Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Kejutan AC Milan di Masa Kepelatihan Filippo Inzaghi

Setelah mengakhiri musim lalu di peringkat 8, saya tidak berharap terlalu banyak pada AC Milan. Tidak hanya karena prestasi terburuk dalam 16 tahun terakhir itu, saya juga tidak melihat banyak perkembangan dalam kebijakan transfer AC Milan. Apalagi ketika Mario Balotelli dijual ke Liverpool. Meskipun bengal dan sering bikin ulah, menurut saya Mario Balotelli banyak menolong AC Milan dalam meraih tiket Liga Champions musim sebelumnya. Kekecewaan saya karena AC Milan terlempar dari zona Eropa sepertinya belum berakhir. Jangankan Liga Champions, tiket Piala Eropa pun lepas.

Di laga pramusim, AC Milan tampil kurang meyakinkan dengan kekalahan 1-5 dari Manchester City dan 1-2 dari Valencia. AC Milan hanya menang dengan klub-klub kecil seperti Renate, Monza, dan Chivas Guadalajara. Kabar baiknya, AC Milan tampaknya tidak ingin berlama-lama dalam kondisi terpuruk. Sejumlah perombakan pun berhasil dilakukan. Meskipun tidak ada transfer fantastis, menurut saya AC Milan membuat perubahan yang cukup berarti.

Dari sisi pelatih, AC Milan telah menunjuk Filippo Inzaghi. Sebelumnya AC Milan sudah memecat Massimiliano Allegri dan Clarence Seedorf yang gagal memperbaiki keadaaan. Sebenarnya saya optimis saat Clarence Seedorf mulai mengambil alih kursi pelatih AC Milan karena ia pernah sukses menjadi pemain AC Milan. Namun minimnya pengalaman sebagai pelatih ternyata benar-benar menjadi masalah baru di AC Milan. Penunjukan Filippo Inzaghi sebenarnya juga tidak terlalu meyakinkan karena ia juga pernah bersinar sebagai pelatih AC Milan.

Namun berbeda dengan Seedorf, Inzaghi punya nilai lebih karena ia langsung menjadi pelatih tim Primavera begitu pensiun di awal musim 2012/2013. Selain pernah memperoleh 2 scudetto dan 2 Piala Champions bersama AC Milan, Filippo Inzaghi punya pengalaman melatih selama 2 tahun. Sebagian Milanisti menaruh ekspektasi tinggi kepada Filippo Inzaghi dan berharap ia bisa menjadi seperti Pep Guardiola yang mengukir prestasi manis di musim pertamanya sebagai pelatih Barcelona setelah sebelumnya melatih tim junior.

Kejutan AC Milan di Masa Kepelatihan Filippo Inzaghi

Sayangnya Filippo tidak dibekali banyak dana untuk mencari pemain bagus. Untungnya AC Milan banyak “dibantu” Carlo Ancelotti dalam bursa transfer musim ini. Pelatih Real Madrid yang pernah melatih AC Milan dan PSG itu ikut andil dalam usaha mendatangkan Diego Lopez, Jeremy Menez, dan Alex ke San Siro. AC Milan juga membeli Andrea Poli, Adil Rami, dan Riccardo Saponara setelah hanya meminjam. Kabar baik mulai datang mendekat deadline bursa transfer setelah AC Milan berhasil meminjam Pablo Armero dan duo Chelsea, Fernando Torres dan Marco Van Ginkel. AC Milan juga membeli Michelangelo Albertazzi dan Giacomo Bonaventura di penghujung musim transfer.

Amunisi-amunisi baru AC Milan itu diharapkan bisa mengubah keadaan AC Milan yang terpuruk musim lalu. AC Milan tampaknya serius memperbaiki pertahanannya karena musim lalu kebobolan 49 gol. Kiper Diego Lopez dan bek Alex diharapkan membuat pertahanan AC Milan semakin kuat. Selain sektor pertahanan, AC Milan juga harus memiliki penyerang-penyerang yang haus gol. Meskipun cukup disangsikan, kedatangan Fernando Torres memberikan sedikit harapan di lini depan.

Kejutan AC Milan di Masa Kepelatihan Filippo Inzaghi

Dengan transfer yang tidak bisa dibilang fantastis itu, AC Milan harus dihadapkan pada jadwal yang cukup berat di awal musim. 3 lawan pertama AC Milan musim ini adalah Lazio, Parma, dan juara bertahan Juventus. Menurut saya jadwal itu cukup berat untuk tim yang terpuruk musim lalu. Namun sepakbola selalu punya kejutan dan kejutan AC Milan tidak tanggung-tanggung. Di minggu pertama, AC Milan secara mengejutkan menang 3-1 atas Lazio. Tidak hanya itu, AC Milan yang terseok-seok musim lalu tiba-tiba menjadi pemuncak klasemen Serie-A.

Kemenangan dan posisi AC Milan ini mengejutkan buat saya, meskipun ini baru minggu perdana. Permainan gemilang Diego Lopez di bawah mistar gawang, debut Jeremy Menez yang berbuah gol, dan permainan apik AC Milan menjadi kejutan di awal musim. Minggu kedua, AC Milan harus bertandang ke markas Parma. AC Milan kembali membuat kejutan setelah menang dramatis dengan skor 5-4. Dengan selisih gol 8-5, AC Milan kembali menguasai klasemen dengan keunggulan selisih gol dari AS Roma dan Juventus yang sama-sama mengumpulkan 6 poin.

Kejutan AC Milan di Masa Kepelatihan Filippo Inzaghi

Jeremy Menez kembali menjadi bintang dengan mencetak 2 gol. Sepertinya Jeremy Menez menjadia pembelian terbaik AC Milan musim ini. Meski memberi kejutan yang manis, AC Milan harus memperbaiki sektor pertahanan mereka. Kebobolan 5 gol dari 2 laga tentu menjadi sebuah alarm buat Filippo Inzaghi. Apalagi 2 dari 5 gol itu adalah gol bunuh diri. 1 gol bunuh diri dari Alex di laga debutnya dan 1 lagi gol bunuh diri dari Mattia De Sciglio. Gol bunuh diri kedua ini juga andil dari kiper Diego Lopez yang gagal menerima operan De Sciglio.

AC Milan boleh berbangga karena masih menguasai klasemen namun pasukan Filippo Inzaghi harus segera memperbaiki pertahanannya karena minggu depan mereka harus melawan Juventus di San Siro. Laga ini akan menjadi laga panas karena selain faktor rivalitas, di laga ini Massimiliano Allegri untuk pertama kalinya akan kembali ke San Siro dengan status sebagai pelatih Juventus. Melawan Juventus, AC Milan sudah bisa menurunkan Fernando Torres di laga debutnya. Mari kita tunggu kejutan selanjutnya dari AC Milan. Forza Milan!

8 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *