Advertise with Me Please send me an email to saya@giewahyudi.com

KayaKiye ; Facebook Ngapak Bikin Ngakak

Kira-kira seminggu lalu seorang teman saya di kantor memberitahukan bahwa ada situs jejaring sosial baru. Situs jejaring sosial bernama “KayaKiye.com” ini cukup unik karena menggunakan bahasa Ngapak. Teman saya itu orang Kebumen dan kebanyakan teman kantor saya memang orang Banyumasan, maklum bos saya orang Pemalang asli. Banyak teman kantor saya menggunakan bahasa Ngapak atau Banyumasan di kantor. Saya yang asli Klaten hanya mengerti sedikit-sedikit.

Tak berapa lama saya langsung membuka situs yang direkomendasikan teman saya itu. Saya dengan gampang mengingat nama KayaKiye karena kata itu sangat familiar di kantor saya. “Kaya kiye” itu artinya “Kayak gini”. Halaman depan situs KayaKiye ini sangat mirip dengan situs jejaring sosial milik Mark Zuckerberg. Warna latar biru tua membuat saya ingat Facebook. Dulu saya juga pernah mencicipi situs jejaring sosial IndoFace yang hanya seperti Facebook versi Indonesia. KayaKiye secara tampilan memang sangat mirip dengan tampilan Facebook dan sedikit perpaduan dengan tampilan Twitter.

Namun setelah diperhatikan, KayaKiye memiliki keunikan tersendiri. Semua menu dalam situs ini menggunakan bahasa Ngapak. Di header sebelah kiri terdapat logo KayaKiye yang sederhana tetapi berkarakter. Di header sebelah kanan, tersedia kolom Log In tetap dengan bahasa Ngapak. Kata-kata berikut ini adalah perbedaan kolom Log In Facebook dan KayaKiye ; Email – Jeneng Apa Email, Keep Me Logged In – Emutna Aku, Password – Paswod, Forgotten Your Password? – Kelalen Paswod Apa?, dan Log In – Mlebu. Dalam beberapa saat, saya langsung belajar beberapa kosa kata bahasa Ngapak.

Di bagian kiri halaman depan terdapat tampilan timeline mirip Twitter. Menu yang ditampilkan juga dengan bahasa Ngapak yang secara spontan membuat saya tersenyum, antara lain Ngarepan, Goleti, Feed Berita, Poto, Catetan, Video, Kegiatan, dan GimGiman. Dalam Facebook menu-menu KayaKiye itu biasa disebut Home, Search, News Feed, Photos, Notes, Videos, Events, dan Games. Ada juga menu Wall di Facebook yang diganti nama menjadi menu Tembok di KayaKiye ini. Ketika belum mendaftar saya pun sudah bisa melihat timeline KayaKiye, seperti halaman timeline Twitter.

Di sebelah kanan terdapat form pendaftaran (Ndaftar) seperti yang ada pada Facebook. Bedanya di KayaKiye, saya hanya harus mengisi email (alamat email), username (jeneng pengguna), nama lengkap (jeneng lengkap), dan asal (asal sekang). Khusus kolom “asal sekang” ini terdapat nama-nama daerah yang menggunakan bahasa Ngapak, antara lain Banyumas, Purwokerto, Ajibarang, Kroya, Klampok, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, Brebes, Tegal, Pekalongan, Pemalang, Gombong, dan Bumiayu. Setelah melihat daftar daerah itu saya baru tahu ternyata banyak juga daerah yang menggunakan bahasa Ngapak atau Banyumasan ini. Untungnya di kolom itu masih ada pilihan “Kota Lain”. Akhirnya saya pun mendaftar dan resmi menjadi warga KayaKiye. Saya belum tahu sebutan untuk pemakai KayaKiye, seperti Fesbukers dan Tweeps itu.

Setelah “mlebu” alias login KayaKiye, saya disuruh untuk melengkapi data profil. Namun saya sampai sekarang belum memasang gambar profil sehingga setiap “mlebu” saya selalu mendapatkan notifikasi “Kowe durung ngrampungi perubahan nang profilmu : Gambar Profil” yang artinya kurang lebih “Kamu belum menyelesaikan perubahan pada profilmu ; Gambar Profil”. Setelah melihat profil saya sendiri, saya tersenyum lagi karena gambar profil sementara yang disediakan KayaKiye adalah gambar siluet wayang Semar (atau mungkin Bagong, saya ragu).

Sistem pertemanan di KayaKiye pun membuat saya sedikit bingung. Sepertinya merupakan gabungan antara Facebook dan Twitter, ada friend dan ada juga follower. KayaKiye menyebutkan saya memiliki 5 teman dan 0 follower. :( “Kowe duwe 5 kanca karo 0 sing ngetutna”. Kalau mau follow kita tinggal “melu”. Kebanyakan yang beredar di KayaKiye sepanjang pengamatan saya adalah orang-orang Ngapak. Tetapi ada juga beberapa yang bernasib seperti saya, bukan orang Ngapak. Meski sebenarnya tersedia aplikasi Kamus Ngapak, tetapi aplikasi ini belum bisa digunakan. Pihak KayaKiye memberi pemberitahuan seperti ini, “Sori, sedela yah sedulur, sementara ora bisa dienggo.. lagi diservice disit kiye..”

Situs ini sangat menghibur dan mengingatkan saya dengan beberapa pelawak seperti (almarhum) Kasino Warkop, Band Warteg Boys “Okelah Kalo Beg-beg-gitu”, dan Parto OVJ yang Ngapak banget. Situs jejaring sosial lokal yang diluncurkan bulan Desember 2010 ini sampai sekarang sudah mempunyai lebih dari 34.000 anggota. Sebuah prestasi yang menakjubkan untuk situs jejaring sosial lokal. Dengan taglinenya yang khas, “KayaKiye, Aja Kaya Kuwe”. Kurang lebih artinya, “Kayak Gini, Jangan Kayak Gitu.”

Bisa juga diartikan begini, “Kalau dalam negeri kita punya KayaKiye, kenapa masih memakai Facebook”. Itu saya lho yang mengartikan sendiri. :)

33 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *