Health Gie

Mencari Ide Inovasi untuk Desa, Layanan Kesehatan, dan Ibu

Masih ingat dengan kisah saya yang merasa bersalah karena lebih memilih naik motor daripada menggunakan kendaraan umum? Daripada dihantui rasa bersalah terus, saya perlahan meninggalkan ketergantungan dari sepeda motor. Untungnya saat ini saya sudah memulai karir sebagai freelancer yang hampir semua pekerjaannya diselesaikan di rumah. Paling ngantornya hanya sekali seminggu, biasanya hari Rabu diminta meeting. Dengan ‘memuseumkan’ sepeda motor, saya bisa mengurangi minimal satu sepeda motor di jalanan Jakarta. Meskipun sesekali harus meeting dan menggunakan sepeda motor, setidaknya itu yang bisa saya lakukan untuk tidak memperparah kemacetan di Jakarta. Sembari menunggu pemerintah dan swasta mempersiapkan moda transportasi umum yang lebih baik.

Kebetulan kemarin saya lewat Tanah Abang, dulu waktu kerja di kantor lama saya selalu lewat Tanah Abang, di depan stasiun itu. Dulu tiap pagi pasti macet karena angkot-bajai ngetem, pedagang kaki lima, dan orang yang menyeberang ke stasiun. Pemandangan semrawut itu tidak saya temui ketika saya lewat Tanah Abang kemarin. Iya, berita perbaikan berbagai fasilitas umum di Tanah Abang sebenarnya sudah saya lihat di koran, situs berita, dan sosial media. Tapi baru kemarin saya melihat secara langsung. Lalu saya membayangkan beberapa tahun lagi akan semakin banyak saja perbaikan di semua bidang karena pemerintah yang saat ini lebih terlihat kinerjanya. Kalau pemerintah bisa lebih bekerjasama dengan pihak swasta tentu perbaikan-perbaikan ini akan bisa dilakukan secara berkelanjutan.

Salah satu pihak swasta yang bekerjasama dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta adalah PT Philips Indonesia, misalnya dalam program pencahayaan Tugu Monas yang sudah dimulai sejak 1 Agustus 2012. Saya yang kebetulan hadir dalam acara peresmian program bernama Kota Terang Hemat Energi itu menyaksikan secara langsung respon positif dari masyarakat terhadap program ini. Selain itu, pada awal tahun 2012, PT Philips Indonesia juga telah meluncurkan program The ‘+’ Project untuk menerima ide-ide dari masyarakat demi terciptanya Kota Layak Huni, Hidup Sehat, dan Akses terhadap Layanan Kesehatan. Selama delapan minggu, dari 28 November 2011 sampai 29 Januari 2012, lebih dari 600 ide terkumpul. Nah, tahun ini PT Philips Indonesia kembali meluncurkan project yang serupa.

Philips Indonesia – Inovasi Penuh Makna Untuk Anda

Berlokasi di fCONE, fX Sudirman, PT Philips Indonesia meluncurkan project baru bernama “Inovasi Penuh Makna Untuk Anda” yang merupakan kelanjutan dari The ‘+’ Project. Chatrine Siswoyo, selaku Corporate Communications Manager PT Philips Indonesia, menjelaskan secara rinci mengenai program “Inovasi Penuh Makna Untuk Anda” ini. Sebagai perusahaan yang ingin terus meningkatkan kualitas hidup orang Indonesia, PT Philips Indonesia berusaha menempuh tiga cara yaitu 1) mendengar masukan dari instansi pemerintah, LSM, dan konsumen, 2) berkolaborasi dengan mitra komunitas, dan khalayak luas, serta 3) mewujudkan ide-ide inovasi terbaik yang sudah terjaring. Sedikit berbeda dengan The ‘+’ Project, program “Inovasi Penuh Makna Untuk Anda” menggunakan tiga tema yang sedikit berbeda.

Jika The ‘+’ Project menggunakan tema Kota Layak Huni, Hidup Sehat, dan Akses terhadap Layanan Kesehatan, program “Inovasi Penuh Makna Untuk Anda” menggunakan tiga tema Inovasi Pengembangan Desa, Inovasi Akses Layanan Kesehatan, dan Inovasi Untuk Ibu. Tema sebenarnya hampir sama tapi sedikit lebih dikhususkan, jika sebelumnya kota sekarang ke desa. Saya sangat suka tema ini karena selama ini inovasi cenderung hanya ada di kota-kota, sementara di desa-desa yang memerlukan inovasi-inovasi sederhana malah belum tersentuh. Selain itu, tema Inovasi Untuk Ibu juga lebih spesifik lagi. Philips memang sudah sangat memerhatikan kaum ibu (dan perempuan pada umumnya), misalnya dengan menciptakan aplikasi deteksi dini kanker payudara Spot It Yourself yang lahir dari ide Rina Susanti, salah satu pemenang The ‘+’ Project.

Kalau dulu kamu ketinggalan untuk ikutan The ‘+’ Project, sekarang saatnya kamu mewujudkan ide-ide inovasi dalam program “Inovasi Penuh Makna Untuk Anda” ini. Caranya gampang sekali, cukup dengan membuka situs Inovasi Penuh Makna Untuk Anda dan masukkan ide inovasi kamu untuk tiga tema Inovasi Pengembangan Desa, Inovasi Akses Layanan Kesehatan, dan Inovasi Untuk Ibu. Begitu kamu klik menu “Kirimkan Ide Anda”, kamu tinggal memasukkan data nama dan email, atau kalau mau lebih gampang tinggal login dengan Facebook atau Twitter. Lalu isi judul dan ide kamu, klik kolom “Saya menyetujui Syarat dan Ketentuan Berlaku”, isi kolom catpcha, dan kirim ide inovasi kamu. Oya, tulis ide kamu minimal 250 karakter ya dan kamu juga bisa memasukkan file pendukung dalam format (jpg pdf doc ppt dan xls) untuk memperjelas ide kamu, tapi ukuran maksimalnya hanya 2 MB ya.

Kalau kamu punya ide inovasi yang brilian langsung submit ide inovasi kamu ya. Kalau belum ada ide, kamu masih bisa cari ide atau data pendukung karena kamu masih bisa submit ide inovasi sampai 16 November 2013, masih ada waktu sebulan lagi. Waktu untuk submit ide kamu sebenarnya sudah dimulai dari tanggal 1 Oktober 2013, jadi waktunya selama 7 minggu dan di setiap minggunya akan dipilih 5 ide terbaik. Jadi selama 7 minggu ada 35 ide terbaik yang akan diseleksi oleh tim dari Philips beserta mitranya dari pemerintah, LSM, dan swasta. Tim juri ini akan menyeleksi lagi dari 35 ide terbaik yang terkumpul menjadi 12 ide saja. Nah, 12 ide terbaik itu akan diumumkan pada 25 November 2013 dan langsung masuk periode voting oleh publik. Philips akan memberi waktu kepada publik untuk memilih 2 ide terbaik dari 12 ide yang terpilih sampai tanggal 8 Desember 2013.

Dua ide yang memiliki voting tertinggi akan menjadi pemenang utama program “Inovasi Penuh Makna Untuk Anda” dan Philips akan memberikan dana sebesar Rp 1,5 miliar bagi kedua pemenang untuk mengimplementasikan ide inovasinya tersebut. Besar banget dananya, masing-masing pemenang akan mendapatkan dana sebesar Rp. 750 juta untuk mewujudkan ide inovasinya. Selain itu dua pemenang utama akan mendapatkan produk Philips senilai total Rp. 25 juta. Enak banget ya pemenangnya, sudah dapat dana Rp. 750 juta untuk mewujudkan ide inovasinya, dapat produk Philips juga jadi bisa ganti peralatan rumah dengan produk Philips mulai dari lampu sampai home theater.

Selain itu ide inovasinya juga akan berguna bagi orang banyak, kepuasan batinnya pasti besar sekali seperti yang dirasakan Rina Susanti yang telah membantu jutaan perempuan Indonesia untuk mendeteksi kanker payudara. Enggak cuma dua pemenang utama yang seneng pastinya karena Philips juga memberikan hadiah berupa produk Philips bagi lima pemenang ide terbaik mingguan. Selain itu 12 ide terbaik yang dipilih tim Philips dan mitranya jugaakan mendapatkan hadiah khusus dan sertifikat dari Philips. Jangan lewatkan kesempatan menarik ini ya, langsung saja klik situs program “Inovasi Penuh Makna Untuk Anda” dan submit ide inovasi kamu. Kalau kamu nanti menang kabarin ya. 🙂

8336 Total Views 2 Views Today

32 Comments

  1. nah terus, mas Gie udah nyumbangin ide apa nih..? 🙂
    Aku ini orangnya nggak inovatif, mas. Pecinta yang praktis2 sih iya, tapi bikin terobosan baru…? Aduh, nanti duluuuu..! Hahaha, payah deh ah! 😀

    1. Enggak usah yang berat-berat, Mbak. Dimulai dari curhat aja siapa tahu muncul ide inovasi baru, secara kan cocok tuh dengan temanya, sebagai seorang ibu pasti banyak yang perlu dicurhatkan. 😀

  2. saya berharap desa yang dituju kampung cikaramat, Sukabumi, dulu saya perah observasi di sana. Sarana prasarananya masih sangat kurang, bisa dibayangkan bagaimana desa yang direlokasi dari bahaya longsor itu jauh dari pusat layanan publik..

    1. Halo Mbak Tina, sebaiknya Mbak Tina langsung ikut submit idenya aja biar bisa jelasin kondisi di Kampung Cikaramat itu kayak gimana. Jangan lupa dikasih data pendukung ya, Mbak, misalnya foto-foto gitu..

  3. sepertinya ini sangat menarik mas gie, kebetulan saya punya inovasi pengembangan desa yang dah lama ada dalam fikiran saya, layak ini buat saya coba untuk saya coba submid pemikiran saya, makasih mas gie tas infonya, langsung tkp

  4. hadiahnya itu yang bikin pengen ikut
    tapi ide yang pengin dikeluarin masih belom nongol
    apalagi terkait inovasi semacam ini

    tak semedi disek mas
    hehehe

  5. Mas Gie, aku mau nanya serius nih.. 😀

    Idenya kan dituangkan di 2 tempat.. 1 di dokumen word, satunya di web philips.. Nah, yang mau aku tanyain, kedua ide web dan dokumen word harus sama percis / diweb hanya rangkuman dan diword versi lengkapnya.

    Serius nih mas, jgn sintagaram lg kyk waktu itu.
    😀

    1. Halo Mbak Dita, hehee. Maaf waktu itu bercanda.

      Jadi gini, di kolom Ide Anda itu Mbak Dita bisa masukkan minimal 250 kata, bisa lebih. Kalau ingin menjelaskan lebih rinci lagi, Mbak Dita bisa lampirkan dokumen pendukung bisa gambar, data sheet, atau tulisan dalam format word. Isinya harus sama dengan ide yang sudah dimasukkan tapi di situ Mbak Dita bisa menjelaskan lebih rinci, misalkan dengan gambar atau dokumen-dokumen pendukung. Gitu, Mbak.

      Kalau ada yang ditanyakan lagi monggo.. 🙂

  6. Idenya Philips bagus bgt nih, promosi sekaligus membantu mengembangkan kehidupan di desa. Kemajuan desa, kesehatan ibu dan anak adalah isu yang sangat penting dan harusnya bisa merata di semua tempat. Dan Ide inovasi ini sebenarnya pasti banyak dimiliki oleh orang muda di Indonesia, kita tunggu aja kabar selanjutnya mas Gie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *