Mesin Ketik Jadul di Gadget High-tech
Jauh sebelum ditemukan komputer, mesin ketik manual sangat berguna bagi para penulis untuk menghasilkan karya-karyanya. Namun kini mesin ketik dianggap terlalu rumit, kurang rapi, dan menghabiskan banyak waktu. Meskipun teknologi sudah semakin canggih, beberapa penulis seperti Remy Silado tidak bisa meninggalkan mesin ketik. Menulis dengan mesin ketik memang memiliki sensasi tersendiri yang tidak bisa ditemukan di komputer, laptop, ataupun tablet.

Seorang insinyur asal Philadelphia bernama Jack Zylkin sepertinya tahu betul apa yang dirasakan para penulis senior yang tak bisa meninggalkan mesin ketik mereka. Jack Zylkin lalu menciptakan USB Typewriter yang memungkinkan mesin ketik terhubung dengan komputer. Gampangnya, keyboard komputer digantikan dengan mesin ketik namun tetap menggunakan layar monitor. Tanpa pengkabelan yang rumit, sebuah mesin ketik lama bisa dijadikan pengganti keyboard komputer hanya dengan menambahkan adapter USD di bagian bawah mesin ketik itu.
Modifikasi mesin ketik lama menjadi keyboard modern sangat mudah dilakukan dengan USB Typewriter. USB Typewriter terdiri dari dua bagian utama, yaitu Sensor Board dan USB Interface Board. Sensor Board berfungsi untuk mendeteksi ketukan tombol pada mesin ketik manual. Sedangkan USB Interface Board berfungsi untuuk menerjemahkan ketukan-ketukan tombol tersebut dan mengirimkan sinyal-sinyal ketukan tersebut ke layar monitor melalui USB. Dengan USB Typewriter, banyak penulis senior yang bisa menulis di komputer tanpa harus meninggalkan mesin ketik mereka.
Meskipun sudah terhubung dengan komputer, mesin ketik lama itu masih bisa digunakan untuk mengetik secara manual pada kertas. Sensasi menulis dengan mesin ketik lama bisa didapatkan dengan sempurna pada USB Typewriter ini. Matikan layar monitor Anda dan mengetiklah seolah-olah Anda masih berada pada tahun 1980-an. Meskipun layar monitor dalam kondisi mati, data soft copy hasil ketikan Anda pada kertas masih tersimpan dengan baik. Hebatnya lagi, USB Typewriter ini mendukung fungsi-fungsi tambahan yang tidak ditemukan pada mesin ketik lama seperti tombol Ctrl, Alt, Esc, Arrow Keys, F1-F12, dan Backspace.
Teknologi sederhana karya Jack Zylkin ini bisa digunakan pada berbagai jenis komputer. Semua komputer dan laptop berbasis Macintosh, Windows, dan Linux bisa terhubung dengan USB Typewriter ini. Hebatnya lagi, USB Typewriter ini bisa terhubung dengan iPad sehingga iPad seolah berfungsi menjadi layar laptop sedangkan USB Typewriter menjadi keyboardnya. Selain itu, USB Typewriter juga bisa digunakan pada tablet-tablet lainnya yang mendukung “USB Host capability”, misalnya Motorola Xoom, Acer Iconia Tab, Toshiba Thrive, Lenovo ThinkPad, dan Sony Tablet S. Bahkan USB Typewriter ini bisa digunakan pada smartphone seperti Samsung Galaxy SII dan Nokia N810/N900.
Untuk merasakan inovasi old-school pada teknologi canggih ini, Anda bisa membeli USB Typewriter seharga USD 699. Namun bila Anda ingin memodifikasi mesin ketik Anda sendiri, Anda hanya perlu membeli kit USB Typewriter seharga USD 75 saja. Dengan kit USB Typewriter itu, Anda bisa merakit sendiri dengan mengikuti pedoman dari Jack Zyklin di sini. Selamat mencoba.
29 Responses to Mesin Ketik Jadul di Gadget High-tech
Leave a Reply Cancel reply
Recent Comments
- giewahyudi on Iseng Boleh, Risiko Tanggung Sendiri
- giewahyudi on Nonton Sandhy Sondoro dan Millane Fernandez di Rolling Stone Cafe
- YSalma on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- Hanif Mahaldi on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- seno on 4 SMA Termahal di Indonesia
- isnuansa on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- nique on Mencicipi Sop Ayam Pak Min Klaten di Jakarta Barat
- Cahya on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- indrijuwono on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
Recent Posts
- Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- Iseng Boleh, Risiko Tanggung Sendiri
- Kacang Pukul Bagansiapiapi dan Enthing-enthing Gepuk Salatiga
- Mencicipi Sop Ayam Pak Min Klaten di Jakarta Barat
- Kompetisi MotoGP Pengaruhi Penjualan Sepeda Motor
- Nonton Sandhy Sondoro dan Millane Fernandez di Rolling Stone Cafe
- Menikmati “Perjalanan ke Atap Dunia” dengan Daniel Mahendra
- USG 4D Dedek Bayi Hasilnya Sungsang
- Nonton Ki Warseno Slenk di HUT Bank DKI Jakarta
Archives
- May 2012 (5)
- April 2012 (13)
- March 2012 (13)
- February 2012 (22)
- January 2012 (22)
- December 2011 (17)
- November 2011 (12)
- October 2011 (21)
- September 2011 (21)
- August 2011 (29)
- July 2011 (31)
- June 2011 (30)
- May 2011 (31)
- April 2011 (30)
- March 2011 (26)
- February 2011 (30)
- January 2011 (31)
- December 2010 (9)
- November 2010 (8)
- October 2010 (4)





wow keren
gimana ya rasanya mengetik di sana
wah…wah…
sebuah terobosan baru nih …
saya sampai geleng-geleng kepala seakan tidak percaya dengan kecanggihan teknologi ini …
Kalau sudah terbiasa pake mesin ketik.. Gak mau berganti
Ada-ada saja, sudah diberi yang canggih maunya yang jadul. Dikasih yang jadul, katanya ketinggalan jaman
Pastinya, bagi yang terbiasa menulis dengan komputer, menulis dengan mesin ketik manual ini sebuah penderitaan. Kalau masih draft mending, bisa di coret-coret, tapi kalau finishing?Alamaaaaakkk.
Eh tapi Mas Gie, saya dulu belajar ngetik menggunakan mesin ketik ini lho. Satu yg aku suka, saat jari-jari huruf menghentak di bantalan kertas, tek..tek..aduh bunyinya nyaman sekali terasa…Seakan keren banget gituh, sedang menulis
hihihi, unik, tapi kalau jari tangan saya tidak cukup bertenaga untuk mengetik dengan mechanic type writer,
kreatip ne…
bring back the days…
Buat mbah saya, kira-kira mau gak ya? hehe…
Menarik ya, keyboard vintage, hahaha
Tapi harganya 700 dollar euy. Berhubung saya nggak punya keterikatan batin dengan mesin ketik, jadi kayaknya “pass” aja deh, huahaha
.
Btw, tadi sempat terpikir apakah ada tombol bantu untuk copy, cut, paste. Ternyata ada ya, hmmm, hebat juga…
He3x asyik juga ya seolah kembali kemasa lalu, di tahun 50 atau 60-an bahkan mungkin sebelumnya…..
Ide kreatif….!!!!
dari tampilannya suka, ancient mix in modern type…
sayangnya saya bukan gadis dengan tipe jari panjang-panjang…
bukan panjang tangan juga sih…
harus bertenaga juga itu mas mencetnya…
Wah keren! Retro tapi canggih. Tapi mahal juga ya harganya…
Yah! Mesin ketiknya udah gak ada…gila, dulu mau pake mesin tik kudu siap ama tipe ex
Kira-kira ada gak peminatnya ya? soalnya saat ini kan butuh kepraktisan,kayaknya yang ini relatif gak praktis deh. Hanya mengedepakan nostalgia saja.
mahal juga ya harganya
Keluar suara “cethok…cethok” itu sensasi dari mesin ketik, dan itu yang aku suka…
wah keren nih, boleh dicoba.
saya kira mesin ketiknya yang baru, ternyata ada penambahan teknologi pada kabelnya agar bisa terhubung… kombinasi yang mantap antara masa lalu dan masa sekarang..
Penemuan unik, tapi saya rasa hanya cocok untuk bernostalgia dan bukan untuk diproduksi secara komersil. Efisiensi alat ini masih dipertanyakan…
keren,yg jual di jogja ada ga yah hehehe
wah..keren ya..
aku dulu di awal kuliah malah diharusin bikin laporan pake mesin ketik..
Sama, Mbak..
Saya sampai semester 4 masih pakai mesin ketik.
Bahkan ada teman yang ngerjain laporan di kampus, ketak-ketik di kampus.
Bener-bener hasil karya yang sensasional..
Memang mengetik dengan mesin ketik jadul mempunyai sensasi sendiri, salah ketik and walhasil jadi boros kertas. Mengingatkan saya dulu waktu SMA bikin skripsi nih.. tks
SMA kok sudah bikin skripsi, Mas?
hihi keren tuh..layak dicoba
.. *halo mas, kita ketemu di acara ultah Dblogger kemaren itu,
Ah ya, saya juga kangen dengan mesin tik saya
.
seru juga… jadi inget waktu dulu belajar ngetik nih…
wahahah tapi perlu tenaga ekstra mas buat ngetiknya xixi
Gitu doang kok khawatir kehilangan tenaga to, Mas?