngambil foto/video pake tablet.
hihihihi .. gak banget!
apalagi itu tuh udah mengganggu orang sekitarnya
saya sering perhatiin orang2 di mal dengan pedenya bergaya dan yg membidiknya? TABLET! sesuatu banget deh!
sama mas, saya juga sering ketemu yang kayak gini hahaha
Saya kadang geli sendiri sama yg motret pakai tablet/ipad. Yah, mmg disediakan fasilitas kamera sih di tablet, tapi kok ya gak praktis betul motret pakai tablet. Kadang sama teman ngomentari mrk yg motret pakai iPad: gak punya iPhone dia pasti, kan bs di-iCloud
Tapi yaa…mungkin dia mmg punyanya tablet/iPad & itu sdh yg paling keren buat motret kali… #nyinyir
Iya sih, terkesan lebih karena pamer dan bukan untuk nunjukin kualitas fotonya. :p
Saya jarang banget nonton konser ya, cuma pernah pas soundrenaline di Bali sekitar tahun 2005an..
Kalau etika menonton sih sebaiknya gitu, jangan sampai mengganggu orang lain, tapi yang namanya banyak orang jadi ada saja yang berperilaku kurang mengenakkan.
bagus juga hasilnya tapi kalau dalam pengambilannya membuat orang lain terganggu apalagi jadi nggak nikmatin konsernya ya repot juga..
saya lebih sering motret pake hape, belum punya kamera SLR soalnya
Iya, pakai ponsel pun tak masalah, hasilnya juga sama kerennya. Yang penting enggak makan banyak tempat.
Ya udah, besok-besok selain bawa SLR, bawa juga tabletnya. Punya juga, kan? *ngibrit*
Makanya jangan digembol mulu kalau mau aku bawa.
lumayan juga hasilnya mas …
Paling ga saya suka ini, motret make tablet… kayak gimana gitu lho kesannya,, pingin tak ambil trus tak banting saat itu juga
Asal jangan diambil trus dibawa pulang aja ya, Mas.
suka ada aja yg egois gitu ya kl lagi di tengah keramaian
duuh, semoga nanti ntn Sting nggak cuma dilarang bawa SLR (sebel ih!) juga ada larangan bawa tablet.
Ih nonton Sting enggak ngajak-ngajak aku.
memotret lgsg di konser rada-rada susah-susah gampang ya….. biasanya setelah konser ada sessi pemotretan kan ya
Enggak ada sesi foto semacam itu, ini bukan acara kawinan.
aku merasa terttampar dengan kata tinggi-tingginya. #AditAnaknyaSensitif.
eh, tapi aku motonya ga pake tablet kok. ga pake SLR juga. kalau pun mau motret, aku sengaja moto tinggi. biar yang lain ga kealingan.
Pas nonton konser, saya jarang banget motret-motret atau merekam musisi yg lagi beraksi di atas panggung. Dulu pernah, tapi jadinya kurang menikmati konser, karena konsentrasinya terpecah, hehe…. Akhirnya mendingan ngga usah aja deh daripada mengurangi kenikmatan nonton konser :p
Wah apa nggak lebih ribet ya klo pake tablet memfotonya…
waduh jangankan beli tablet,, hape saja saya gak punya gan
Aku koq ngga pede ya motret pake Tablet.
) *susah narsis
Malah sejak pake tablet, saya jadi ngga bisa update instagram lebih sering
saya yang suka moto aja suka males kalau suruh moto di konser musik.. susah.
Tapi hasil fotomu ini bagus Gie…
Iya juga ya. Sering juga saya lihat di tivi2 pas ada konser live (khususnya di Indo) itu penontonnya terlalu sibuk ngangkat gadget ketimbang menikmati konsernya. Beda banget klo lihat dokumentasi konser2 live di luar, penontonnya asik berinteraksi dgn si artis
huahahaha pernah ngalamin juga nih emang kesel tapi juga mikir, serius tablet? ga ribet? hahahahah
Pingback: iPhone, iPad, iPad mini, iConfused… | Tempat Ketiga
Wiiih.. Fotonya keren *salah fokus*
Btw memang ketika nonton konser terus ada yang motret bikin kesel, jangankan pake tablet mas, pake handphone atau kamera poket aja kadang juga bikin kesel. Bener apa yang mas bilang, mereka tak paham aturan..
apa nggak terlalu besar ya kalau pake tablet?
belum pernah nonton konser
foto2nya keren.
Walaupun ada yang bisa membuat kita kesal namun rasa puasnya menonton konser secara langsung lebih terasa bila melihat dari tayangan tv atau video
nice share..
Sebelum konser dimulai, pembawa acara mengumumkan agar para penonton tidak merekam, memotret, dan berjalan-jalan selama pertunjukan berlangsung. Yang cukup menggelikan diumumkan juga, penonton dilarang batuk. Saya jadi teringat cerita dari Fritz Thom, Direktur Jazz Fest Wien, yang menceritakan, tahun 2007 sempat terjadi kegaduhan pada konser Keith Jarret Trio di Umbria Jazz Festival, Italia. Ceritanya, di tengah-tengah pertunjukan, Keith Jarret sangat marah ketika ada seorang fotografer memotret dan bunyi kameranya sangat membuatnya terganggu sehingga ia mengeluarkan kata-kata yang tidak pada tempatnya kepada publik. Akibatnya, sejak saat itu, panitia Umbria Jazz Festival berikrar tidak akan pernah mengundang Keith Jarret lagi.