“Menulis itu gampang,” begitu kata Arswendo Atmowiloto, namun tak jarang juga yang mengaku bahwa menulis itu susah. Bagi saya menulis itu gampang-gampang susah dan yang lebih susah adalah menulis dengan baik. Yang lebih susah lagi adalah menulis dengan baik meskipun dalam kesibukan yang sangat padat. Saya selalu menaruh rasa hormat pada orang-orang super sibuk namun bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang baik.

Biasanya karena alasan kesibukan, orang-orang super sibuk itu membayar ghost-writer untuk membuatkan tulisan untuknya. Namun tampaknya orang sudah mulai mempertanyakan kinerja ghost-writer karena kasus plagiasi yang dilakukan ghost-writer dari seorang politisi beberapa waktu lalu. Sesibuk apapun kegiatannya, saya selalu menghargai tulisan-tulisan yang orisinil dan langsung lahir dari tangan penulisnya.
Sebagai seorang blogger, kali ini saya ingin menyoroti orang super sibuk yang “sempat-sempatnya” mengelola blog pribadinya. Siapa yang tak tahu tentang Putera Sampoerna? Bos grup Sampoerna itu masih sempat menuliskan pengalamannya di blog PuteraSamporna.Com di sela kesibukan memimpin kerajaan bisnisnya. Tidak seperti beberapa situs official website, blog pribadi Putera Sampoerna ini benar-benar dikelola secara langsung oleh pemiliknya.
Di kalangan politisi, ngeblog sebenarnya sudah mulai menjadi tren. Sejak blog pribadi Barack Obama menjadi salah satu faktor kemenangannya dalam pemilihan presiden AS, para politisi di Indonesia pun mulai ngeblog. Sebagai contoh adalah Angelina “Angie” Sondakh, politisi yang kini menjadi seorang tersangka. Di luar permasalahan hukum dan politisnya, Angie menulis secara teratur di blog pribadinya. Selain menulis dengan baik, Angie juga menjadi blogger yang produktif. Rata-rata Angie menulis satu tulisan setiap minggu di blognya.
Menulis di kala sibuk tidaklah cukup, saya ingin menulis dengan lebih baik dari waktu ke waktu.





Saya bangun pagi jam 5. Berangkat kantor jam 05.30, pulang kantor jam 15.30. Kadang malamnya harus piket atau jaga lagi dari jam 19.00 s/d 21.00. Tapi saya sempat2kan menulis mas.
Sama dengan mas Gie. Menurut saya menulis itu gampang-gampang susah. Karena minimnya waktu, kadang saya malas nulis panjang. Paling banyak 5 paragraf. Yang penting topiknya ngena.
Nanti kalau sudah momongan, mas Gie harus sempat2kan juga nulis lho mas
Hahahaha, nggak janji, Bli. Dia nanti bagian gantiin popok kalo dedeknya ngompol.
Nulisnya belakangan deh.
loh kok mas gie yang gantiin popok? mami nunik sibuk nih…
Bener banget, menulis (mungkin) gampang bagi sebagian orang, tapi menulis yang baik? Saya pun masih belajar banyak dan harus rajin berlatih.
Apalagi saya, Mbak..
Prinsip saya sekarang, yg penting nulis saja dulu mas, soal baik atau tidak baik, diurus belakangan aja …
Bermaksud nulis dengan baik, akhirnya malah gk ke posting2
nah yoh. . . . aku mau nanya nih. . .??? yang jadi patokan baik enggaknya tulisan ntu sapa sih. . . .???
menurut aku nulis tuh butuh komitmen juga.. apalagi memelihara blog… jauh lebih sulit. sampoerna aja sibuk punya blog dan update masa kita tidak ya.. malu dong.
Setujua banget, sebenarnya kendala dalam menulis itu adalah diri kita sendiri, seberapa kuat kemauan kita untuk menulis. mengenai topik kadang jadi permasalahan tersendiri, tapi tetap bisa diatasi dengan kemauan yang kuat tadi
#ehmalahCurcol
wah jawabannya adalah mau atau tidak mau berarti ya, mau atau tidak meluangkan sedikit waktu
pengen jadi penulis yang baik nich
berarti saya bukan penulis handal dung gan, sebab nulis aja belang betong…maklum nguli biar dapur tetep ngebul…
Nulis kadang kalah sama main poker. Mau jadi pemaen game yang baik aja deh..
Menulis sih okelah, bisa teratur s.d saat ini. Menulis dengan baik? Definisi ‘baik’ itu yg kayak apa , dulu?
ditengah kesibukan bagaimana ya menciptakan tulisan yang bagus? kasihan juga kalau pembaca dapat sampah setiap hari…
Nah, kadang kita juga perlu memikirkan pembaca blog kita..
Mudah ketika banyak ide, tapi susah ketika belum ada ide.. Kira2 begitu menurut saya
Setiap orang pasti punya ide setiap hari, Mas..
Cuma enggak semua orang bisa menuliskan idenya..
Wow, bahasa yang dipakai pun bikin ngeri bo… bahasa linggis gitu loh… hehe
Saya pun juga sebenarnya merasa kesulitan untuk menulis, tapi saya berusaha untuk memudahkan dalam menulis
Susahnya iku pas awake ra gelem diajak nulis
Buat saya menulis itu susah apalagi hanya bermodalkan keawaman. Saya bukan penulis prefesional
yang mengerti kaidah membuat
tulisan tapi dengan keawaman,
saya ingin membuat tulisan
yang bermanfaat setidaknya
bukan untuk memprovokasi, merusak dan menghancurkan
akhlak generasi umat ini,
semoga…
Kadang kebanyakan bikin draft dan pas dibuka lagi lupa terusannya apa…
salam kenal…
setuju mas gie. . .saya juga ingin sekali menulis ,terutama untuk blog,tapi ya itu .. .kayaknya susah sekali,kadang malah masih bingung juga mau nulis apa. . . .
Hmmm…
kalau lagi mood menulis pastinya gampang,lancar2 aja…tapi coba kalau lg gak mood…bisa gak kluar2 tulisannya…:)
hmm mana yah rfekelsi tahun baruku?Tadi kayanya udah sempet aq tulis tapi kok ilang yah Hehehe . Met Tahun Baru Wira! ^^My recent post
sayang jika suka nulis tapi tatanan bahasanya terlalu amburadul dan tidak dengan gramatikal yang baik…memang menulis itu tidak mudah..
hmmmmmmmmmmmmmmmm
putra sampurna masih kalah jauh dibanding mas DV yang lebih duluan super sibuk, hihi
para teldan sukses telah memberi contoh yang patut diteladani cara mengatur waktu menulisnya.
Selamat menulis (dengan baik) ya, Mas..
setuju ! menulis itu gampang2 susah
Pingback: Jadilah Dirimu Sendiri | dagdigdug.com
yang susah menjaga konsistensinya
…
Berarti lima tahun lagi saya ke sini, blog ini masih ada dan aktif dong mas? He he he
Mari kita membiasakan diri menulis (dengan baik), maka kemudian susahnya bisa terkurangi karena ala biasanya
.
Menulis yang paling mudah ialah menuliskan pengalaman pribadi yang kita alami. Modalnya kan cuma cerita
woh, ternyata blogger juga.
tak njajal mampir mrono..
Intinya, kalau mau jadi penulis hebat. Hal yang perlu dilakuin adalah tulis tulis tulis dan baca baca baca
ayo menulis dengan baik
jangan nulis sambil tidur, jangan nulis pake mulut… *eh
Nulis pakai mulut? Hmm..
iya neh,, aku selalu ngeluh kalau gak ada waktu buat nulis makanya postingan jarang2.. Tapi bahkan ada yang lebih sibuk daripada aku toh,, yang bisa menulis rutin.. lalu kenapa aku gak bisa? *tanya sama pohon kelapa* >.<
Bukannya “coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”? Dudududuuu..
masih ngantuk
siang cukup panas,susah tidur
ia bener banget tuh…
menulis dengan baik masih susah buat saya, tapi walaupun begitu saya tetap nulis heeeee
menulis? betul sekali, gampang-gampang susah.
saya menulis kadang gak terlalu banyak editing, seringnya langsung posting dan tulisan pendek-pendek.
maklum, masih belajar dan membiasakan diri menulis..
makasih tulisannya mas Gie.
salam