Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Konten dan Komentar yang Baik Sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber

Selama ini peraturan tentang cyber media memang masih terbatas. Dewan Pers mengeluarkan Pedoman Pemberitaan Media Siber beberapa hari lalu. Meskipun kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat selalu dijunjung tinggi, namun perilaku di internet perlu diatur agar tidak bertentangan dengan hukum dan etika sosial. Selain mengatur portal berita besar seperti Kompas.Com atau Detik.Com, Pedoman Pemberitaan Media Siber ini juga mengatur blog, forum, dan media siber lainnya.

Good Blogger

Sebagai seorang blogger, saya mencoba untuk mendalami isi dari Pedoman Pemberitaan Media Siber ini. Setiap media siber bertanggung jawab penuh atas Isi Buatan Pengguna (User Generated Content) yang dipublikasikannya. User Generated Content (selanjutnya disebut konten) media siber itu mencakup artikel, gambar, komentar, suara, video, dan berbagai bentuk unggahan lainnya. Selama ini yang saya tahu komentar bukan termasuk konten media siber. Namun menurut Pedoman Pemberitaan Media Siber, komentar merupakan salah satu User Generated Content.

Pedoman Pemberitaan Media Siber diciptakan untuk menghindari konten-konten negatif yang ada di media siber. Konten-konten yang dilarang adalah konten pornografi, SARA, diskriminatif, dan berita bohong atau fitnah. Selain itu media siber juga tidak boleh merendahkan martabat dan merugikan pihak lain. Selain menghasilkan konten-konten positif, sebagai blogger saya juga harus mengelola komentar-komentar pembaca agar tetap tidak melanggar hukum dan etika.

Pengaturan komentar pada Pedoman Pemberitaan Media Siber ini mengundang diskusi menarik. Jika komentar negatif nantinya dipermasalahkan oleh pihak-pihak yang dirugikan, komentar tersebut menjadi tanggung jawab siapa? Media yang memiliki konten atau pembaca yang berkomentar? Setelah dilakukan diskusi antara Dewan Pers dan media-media siber, akhirnya disepakati bahwa media siber berhak mengedit komentar asalkan tidak mengganti atau memutarbalikkan isinya dengan maksud tertentu. Selain itu media siber juga berhak menghapus komentar yang tidak memenuhi syarat atau mengoreksi komentar yang mendapat pengaduan dari pihak lain.

Sebagai seorang blogger, menurut saya komentar-komentar negatif tetap menjadi tanggung jawab komentator. Sementara blogger atau pemilik media siber berkewajiban mengelola komentar-komentar yang masuk. Seperti konten-konten positif yang sedang digalakkan akhir-akhir ini, kita juga perlu menghasilkan komentar-komentar yang baik.

4904 Total Views 2 Views Today
43 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *