Advertise with Me Please send me an email to saya@giewahyudi.com

Kasus Impor Daging Berjanggut

Awal bulan ini, 143 kontainer berisi 2.750 ton daging impor menumpuk di Jakarta Contaier Terminal, Tanjung Priok. Semua kontainer yang dilengkapi dengan pendingin khusus itu bermasalah. 51 kontainer dalam pengawasan Badang Karantina Pertanian dan sisanya ditangani Bea Cukai. Badan Karantina Pertanian tidak meloloskan kontainer-kontainer bermasalah itu karena ada perbedaan keterangan jenis barang, negara asal, dan kelebihan tonase dalam surat izin impor. Bea Cukai tidak mengeluarkan izin karena dokumen pemberitahuan impor tersebut belum lengkap.

Sejak awal tahun ini sebenarnya sudah terjadi kekisruhan dalam impor daging. Surat persetujuan pemasukan daging sapi sebanyak 15 ribu ton dikeluarkan Dirjen Peternakan pada 15 Desember 2010. Masalahnya, surat izin tersebut hanya berlaku selama 15 hari. Surat izin ini dinilai tidak masuk akal karena perjalanan, misalnya, dari Australia saja memerlukan waktu 3-5 minggu. Meskipun begitu, para importir tetap nekat karena biasanya Dirjen Peternakan memperpanjang masa tenggat. Namun kali ini Dirjen Peternakan yang baru, Prabowo, enggan memperpanjang masa berlaku surat izin tersebut. Hasilnya, ketika daging-daging beku itu sampai di Tanjung Priok pada pertengahan Januari lalu, Badan Karantina tidak mengeluarkan izin pengeluaran barang.

Pengusaha importir semakin geram karena volume impor daging pun dibatasi oleh Dirjen Peternakan yang tahun lalu mencapai 120 ton sekarang turun menjadi 50 ton saja. Importir juga geram karena pembagian kuota dianggap tidak adil. Beberapa importir dinilai mendapatkan kuota yang istimewa. Yayasan Pos Keadilan Peduli Umat mendapatkan jatah 9.759 ton. Yayasan yang didirikan oleh Suryana M. Sastra, politikus Partai Keadilan Sejahtera, ini banyak memperkerjakan kader-kader muda PKS. Selain yayasan “PKS” tersebut, CV Sumber Laut Perkasa dan PT Impexindo Pratama juga mendapatkan kuota yang besar, masing-masing mendapat jatah 4.800 ton dan 4.250 ton.

Kedua perusahaan tersebut adalah milik Basuki Hariman. Sebenarnya Basuki Hariman adalah pelaku lama bisnis impor daging. Dari Kementerian Pertanian sampai Tanjung Priok, Basuki Hariman dikenal sebagai “raja impor daging”. Bahkan tujuh tahun lalu, Basuki Hariman tersandung kasus pemalsuan barang impor. Daging hasil impor dari India dikemas ulang menjadi daging Australia, karena pemerintah ketika itu hanya mengijinkan daging dari Australia dan Selandia Baru. Basuki Hariman bisa lolos dari kasus itu karena Suripto, mantan orang BIN yang kini menjadi anggota Majelis Syuro PKS. Basuki Hariman dekat dengan Suripto karena diperkenalkan oleh Tafakur Rozak Soedjo, Direktur Sumber Daya Alam Watch. Tafakur Rozak Soedjo juga memperkenalkan Basuki Hariman pada Prabowo.

Karena kenal dengan Suripto, Basuki bisa bebas melobi di Kementerian Pertanian. Awal januari lalu, Basuki mendatangi kantor Prabowo untuk memproses perizinan. Basuki memang istimewa. Di saat importir lainnya sudah mengurus sejak November 2010 dan tinggal menunggu pengumuman, Basuki baru mengurusnya. Bahkan akhirnya, Basuki mendapatkan jatah kuota yang besar, yaitu 8.000-an ton. Hebatnya lagi, Basuki menawarkan surat izin impor ke importir lainnya dengan harga Rp. 1.000,- per kilogram. Dari situ, Basuki bisa mengumpulkan uang sebesar sembilan miliar rupiah. Sayangnya, Prabowo enggan mengeluarkan daging-daging impor itu dari Tanjung Priok. Basuki dan importir lainnya kemudian mencari cara untuk mengeluarkan daging-daging beku tersebut sebelum persetujuan baru yang akan diterbitkan 1 April nanti.

Bisnis impor daging memang menjanjikan karena pasokan dalam negeri selalu tidak cukup. Orang-orang partai pun bisa saja mendulang rupiah dari sini. Entah untuk bisnis partai atau untuk bisnis partai. Ini sah-sah saja di dunia para pengusaha dan penguasa. Namun bila mereka tidak bermain cantik, bisa-bisa kasus impor sapi yang menjerat menteri sosial Bachtiar Chamsyah bisa terulang kembali. Apa benar PKS bermasalah dalam kasus impor daging ini? Apa menteri PKS, Suswono, akan bernasib sama dengan Bachtiar Chamsyah? Kita tunggu saja aksi KPK.

144 Total Views 2 Views Today
35 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *