Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Memilih Mobile Apps Terbaik di Black Apps Competition 2013

Saya tertarik dengan kompetisi Black Innovation Award yang secara rutin diadakan setiap tahun. Ajang kompetisi ide desain inovatif yang sudah diadakan sejak tahun 2007 ini sudah menghasilkan beberapa inovator baru. Tidak hanya penghargaan yang didapat, desain inovatif yang mereka ciptakan juga diproduksi secara massal. Untuk mengikuti perkembangan zaman, tahun ini mulai diadakan kompetisi serupa yaitu Black Apps Competition. Ajang Black Apps Competition yang baru diadakan mulai tahun ini sedikit berbeda dengan Black Innovation Award.

Jika Black Innovation Award mencari desain inovatif yang bisa diproduksi secara massal, Black Apps Competition 2013 lebih mencari mobile apps yang bermanfaat dan bisa digunakan untuk menunjang kehidupan sehari-sehari. Menurut saya, di zaman yang serba digital ini, sudah saatnya ada kompetisi mobile apps seperti yang sudah banyak diadakan di luar negeri. Siapa tahu mobile apps karya orang Indonesia bisa digunakan banyak orang di seluruh dunia. Karena penasaran dan ingin mencoba langsung mobile apps dari 11 finalis Black Apps Competition 2013, hari Minggu lalu saya meluncur ke Cilandak Town Square (Citos).

Black Apps Competition 2013

Ketika melakukan registrasi, tiba-tiba saya melihat Yoris Sebastian, juri Black Innovation Award. Rupanya Om Yoris juga tertarik dengan kompetisi Black Apps Competition 2013 ini. Pada hari itu diumumkan 4 pemenang Black Apps Competition 2013 sekaligus diadakan acara Awarding Night-nya. Jadi, sebelas finalis Black Apps Competition 2013 ini sudah mengalahkan 1.551 ide mobile apps yang masuk selama rentang waktu seleksi awal dari 1 November 2012 sampai 8 Februari 2013. Dari ribuan peserta itu akhirnya terpilih 50 semifinalis yang memperoleh kesempatan mempresentasikan ide mobile apps di depan 5 juri Black Apps Competition 2013.

Pihak penyelenggara bekerjasama dengan lima juri yang sudah tidak diragukan lagi kapabilitas dan kompetisinya di industri kreatif dan khususnya mobile apps. Kelima juri Black Apps Competition 2013 itu adalah Andrew Darwis (Founder KasKus), Raditya Dika (Penulis dan Blogger), Selina Linman (Founder Urbanesia), Budiono Darsono (Co-Founder Detik.Com), dan Rene L. Pattiradjawane (Wartawan IT Senior). Kelima juri ini mengaku terkesima dengan ide-ide mobile apps yang terjaring karena kebanyakan idenya orisinil, out of the box, dan tetap memiliki cita rasa lokal. Salah satu yang cukup menarik perhatian juri adalah apps game Kuda Lumping karya Apris Sugiarto Sudrajat.

Black Apps Competition 2013

Awalnya dari 50 finalis ini akan diseleksi menjadi12 finalis, tapi entah kenapa akhirnya terpilih 11 finalis. Mereka adalah Sandy Colondam (BloodMob), Fahri Ali Imran (Celia), Fikri Firdiansyah (Dokutown), Yonas Rahendanu (Emba), Tirta Adi Gunawan (Health Supporter), Apris Sugiarto Sudrajat (Kuda Lumping), Ias Ari Mahaputra (Silat Academy), Padhu Waskitha Adiraharja (Smurt), Maximillian Audrey (Tutwuri), Danu K Wardhana (Wisdomp), dan Cepi Burhan (Zigna). Dari 11 mobile apps ini, ada 5 apps kategori productivity, 3 apps kategori social network, 2 apps kategori edutainment, dan 1 apps kategori games.

Dari situ saya bisa menarik kesimpulan bahwa mobile apps yang diharapkan dari para juri adalah mobile apps yang bisa mendukung prouktivitas kita dalam kehidupan sehari-hari. Selain bagus, mobile apps juga harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 11 finalis ini bersaing memperebutkan 4 mobile apps terbaik dan 1 mobil apps favorit melalui online voting. 4 mobile apps terbaik murni dipilih oleh kelima juri Black Apps Competition 2013, sedangkan mobile apps favorit dipilih berdasarkan voting tertinggi yang diadakan dari tanggal 1 Mei 2013 sampai 15 Juni 2013. Dan inilah hasil online votingnya.

Black Apps Competition 2013

Di Atrium Citos itu, saya sekalian bisa kopdar dengan banyak blogger IdBlogNetwork. IdBlogNetwork selaku official partner mengundang sekitar 100 blogger dalam event Black Apps Competition 2013 ini. Pantas saja hampir dari semua kursi yang disediakan panitia diduduki blogger-blogger IdBlogNetwork, di antaranya ada Eyang @anjari, Mas @amriltg, Mas @indobrad, Kang @didno76, @Babeh_Helmi, Mas @rosidnet, dan masih banyak lagi. Selain itu semua tim dari IdBlogNetwork juga datang, mulai dari Mbak @MubaRika_D, Mas @radityo_da, Mas @kukuhtw, Mbak @leilafw, Mas @teRRenJr, Mbak @ayu_kusumo26, Mas @izor_, Mbak @nadadita, Mbak @niyasyah, dan masih banyak lagi.

Selain itu, event Black Apps Competition 2013 juga diramaikan oleh Kaskusers regional Jabodetabek. Selain karena foundernya menjadi salah satu juri, Kaskus ternyata menjadi official community partner dari event Black Apps Competition 2013 ini. Booth Kaskus yang terletak di sebelah kanan panggung tampak tidak pernah sepi dari kaskusers yang datang meramaikan event Black Apps Competition 2013 ini. Sebelum diadakan Awarding Night Black Apps Competition, pengunjung bisa menikmati exhibition dan mengikuti beberapa talkshow.

Black Apps Competition 2013

Pengunjung bisa langsung mencoba 11 mobile apps finalis, bahkan ada sesi khusus kompetisi game Kuda Lumping yang diikuti beberapa rekan media. Acara Black Apps Competition 2013 dibuka langsung oleh Raymond Portier selaku brand manager Djarum Black dan Sindarta Gemilang selaku Direktur Concrete System PT. Global 99, serta dua juri Black Apps Competition 2013, Andrew Darwis dan Raditya Dika. Raymond Portier menyampaikan rasa bangganya karena bisa memberikan wadah bagi generasi muda yang ingin menciptakan mobile apps.

Sindarta Gemilang menyoroti ide dari para peserta Black Apps Competition 2013 yang bukan berasal dari industri digital justeru bisa menghasilkan ide orisinal. Meskipun tahun ini baru diperuntukkan untuk mobile apps berbasis Android, Sindarta Gemilang berharap Black Apps Competition 2013 menjadi cikal bakal mobile apps nasional yang bisa dinikmati masyarakat luas. Andrew Darwis dan Raditya Dika sebagai juri menjelaskan bahwa kriteria utama dalam penjurian Black Apps Competition 2013 ini adalah orisinalitas, out  of the box, dan cita rasa lokal.

Black Apps Competition 2013

Setelah itu, 11 finalis Black Apps Competition 2013 tampil di atas panggung untuk melakukan presentasi singkat mengenai mobile apps ciptaannya masing-masing. Kesebelas finalis tampak semangat menjelaskan mobile apps-nya, meskipun beberapa terlihat deg-degan karena sebentar lagi akan diumumkan pemenang mobile apps terbaik Black Apps Competition 2013. Dan setelah menunggu berbulan-bulan akhirnya yang menang adalah Sandy Colondam (BloodMob), Yonas Rahendanu (Emba), Apris Sugiarto Sudrajat (Kuda Lumping), dan Maximillian Audrey (Tutwuri). Sedangkan pemenang favorit adalah Ias Ari Mahaputra (Silat Academy) karena telah memperoleh hasil voting terbanyak yaitu 2.388 vote.

Keempat pemenang mobile apps terbaik Black Apps Competition 2013 memperoleh hadiah masing-masing Rp. 25.000.000,-. Sedangkan pemenang favorit, Ias Ari Mahaputra, memperoleh hadiah sebesar Rp. 10.000.000,-. Sebagai bentuk apresiasi dari penyelenggara Black Apps Competition 2013, keenam finalis lainnya memperoleh hadiah masing-masing sebesar Rp. 2.000.000,-. Hadiah khusus diberikan kepada keempat pemenang utama Black Apps Competition 2013 yaitu mobile apps mereka direalisasikan menjadi aplikasi Android yang langsung bisa diunduh di Google Play Store beberapa saat setelah pengumuman pemenang tersebut.

Black Apps Competition 2013

Jika dilihat dari keempat pemenang Black Apps Competition 2013, saya cukup senang karena ternyata peserta di luar Jakarta cukup berhasil. Meskipun pada babak final didominasi peserta dari Jabodetabek (7 dari 11 finalis), pemenang utama cukup merata yaitu 1 pemenang dari Jakarta (Sandy Colondam), 1 dari Jawa Timur (Maximillian Audrey), dan 2 dari Jawa Tengah (Apris Sugiarto Sudrajat dan Yonas Rahendanu). Selain itu, keempat pemenang ternyata kebanyakan tidak memperoleh banyak vote online, kecuali Tutwuri (2.252 vote). Tampaknya juri memiliki kriteria yang ketat untuk menentukan juaranya, sedikit berbeda dengan selera para online voters.

Yang cukup mengejutkan saya adalah kalahnya CELIA karya Fahri Ali Imran, padahal di online voting memperoleh peringkat ketiga (1.186 vote). Bahkan di Kaskus, CELIA ini memperoleh peringkat pertama voting (26% vote). Menurut saya, mobile apps ini sangat diperlukan oleh para pengguna kendaraan. Fahri Ali Imran yang masih kuliah di Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia menciptakan mobile apps ini agar pengendara bisa melihat kondisi jalan secara realtime, mengetahui jarak tempuh, penggunaan bahan bakar, dan bahkan untuk mengecek kondisi kendaraan.

Black Apps Competition 2013

Sebelum dimulai talkshow, saya mencoba kesebelas mobile apps para finalis melalui bigscreen, meskipun harus mengantri dulu. Acara talkshow pertama mendatangkan founder dan owner ID-ANDROID (Indonesian Android Community), Agus Hamonangan. Karena dalam Black Apps Competition 2013 ini baru dikompetisi mobile apps berbasis Android, Agus Hamonangan banyak berbicara tentang OS Android yang sangat terbuka untuk para developer. Selain itu, Agus Hamonangan juga memberi beberapa tips menghemat baterai pada gadget Android yang katanya boros baterai.

Pembicara selanjutnya adalah Sigi Wimala, artis yang juga merintis proyek Museum Bercerita. Aplikasi Museum Bercerita yang diciptakan Sigi Wimala berawal dari kegelisahannya ketika menjadi Duta Museum Indonesia 2011. Sigi Wimala ingin orang yang datang ke museum tidak hanya foto-foto saja, tapi juga memperoleh pengetahuan baru. Aplikasi Museum Bercerita menyediakan file suara yang bisa diunduh gratis dan bisa digunakan untuk menemani orang jalan-jalan di museum. Sigi Wimala memilih media suara karena anak-anak umumnya suka dengan cerita yang didongengkan sehingga lebih mudah diterima.

Black Apps Competition 2013

Setelah diberi contoh nyata bagaimana mobile apps sangat berguna jika diaplikasikan, kini talkshow selanjutnya mendatangkan pembicara dari IdBlogNetwork, yaitu Mubarika Darmayanti. Mbak Rika menjelaskan bahwa IdBlogNetwork yang bertindak sebagai official partner dalam event Black Apps Competition 2013 sangat mendukung kompetisi mobile apps seperti ini. Mbak Rika juga berterima kasih kepada sekitar 100 blogger yang meliput acara Black Apps Competition 2013 ini. Tidak lupa, Mbak Rika memperkenalkan blogger IdBlogNetwork yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Jabodetabek, Indramayu, Madura, bahkan ada juga beberapa blogger Kosmik UH Makassar.

Talkshow selanjutnya cukup membuat saya merinding karena materinya ‘The Web is Dead”. Pembicaranya adalah Edi Taslim, Digital Group Director Kompas Gramedia. Menurut Edi Taslim yang juga direktur Urbanesia ini, lama-kelamaan web akan digantikan oleh aplikasi. Jika dulu orang bangun tidur mencari informasi melalui situs atau blog, sekarang orang sudah mengandalkan aplikasi. Edi Taslim memprediksikan kelak situs-situs terpaksa harus berubah menjadi aplikasi agar lebih dekat dengan pembacanya. Sebagai blogger, rasanya benar juga kata Edi Taslim ini. Kalau orang bisa lebih mudah menikmati blog saya melalui aplikasi, rasanya tidak ada pilihan lagi. *brb bikin apps giewahyudi.com*

Black Apps Competition 2013

Tidak ketinggalan juga Kaskusers dari beberapa regional yang mengisi sesi talkshow, sebelum datang pembicara yang paling ditunggu di acara Black Apps Competition 2013 ini yaitu Raditya Dika. Selebtwit yang juga seorang penulis, blogger, komik, dan aktor ini berbagi tips untuk menjadi selebtwit. Judulnya “My Tips to Become Famous in Social Media”, gampangnya sih gimana jadi selebtwit. 🙂 Menurut saya tips-nya standar banget sih, seperti buat bio semenarik mungkin sampai cara mengelola follower. Semua bener sih, soalnya pembicaranya berfollower 5 juta orang lebih itu. Mari kita mulai dengan mengganti bio hanya dengan tiga kata saja. Gimana saya sudah kelihatan jadi selebtwit belum? 🙂

Talkshow selebtwit bersama seorang selebtwit memang seru, Atrium Citos sampai penuh sesak. Setelah talkshow, banyak orang minta foto bareng Raditya Dika. Katanya sih, ada yang nylethuk “Mas, mau foto bareng dong, tapi sama Mas Anca”. Hhahahaa. Beneran lho, Mas Anca “Malam Minggu Miko” ada di event Black Apps Competition 2013, tapi tidak jadi pembicara sih, cuma seliweran aja. Sudah ikutan “marathon talkshow”, ternyata laper juga. Untungnya pihak penyelenggara menyediakan voucher gratis J.Co. Sambil ngemil donat, saya ngobrol tentang blog dan sosial media bareng @Farul_Piliang dan @wiradynata. Ngobrolin soal selebtwit yang tadi juga sih. 🙂

Black Apps Competition 2013

Petang itu Citos diguyur hujan, jadi ngobrolnya makin ngalor ngidul karena ga bisa ke mana-mana. Setelah acara coffee break selesai, acara selanjutnya adalah Awarding Night yang dilanjutkan dengan penampilan beberapa musisi seperti Bayu Risa, Jakarta Pad Project, dan Lamuru Perkussions. Suasana meriah di Atrium Citos kembali hadir ketika para finalis Black Apps Competition 2013 naik panggung untuk menerima penghargaan dan hadiah, mulai dari pemenang utama, pemenang favorit, dan pemenang hadiah apresiasi. Selamat kepada semua pemenang ya.

Acara hiburan dimulai dengan tampilnya Lamuru Percussion dengan ciri khas topeng putihnya. Penampilan perkusinya keren, meskipun sangat berisik tapi tetap asik. Selanjutnya, Bayu Risa tampil dengan tempo yang lebih ngepop. Suasana di panggung semakin seru ketika Bayu Risa berkolaborasi dengan Lamuru Percussion dan Jakarta Pad Project. Penampilan Jakarta Pad Project yang paling keren menurut saya, mereka memainkan musik dengan aplikasi di smartphone iPhone dan tablet iPad. Sesuai banget sama tema Black Apps Competition 2013.

Untuk ukuran event perdana, Black Apps Competition 2013 cukup sukses karena bisa menjaring ribuan ide mobile apps. Semoga tahun depan lebih sukses lagi dan ada peserta dari luar Pulau Jawa. Harapan saya sih tahun depan ada blogger yang ikut dalam ajang Black Apps Competition ini. Sampai jumpa di #BAC2014 ya..

6173 Total Views 4 Views Today
27 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *