Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Meninjau Batching Plant Pionirbeton dan Proyek-proyeknya

Kalau lihat truk molen di jalan kadang saya penasaran, truk-truk itu dari mana ya berangkatnya? Kalau dari Bekasi atau Tangerang kan jauh, padahal ngerjain proyek di pusat kota Jakarta. Rasa penasaran saya akhirnya terjawabkan setelah hari Senin lalu diajak mengunjungi batching plant PT Pionirbeton Industri (Pionirbeton/PBI) di Kasablanka. Batching plant adalah tempat untuk memproduksi beton siap pakai dalam skala besar. Lokasi batching plant ini tidak jauh dari Mall Kota Kasablanka.

Meninjau Batching Plant Pionirbeton dan Proyek-proyeknya

Nggak nyangka ya batching plant lokasinya strategis begitu, pasti banyak proyek yang dikerjakan di pusat kota. PT Pionirbeton Industri ini merupakan anak perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) yang kepemilikannya 99,99 persen sahamnya dimiliki secara tidak langsung melalui PT Indomix Perkasa. Pionirbeton secara khusus memproduksi beton siap pakai (ready-mix concrete) dengan mencampur Ordinary Portland Cement (OPC) dengan bahan campuran yang tepat seperti pasir, batu, dan air.

Beton siap pakai itu kemudian dikirimkan ke lokasi proyek atau lokasi pelanggan dengan semen truk yang biasa disebut truk molen atau truk mixer untuk dicurahkan. Saat ini Pionirbeton memiliki 23 batching plant di mana 18 di antaranya berada di area Jabodetabek, sementara 5 lainnya berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Lokasi batching plant bisa berpindah-pindah sesuai permintaan proyek di mana perlu waktu sekitar tiga bulan untuk menyiapkan satu batching plant.

Meninjau Batching Plant Pionirbeton dan Proyek-proyeknya

Selain berada di pusat kota, batching plant di Kasablanka juga memiliki keunggulan sebagai produsen terbesar beton siap pakai dengan kapasitas mencapai 180 m3 per jam. Sebagai pemasok tunggal (single concrete supplier) untuk proyek District 8 Senopati, Pionirbeton menyiapkan dua batching plant yaitu di Sudirman dan di Kasablanka karena dekat dengan lokasi proyek. Terletak di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), proyek District 8 Senopati dibangun di area seluas 4,8 hektar dan memerlukan 275.000 m3 beton siap pakai.

District 8 Senopati terdiri dari 10 premium tower untuk perkantoran, apartemen, dan hotel. Pionirbeton mulai memasok beton siap pakai mulai kuartal ketiga tahun 2014 hingga pertengahan tahun 2017. Selain District 8 Senopati, Pionirbeton juga memasok beton siap pakai untuk sejumlah proyek dari pengembang Agung Sedayu Group seperti Menteng Park Apartment, Sedayu City Apartment, Gold Coast PIK apartment, dan PIK Office Tower.

Meninjau Batching Plant Pionirbeton dan Proyek-proyeknya

Di batching plant Kasablanka ini fasilitasnya lengkap, mulai dari jembatan timbang dengan kapasitas maksimal 120 ton. Setiap truk mixer yang baru masuk batching plant akan ditimbang kemudian dicuci untuk menghilangkan sisa material agar tidak tercecer di jalan. Agar tidak mencemari lingkungan, Pionirbeton menempuh sejumlah langkah seperti menutup area storage bahan baku dan belt conveyor untuk mengurangi polusi debu, bekerjasama dengan pihak ketiga untuk penanganan air limbah dan sisa produksi beton, serta melakukan penghijauan di sekitar batching plant.

Semua karyawan, kontraktor, dan tamu yang masuk ke area batching plant wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti safety shoes, safety helmet, dan vest. Proses produksi beton siap pakai diawali dengan melakukan inspeksi material mentah seperti pasir, split, screening, OPC, fly-ash, admixture sesuai standar yang berlaku. Masing-masing material seperti agregat, air, semen, dan admixture dikirimkan ke sistem batch terkomputerisasi hingga akhirnya beton siap pakai dipindahkan ke truk mixer di loading point.

Meninjau Batching Plant Pionirbeton dan Proyek-proyeknya

Setiap produksi beton siap pakai akan diuji sampelnya di area Curing di mana akan dicetak beton dalam ukuran kecil. Jika tidak ada keretakan maka beton siap dikirimkan. Sebelum keluar dari batching plant, truk mixer akan melewati inspeksi akhir untuk mengecek kondisinya. Corong truk mixer yang menjadi tempat keluarnya produk beton siap pakai harus dilengkapi dengan penutup agar tidak tercecer di jalan atau di lokasi lain.

Dari batching plant Pionirbeton di Kasablanka, saya diajak meninjau proyek yang dikerjakan Pionirbeton yaitu Menara Jakarta yang terletak tepat di depan gedung JIExpo Kemayoran. Proyek Menara Jakarta dibangun di area seluas 4 hektar dan akan memiliki enam tower residensial. Proyek ini dimulai bulan Agustus 2017 dan ditargetkan selesai tahun 2020. Dengan kebutuhan total mencapai 240.000 m3 beton siap pakai, Pionirbeton sudah memasok 25.000 beton siap pakai hingga November 2017 untuk proyek ini.

Meninjau Batching Plant Pionirbeton dan Proyek-proyeknya

Setelah itu saya juga diajak meninjau proyek Pionirbeton yang lain yaitu Skytrain Bandara Soekarno-Hatta. Selain memasok beton siap pakai untuk proyek gedung bertingkat, kawasan industri, dan perumahan, Pionirbeton juga memasok proyek transportasi umum seperti Jalan Tol Lido-Bocimi dan Skytrain Bandara Soetta ini. Untuk proyek Automated People Mover System (APMS) ini, Pionirbeton sudah memasok beton siap pakai sebanyak 43.000 m3.

Selain mencoba langsung naik Skytrain (Kalayang), saya juga menyaksikan proses pencurahan beton siap pakai dari truk mixer untuk pembangunan tiang beton untuk proyek Skytrain Bandara Soetta. Oh ya, saya juga menyaksikan proses pengujian sampel beton siap pakai seperti di batching plant. Jadi setelah truk mixer sampai di lokasi proyek akan diambil sedikit sampel dari corong truk mixer. Sampel ini akan dicetak di potongan pipa lalu diuji, hal ini untuk menjamin kualitas beton siap-pakai yang diproduksi Pionirbeton.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *