Finance Gie

Memahami Resiko Keuangan

Kemarin saya ke Senopati lagi. Tak ada rencana sebelumnya, tiba-tiba seorang teman mendaftarkan saya di kelas Financial Fund, Akademi Berbagi. Saya pasrah saja didaftarkan, tanpa bertanya apa tema pelajarannya. Yang saya tahu, minggu ini Mas Aidil tidak bisa mengajar karena sedang menjalankan ibadah haji.

Akhirnya sampailah saya di halte busway Bundaran Senayan. Rencana awal saya janjian dengan seorang teman yang mendaftarkan saya tadi. Tapi sms dan telfon saya tidak mendapatkan jawaban. Untunglah seorang teman lagi mau saya ajak menemani. Akhirnya saya jalan kaki dari Bundaran Senayan ke Senopati. Jauh juga.. hufftt.. Kasihan teman sebelah saya.

Saya terlambat sekitar lima menit, buka pintu kelas langsung disambut Bu Kepsek. Tak lama kemudian, kelas dimulai. Om Budi ternyata yang jadi pak guru kami. Kali ini kelas Financial Fund mengambil tema Profil Resiko. Baiklah kelas dimulai..

Dalam semua hal, kita akan dihadapkan pada resiko. Resiko dibagi dua, yaitu resiko positif (misalnya keuntungan) dan resiko negatif (misalnya kerugian). Nah, profil resiko bisa diartikan sebagai toleransi seseorang atas resiko itu, baik resiko positif maupun resiko negatif.

Berdasarkan profil resiko keuangan, kita dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu Konservatif, Moderat, dan Agresif. Orang konservatif memiliki tingkat toleransi yang minimal terhadap resiko, tidak mau mengambil resiko, selalu bermain aman, dan merupakan seorang safety player. Orang agresif mempunyai toleransi yang tinggi terhadap resiko dan berprinsip High Risk High Return. Orang moderat adalah orang yang berdiri di antara orang konservatif dan orang agresif. Mereka memiliki toleransi yang seimbang terhadap resiko.

Dalam sebuah kasus, Om Budi mencontohkan seorang ibu yang menganggap dirinya sangat konservatif. Tetapi setelah diberikan pemahaman tentang cara pengelolaan keuangan dalam hitungan tiga bulan ibu itu sudah bermain di investasi saham. Sebenarnya setiap investasi memiliki resiko dan kita harus memahami resiko itu. Tabungan, misalnya, meski terlihat seperti tanpa resiko ternyata kita ‘rugi’ karena bunga yang hanya 2-4 persen per tahun tidak sebanding dengan nilai inflasi sebesar 10-12 persen per tahun. Jadi nilai uang yang kita tabung sebenarnya berkurang.

Resiko membuat nilai investasi kita berfluktuasi, naik turun, bias untung bias rugi. Tetapi kenyataannya tidak ada investasi yang tidak memiliki resiko. Satu-satunya cara adalah dengan memahami resiko masing-masing investasi sehingga kita tahu bagaimana mengelolanya. Salah satunya dengan cara diversifikasi investasi. Sebaiknya kita tidak menanam uang kita hanya dalam satu investasi saja. Karena bila investasi itu merugi kita bisa bangkrut. Contohnya, 30 persen untuk tabungan (dana cadangan selama tiga bulan ke depan), 30 persen untuk deposito, dan 40 persen untuk reksadana.

Jadi menurut Anda saya masuk golongan Konservatif, Moderat, atau Agresif?

3495 Total Views 2 Views Today

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *