Guruku Jadi Guru Terbaik Se-Indonesia

Salah satu momen yang paling menantang dalam hidup saya dimulai setelah saya lulus SMP. Awalnya saya ingin melanjutkan ke SMA favorit di Klaten, namun orangtua saya punya rencana yang berbeda. Orangtua saya mengajak saya ke tempat kerjanya di sebuah pedesaan di Sumatera Barat. Awalnya saya ragu karena saya tidak punya gambaran yang pasti tentang negeri antah barantah itu. Ditambah lagi cerita bagaimana tidak betahnya adik saya ketika sempat sekolah di sana. Namun akhirnya saya berpikir bahwa ini waktunya untuk mencari tantangan yang baru di Pulau Andalas.

Marjohan Usman Guru Terbaik se-Indonesia

Setelah melewati perjalanan darat sekitar tiga hari dua malam saya akhirnya sampai di sebuah daerah di kaki Gunung Sago yang bernama Lintau Buo. Lintau Buo, sebuah nama daerah yang selama ini hanya saya dengar dari cerita Bapak, kini sudah ada di depan mata. Esok harinya saya langsung menuju SMA Negeri 1 Lintau Buo untuk mendaftarkan diri menjadi siswa baru. Tak berselang lama, saya akhirnya diterima menjadi siswa baru di SMA Negeri 1 Lintau Buo. Sejak Masa Orientasi Siswa, saya langsung menyadari bahwa bahasa lokal menjadi salah satu kendala saya. Meskipun proses belajar menggunakan Bahasa Indonesia, namun penggunaan bahasa lokal masih dominan di lingkungan sekolah.

Saya terus belajar menggunakan Bahasa Minang sembari tetap fokus pada mata pelajaran akademik. “Yang penting kan bisa mengikuti pelajarannya, soal bahasa lokal kan bisa sambil jalan,” begitu pesan Bapak saya dulu. Di kelas, saya menjadi begitu pendiam karena tidak mampu berbahasa Minang secara aktif, begitu juga di kantin dan di lingkungan sekolah. Sedikit banyak hal itu membuat kepercayaan diri saya menurun. Tapi untungnya saya berkenalan seorang guru mata pelajaran Bahasa Inggris yang bernama Bapak Marjohan. Selain akrab dengan saya, Bapak Marjohan ini perlahan-lahan mendongkrak kepercayaan diri saya dengan nilai “very good” hampir di semua tugas yang saya kumpulkan.

Marjohan Usman Guru Terbaik se-Indonesia

Saat pembagian rapor caturwulan pertama, saya terkejut sekaligus senang karena mendapatkan peringkat pertama di kelas saya. Tapi ternyata hal itu tidak mengejutkan Bapak Marjohan yang sudah memprediksikan sebelumnya. Sejak saat itu, saya mulai dekat dengan Bapak Marjohan. Bukan sekedar menjadi seorang guru, tapi juga menjadi sahabat bagi saya. Bapak Marjohan memang menjadi seorang guru di ruang kelas, tetapi di ruang guru, di jalan, atau di rumah beliau saya menganggapnya lebih sebagai seorang sahabat. Sebagai panggilan akrab, Bapak Marjohan juga meminta saya untuk memanggilnya “Uncle Joe“.

Suatu kali sepulang sekolah Bapak Marjohan mengajak saya untuk berkunjung ke kampung halamannya di Payakumbuh. Selama perjalanan sekitar satu jam dari Lintau Buo ke Payakumbuh, Bapak Marjohan menceritakan pengalamannya ketika menuntut ilmu di SMA Negeri 1 Payakumbuh. Ayahnya dan kakaknya sama-sama menjadi seorang polisi, namun Bapak Marjohan memiliki pilihan sendiri untuk menjadi seorang guru. Sejak menjadi mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris di IKIP Padang (sekarang Universitas Negeri Padang), Bapak Marjohan memperkaya pengalaman di luar bidang akademik.

Marjohan Usman Guru Terbaik se-Indonesia

Selama kuliah, Bapak Marjohan menjadi pemandu wisata dan penerjemah untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris-nya dan juga untuk menambah uang sakunya. Secara teratur Bapak Marjohan melatih kemampuan membaca dan menulisnya selama menempuh pendidikan di IKIP Padang. Bapak Marjohan memiliki target untuk membaca minimal 100 halaman per hari, membaca satu majalah Bahasa Inggris per minggu, dan menulis minimal 2 halaman folio per hari. Semua itu dilakukan agar kelak ketika menjadi guru, skill tersebut dapat menjadikannya seorang guru yang memiliki nilai lebih.

Setelah lulus dari IKIP Padang, Bapak Marjohan mengikuti seleksi pegawai negeri dan ditempatkan di SMA Negeri 1 Lintau Buo. Sejak pertama mengajar, Bapak Marjohan sudah bertekad untuk menjadi guru yang menguasai berbagai kemampuan. Meskipun menjadi guru kutu buku, namun Bapak Marjohan bukan menjadi anti-sosial. Buku-buku tentang psikologi pendidikan dan sosial semakin membuatnya bisa berinteraksi aktif dengan teman, murid, dan bahkan orangtua muridnya. Kemampuannya menulisnya semakin terasah setelah tulisannya mulai dipublikasikan di beberapa koran lokal di Sumatera Barat. Bapak Marjohan akhirnya juga mendalami Bahasa Perancis setelah berkenalan dengan tiga peneliti asal Perancis yang sedang melakukan penelitian di wilayah Sumatera Barat. Dengan berbekal kemampuan tambahan itu, Bapak Marjohan terlihat istimewa di antara guru-guru lainnya.

Marjohan Usman Guru Terbaik se-Indonesia

Selama menjadi muridnya, Bapak Marjohan selalu meminjami buku untuk saya, biasanya dikasih target satu buku per minggu. Lama-lama saya ikut-ikutan menjadi kutu buku, begitu juga dengan teman-teman saya. Anehnya, kebiasaan menulis baru saya lakukan setelah saya kuliah. Ketika itu saya hanya beberapa kali berkomunikasi dengan Bapak Marjohan. Ketika tulisan saya dipublikasikan di salah satu koran nasional, saya langsung mengabari Bapak Marjohan. Rasanya senang sekali waktu itu. Mungkin saya tidak bisa “menuruni” semua kemampuan Bapak Marjohan, tapi saya bisa menulis dengan baik tentu berkat didikan Bapak Marjohan. Sudah lama rasanya tidak berjumpa dengan Bapak Marjohan. Bapak Marjohan kini sudah tidak bertugas di SMA Negeri 1 Lintau Buo lagi dan sudah hijrah ke SMA 3 Batusangkar yang merupakan sekolah unggulan di Kabupaten Tanah Datar.

Setelah saya menetap di Jakarta, tidak banyak kabar dari Bapak Marjohan, selain diterbitkannya empat buku karya beliau. Untungnya Bapak Marjohan juga kerap menulis di blog pribadinya, Penulis Batusangkar, sehingga saya bisa mengikuti kisah dan pemikirannya. Bulan lalu Bapak Marjohan mengikuti seleksi Guru SMA Berprestasi Tingkat Nasional di Jakarta. Setelah melalui berbagai seleksi yang melelahkan akhirnya Bapak Marjohan berhasil meraih Juara 1 Guru SMA Berprestasi Tingkat Nasional. Saya ikut merasakan betapa bahagianya Bapak Marjohan setelah pengabdian yang panjang akhirnya bisa meraih prestasi yang sangat membanggakan. Selamat ya, Uncle Joe. Saya bangga menjadi murid dari Guru Terbaik se-Indonesia.

Edukasi Gie

79 thoughts on “Guruku Jadi Guru Terbaik Se-Indonesia

  1. Bagus sekali tulisan ini, Gie. Berisi narasi, ada exposisinya, dan ada pengalaman Gie.
    Bagaimana kalau Gie bikin True Story yang di situ ada cerita Gie. Biografinya Pak Marjohan or Uncle Joe bisa jadi judulnya “Mengapa Marjohan Bisa Meraih Guru Berprestasi Nasional” atau “Guruku Menjadi Teacher Of The Year” atau yang lain.
    Kalau Uncle yang menulis khawatir kalau tulisannya bias atau terlalu subjectif.
    Mungkin Gie bisa paparkan bagaimana Uncle berkomunikasi, bagaimana Uncle mendidik keluarga, bagaimana Uncle senang dalam mengajar.

    Anyhow thanks.

  2. semoga semakin banyak Guru seperti beliau ya mas….
    saya salut dengan Beliau….

    saya juga pernah bertemu dengan pembimbing seperti beliau, berada didekatnya membuat kita nyaman, tanya apapun yg ingin ditanya dan hormat selalu terjaga…

    salam hormat saya buat beliau…

  3. Gurunya saja sudah sangat luar biasa apalagi muridnya ni pasti akan sangat sukses ya
    Selamat untuk Pak Marjohan yang telah terpilih menjadi Guru Terbaik Se-Indonesia 2012

  4. Wah… Guru yang jarang ada sekarang, langka namun sungguh memberi makna…
    Sangat patut ditiru oleh generasi Muda Indonesia..
    Tapi kayanya ane pernah ketemu.. :)

      • Antara ykin dan gak yakin sih mas gie, saya domisili di bukittinggi. waktu sekolah sering ikut lomba2 yang ada di sumbar, kalao dilihat dari foto bapak marjohan di blog beliau, wajahnya tidak asing menurut saya.. :) dan rasanya pak marjohan pernah ada disalah satu lomba yang pernah saya ikuti.. maybe,,,
        Meskipun tidak kenal, tapi saya salut melihat profil beliau… Sungguh sosok guru yang sangat mulia…

  5. thanks ananda semua..oh ya tanggal 3-5 Desember pak Marjohan akan menerima satyalencana dari Bpk SBY…kemudian tanggal 15 Desember bertolak menuju Melbourne Autralia….mohon doa restu ya ananda…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *