Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Lahirnya Trio MVP ; Messi, Villa, dan Pedro

Final Liga Champions antara Barcelona dan Manchester United yang dilangsungkan di Stadion Wembley kemarin begitu menyita perhatian saya. Setelah menonton di televisi dan beberapa lagi di YouTube, saya bisa mengamati apa yang telah dilakukan oleh para pemain Barcelona adalah benar. Tanpa menyalahkan apa yang diperlihatkan secara maksimal oleh kesebelasan Manchester United, saya begitu menikmati permainan menyerang Barcelona yang indah.

Sebenarnya Manchester United tampil dengan sempurna pada 15 menit pertama, namun pertahanan Barcelona yang rapat dan cukup rapi mementahkan serangan Rooney dan Hernandez. Bahkan Rooney kemudian begitu terkunci di barisan belakang Barcelona. Tak ingin menyerah, Rooney kemudian lebih sering menarik diri sedikit ke belakang untuk menjemput bola. Namun di sana posisi Rooney pun tak gampang karena Pique dan Mascherano selalu mengacaukan lini tengah MU.

Sementara itu, Barcelona mulai menunjukkan permainan bola-bola pendek nan rapi dan indah. Dominasi penguasaan bola cukup membuat permainan Setan Merah berjalan di tempat. Trisula Barcelona, Messi-Villa-Pedro, memainkan apa yang diinstruksikan oleh sang pelatih Pep Guardiola. Pelatih yang pernah merasakan menjadi juara Liga Champions tahun 1992 di Stadion Wembley sebagai pemain Barcelona itu memasang Messi sebagai pemain bebas.

Messi berdiri bebas dan dibiarkan berkeliaran di seluruh sisi lapangan untuk menciptakan peluang serangan dari segala sisi. Hal ini ternyata cukup jitu memecahkan konsentrasi Ferdinand dan kawan-kawan. Sementara Messi selalu melebar, Villa dan Pedro selalu silih berganti memasuki daerah pertahanan Manchester United. Tampaknya bek-bek MU lebih berfokus menjaga Messi dan Villa, hingga Pedro menjadi bencana bagi MU. Tak ingin kehilangan peluang menjadi juara Liga Champions tahun ini, Manchester United kemudian menyusun serangan secara perlahan.

Rooney sepertinya menghindari duel dengan lini tengah Barcelona yang begitu kuat. Dengan serangan yang begitu cepat, Rooney berhasil membuka pertahanan Barcelona. Dengan bantuan umpan jitu dari Giggs, Rooney mempunyai ruang yang cukup luas untuk melesakkan gol. Peluang emas itu dimanfaatkan Rooney untuk menyamakan kedudukan. Namun Barcelona kemudian merapatkan penguasaan bolanya, hingga Rooney dan Hernandez seperti tidak memiliki kesempatan menyentuh bola di pertahanan Barcelona. Hernandez kemudian berdiri sebagai penyerang tunggal dan Rooney ditarik lebih ke belakang, namun strategi ini terbukti sia-sia karena lini tengah Barcelona begitu kuat menguasai bola.

Trio Messi-Villa-Pedro yang dijuluki Trio MVP ini kemudian menunjukkan kedigdayaannya. Berbekal kiriman bola yang mengalir deras dari Xavi dan Iniesta, para Most Valuable Player ini terus mengancam pertahanan Manchester United. Messi yang menempat posisi sayap, gelandang serang, dan sesekali sebagai penyerang berhasil menarik Nani, Valencia, dan Vidic sedikit keluar dari kotak penalti Manchester United. Kerja keras Messi ini membuat Villa dan Pedro memiliki ruang yang lebih luas untuk menyerang. Perlu dicatat, gol yang tercipta dari kaki kiri Messi dilakukannya dalam posisi sebagai gelandang. Dan gol itu yang begitu menentukan keunggulan Barcelona.

Bagi Pep Guardiola, membiarkan Messi menjangkau semua sisi lapangan adalah menciptakan peluang baru. Namun Messi tidak hanya menciptakan peluang dan mencetak gol, Messi juga ingin menciptakan peluang bagi rekan-rekannya dengan menarik sebanyak-banyaknya bek lawan mendekati dirinya. Villa yang selalu dijaga oleh Ferdinand dan Vidic kemudian bisa berdiri lebih bebas ketika salah satu dari Ferdinand atau Vidic harus keluar menempel Messi. Villa tahu pasti akan ada umpan untuknya dari celah-celah kecil antara bek-bek MU itu, hingga akhirnya gol dari kaki kanan Villa melengkapi kemenangan Barcelona.

Messi pernah berjaya dengan trio Messi-Eto’o-Henry pada tahun 2009, namun kini Messi bisa menciptakan trio baru, trio MVP. Sebelumnya Pedro bukan siapa-siapa, namun perlahan-lahan Pedro bisa mengikuti irama serangan Messi. Pedro kini menjadi pemain masa depan Barcelona, hampir sama ketika Messi pertama kali bermain sebagai pemain senior Barcelona. Villa yang didatangkan dari Valencia dengan status sebagai penyerang paling produktif di timnas Spanyol sempat puasa gol selama 15 pertandingan pertama bersama Barcelona. Hingga Messi mengembalikan daya serang Villa ke taraf yang semula.

Ketiganya melesakkan masing-masing satu gol dalam laga melawan Manchester United kemarin. Dan kini Barcelona tidak hanya punya Messi sebagai Most Valuable Player. MVP : Messi, Villa, dan Pedro.

47 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *