Health Gie

Mengobati Diri Sendiri dengan Swamedikasi

Saya terbiasa untuk sebisa mungkin tidak berobat ke dokter kalau saya sakit. Saya biasanya mengobati diri sendiri, minum multi-vitamin, dan istirahat yang cukup. Biasanya dengan begitu, penyakit saya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Lha wong, penyakit saya itu biasanya penyakit ringan, teman-teman kantor saya menyebutnya “penyakitnya orang miskin”. Dengan mengobati diri sendiri, saya bisa menghemat biaya konsultasi dengan dokter yang biasanya hampir sama dengan biaya obatnya sendiri.

Kebiasaan saya yang mengobati diri sendiri itu ternyata sudah dikenal dalam dunia kesehatan, istilahnya swamedikasi atau pengobatan mandiri. Swamedikasi mengacu pada kemampuan sendiri dalam mengobati penyakit yang dideritanya tanpa bantuan dokter atau tenaga medis. Swamedikasi dimulai di negara-negara maju karena biaya pengobatan yang cukup tinggi. Karena itu, orang lebih memilih pengobatan mandiri yang praktis dan hemat.

Meskipun jumlah rumah sakit dan tenaga medis di Indonesia meningkat pesat, jumlah itu tidak sebanding dengan resiko penduduk Indonesia. Selain itu biaya rumah sakit yang belum dapat dijangkau semua lapisan masyarakat membuat masyarakat lebih memilih swamedikasi. MarkPlus Insight telah melakukan survei terkait pengobatan swamedikasi terhadap 729 responden di enam kota besar di Indonesia. Survei yang dilakukan pada tanggal 1-4 April 2011 itu menunjukkan 80 persen responden melakukan pengobatan sendiri bila terkena penyakit.

Biaya dalam pengobatan umum terdiri dari biaya konsultasi dan biaya obat. Dalam pengobatan swamedikasi, biaya konsultasi dokter bisa dipangkas. Selain itu, penggunaan obat generik bisa lebih menghemat biaya pengobatan. Untuk melakukan pengobatan swamedikasi, pasien atau keluarga pasien harus mempunyai pengetahun tentang penyakit yang diderita dan obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan itu. Berkembangnya teknologi informasi memudahkan pasien untuk mendapatkan informasi mengenai penyakit dan obat itu melalui internet. Informasi yang lengkap bisa memberikan keberanian pada pasien untuk melakukan pengobatan swamedikasi.

Bila penyakit sudah bisa didiagnosa sendiri, langkah selanjutnya adalah memilih obat yang tepat. Namun bila ragu dalam memilih obat, Anda bisa bertanya pada apoteker atau asisten apoteker di apotek. Pemilihan obat yang tidak tepat bisa memperparah gejala penyakit yang diderita. Informasi mengenai pasien seperti jenis kelamin, umur, dan riwayat penyakit harus diberitahukan kepada apoteker sehingga apoteker bisa memberikan obat yang tepat. Setelah apoteker memberikan obat yang tepat, Anda sebaiknya menanyakan bagaimana cara pemakaian obat tersebut secara lengkap. Semakin lengkap informasi yang Anda dapatkan maka semakin besar kemungkinan program swamedikasi Anda akan berhasil.

Prinsip pengobatan swamedikasi yang harus dipegang bahwa orang yang paling mengetahui kondisi kesehatan Anda adalah Anda sendiri. Bila pengobatan swamedikasi bisa diterapkan, pasien akan lebih cerdas dalam mengobati penyakitnya dan bahkan bisa mengobati penyakit orang-orang di sekitarnya. Sementara konsep modern swamedikasi lebih menekankan langkah preventif daripada langkah kuratif, “lebih baik mencegah daripada mengobati”.

Jadi, Anda memilih berobat ke dokter atau melakukan pengobatan swamedikasi?

6843 Total Views 2 Views Today

58 Comments

  1. untuk satu hal yaitu sakit kepala, saya tidak bisa tidak harus minum obat, kalo ga gt ya makin parah sakit kepalanya bisa sampai mual atau muntah

  2. sepertinya saya juga …
    tidak harus melulu obat atau ke dokter
    bila demam saya bawa bertani biar berkeringat
    juga bila batuk minum jahe hangat udah beres

  3. kalau saya malah meng”anti”kan tubuh saya mengkonsumsi obat selain herbal… jadi kalau ke dokter hanya diagnosa saja.. >> kalau cara saya begini dinamakan apa ya mas Gie..?

    salam,
    darmanto

  4. swamedikasi ya namanya? saya biasanya bikin istilah sendiri self-healing xixixixi
    lebih suka swamedikasi dong daripada ke dokter
    lebih murah juga kan 😀
    paling males ke dokter dah
    klo masih bisa diatasi sendiri, ngapain nyumbang ke dokter? Hahahaha

  5. saleum,
    Terkadang penyakit ringan bisa diobatin sendiri, namun ada juga yang tidak, tp dengan cara diatas sudah sangat membantu kita supaya tidak terlalu manja dengan obat dari apotek….
    saya lebih suka dengan obat kampung yang bahannya dari tumbuhan.
    saleum

  6. iya lha mas… apalagi apa2 sekarang mahal, mendingan jaga kondisi badan, aku mending abis duit buat makan sehat dripada abis di obat! 😛

  7. Karena tren swamedikasi yang sudah cukup tinggi, maka pemerintah sudah menjadikan “swamedikasi” sebagai salah satu concern dan perhatian supaya tidak menimbulkan masalah baru

    Swamedikasi juga bisa salah kaprah, tetap ada aturan mainnya. Tidak semua kondisi gangguan kesehatan bisa ditangani melalui swamedikasi. Ikuti saja kaidah umumnya 🙂

  8. Karena tren swamedikasi yang sudah cukup tinggi, maka pemerintah sudah menjadikan “swamedikasi” sebagai salah satu concern dan perhatian supaya tidak menimbulkan masalah baru

    Swamedikasi juga bisa salah kaprah, tetap ada aturan mainnya. Tidak semua kondisi gangguan kesehatan bisa ditangani melalui swamedikasi. Ikuti saja kaidah umumnya 🙂

    Ini salah satu (atau satu2nya) tulisan Gie yang ngefarmasi abies. Kapan kuliah Apotekernya nih Mas..?

  9. Salam Takzim
    Ternyata memang benar ya mas Menjaga kesehatan itu lebih baik dibanding merawat penyakit agar tidak menyebar. Infirat sekali mas
    Salam takzim Batavusqu

  10. Sakit itu terkadang lebih terkait dengan kekebalan tubuh, dan itu bisa diatasi dengan suplemen dan kalsium. Orang yang memiliki asupan kalsium yang cukup akan lebih kebal terhadap penyakit… Dan yang penting juga olahraga

  11. itu langkah yg bijak. patut ditiru. meskipun saya termasuk orang yg males berobat, males ke rumah sakit.

    alhamdulilah. jarang sakit 🙂

  12. Ada tambahan dikit,
    tidak semua penyakit dan semua kondisi tertentu yang bisa ditindaklanjuti dengan prinsip swamedikasi. Penyakit tertentu dan pada tahap tertentu mengharuskan kita untuk memeriksakan diri kepada petugas kesehatan.
    Terimakasih 🙂

  13. kalau bunda mungkin lebih dulu melihat sakitnya apa ,Gie
    dg demikian bisa diupayakn pengobatan yg tepat sasaran 🙂
    kalau hanya pusing (biasanya kl tgl tua 😀 :D)dibawa tidur juga sembuh.
    salam

  14. swamedikasi dengan pantauan paramedis. Karena saya tak dapat melihat kondisi dinding lambung saya dengan mata telanjang. Namun perlu bantuan alat rontgen.

  15. Kalau sudah terbiasa minum obat, susah juga kalau tiba2 gak minum obat ya. Saya termasuk yang sering sekali sakit kepala, dan selalu mengatasinya dengan minum air hangat dan obat sakit kepala… 🙁

  16. yup, sebenarnya tubuh kita bisa mengobati diri sendiri, dan obat hanya membantu mempercepat pengobatannya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *