Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Mencari Makanan Halal di Jepang Ternyata Tidak Susah

Baru-baru ini ada sebuah waralaba restoran yang diisukan menggunakan angciu dan minyak babi pada beberapa produk makanannya. Setelah isu itu tersebar barulah ketahuan ternyata waralaba restoran itu ternyata belum memiliki sertifikat halal dari MUI. Sebagai negara mayoritas muslim, kehalalan makanan memang penting. Semua restoran di Indonesia, mulai dari restoran besar hingga kios mungil, harus memenuhi standarisasi halal dari MUI.

Dua hari yang lalu, saya berkesempatan menghadiri acara konferensi pers Japan Halal Food Project yang diadakan di Hotel Le Meridien Jakarta. Menarik sekali karena ternyata Jepang juga memperhatikan waralaba-waralaba restoran mereka di Indonesia. Selain ingin mempererat hubungan bilateral dengan Indonesia yang sudah berjalan lebih dari 55 tahun, Jepang juga ingin mencari pemahaman lebih tentang masyarakat muslim di Indonesia.

Sebelum acara dimulai, sebuah demo masak kecil memperlihatkan proses memasak makanan Jepang. Saya bisa melihat semua bahan yang digunakan dan bagaimana higienisnya proses memasaknya. Salah satu menunya adalah California Maki yang menggunakan bahan-bahan seperti Nasi Sushi, Yaki Nori, Avocado, Kani Stick, Timun Jepang, Mayonaise, Selada Keriting, dan Tobikko (telur ikan). Dan inilah cemilan saya sambil menunggu acara dimulai.

Japan Halal Food Project Indonesia Cooking Japan

Tidak berapa lama, acara konferensi pers pun dimulai dengan pengenalan singkat mengenai makanan Jepang yang halal oleh Bapak Gigin Praginanto. Selanjutnya Bapak Ernst K Remboen, Presiden Direktu PT. Kerabat Dyan Utama (Radyatama), selaku Manajemen Cooking Japan, menjelaskan  mengenai Japan Halal Food Project ini. Bapak Ernst K Remboen menjelaskan proyek ini terdiri dari peluncuran website IndonesiaCookingJapan.Com dan acara Cooking Japan School Carnaval.

Website Cooking Japan yang sudah diluncurkan pada tanggal 2 Desember 2013 itu berisi berbagai macam informasi mengenai makanan-makanan Jepang yang halal. Konten website tersebut antara lain resep makanan Jepang yang halal, budaya kuliner Jepang, dan panduan wisata wisatawan muslim untuk memperoleh restoran-restoran halal di Jepang. Website Cooking Japan ini semakin interaktif karena ada beberapa konten video yang menarik.

Selain peluncuran website Cooking Japan, Japan Halal Food Project juga mengadakan acara Cooking Japan School Carnaval yang akan diselenggarakan awal tahun depan. Menurut Bapak Ernst K Remboen, acara Cooking Japan School Carnaval akan diadakan di lima sekolah di Jakarta. Dengan diadakannya acara Cooking Japan School Carnaval ini, para pelajar akan melihat dan ikut langsung dalam proses memasak makanan Jepang yang halal.

Bapak Ernst K Remboen menjelaskan Cooking Japan School Carnaval hampir sama dengan demo masak kecil yang baru saja saya ikuti. Begitulah konsep sistem monitoring produksi makanan Jepang yang memakai konsep nyaman, aman, dan bersih. Menurut Bapak Ernst K Remboen, konsep itu mirip dengan konsep makanan halal dalam Islam. Kalau dilihat dari bahan dan proses memasaknya, makanan Jepang ini cuma tidak memakai kata bismillah saja.

Japan Halal Food Project Indonesia Cooking Japan

Selanjutnya, Mr. Eichi Ueda selaku Officer Direktur Eksekutif First Co., berbicara tentang kurangnya informasi mengenai konsep halal dalam Islam. Karena itu terjadi kesenjangan antara masyarakat Jepang dan Indonesia. Hal ini cukup menyulitkan bagi wisatawan Indonesia atau orang Indonesia yang menetap di Jepang. Bisa dibayangkan susahnya mencari makanan halal di Jepang karena tidak ada logonya, jadi harus mengecek bahannya satu per satu.

Bapak Rodiyan Gibran Sentanu dari NAHA (Nippon Asia Halal Assosiation) menceritakan pengalaman selama kuliah di Jepang. Pertama tinggal di Jepang, Rodiyan Gibran Sentanu kesulitan mencari restoran dan makanan Jepang yang halal. Setiap kali mau membeli makanan harus bertanya ke penjual, melihat daftar bahan di kemasan, bahkan kadang harus menelfon langsung ke produsennya. Sebegitu repotnya membeli makanan halal di Jepang.

Berbekal pengalamannya itu, Rodiyan Gibran Sentanu bergabung dengan Nippon Asia Halal Assosiation untuk membantu orang-orang Indonesia untuk memperoleh makanan halal di Jepang. Pihaknya terus berusaha untuk memperoleh sertifikasi MUI, termasuk harus mengikuti pelatihan langsung di Indonesia. Menurut Rodiyan Gibran Sentanu yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PPI Jepang, hal ini juga penting sebagai proses dakwah Islam.

Japan Halal Food Project Indonesia Cooking Japan

Selanjutnya pembicara terakhir adalah Bapak Rachmat Gobel dari (PPIJ) Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang. Bapak Rachmat Gobel yang pernah kuliah di Jepang juga menceritakan hal yang serupa, mencari makanan berlabel halal di Jepang sangatlah sulit. Dengan adanya, Japan Halal Food Project ini bisa digunakan untuk mempelajari kekuatan produk asal negeri Sakura yang dapat diimplementasikan dalam industri makanan Indonesia.

Setelah mengikuti acara konferensi pers Japan Halal Food Project ini, saya berharap makanan-makanan Jepang banyak yang memperoleh sertifikasi halal dari MUI. Menurut Rodiyan Gibran Sentanu, saat ini ada beberapa makanan Jepang yang masih dalam proses sertifikasi halal MUI. Jadi kalau nanti ada kesempatan jalan-jalan ke Jepang jadi lebih gampang nyari makan di sana. Setidaknya bisa ngasih tahu teman-teman yang lagi di Jepang.

Buat kamu yang senang mencicipi atau memasak sendiri makanan Jepang, kamu bisa share foto dan resep makanan Jepang ala kamu sendiri di website IndonesiaCookingJapan.Com, Twitter @cookingjapan, Facebook Cooking Japan, dan Instagram CookingJapan. Jangan lupa bergabung dengan sosial media Cooking Japan ya. Selain menjadi tempat berbagi tips dan informasi, kamu juga bisa membuktikan bahwa makanan Jepang ala Indonesia tidak kalah enaknya.

4214 Total Views 1 Views Today
21 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *