Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

“Kartu Kreditnya, Mas?”

Saya belum pernah memiliki kartu kredit dan juga belum pernah menggadaikan sesuatu ke pegadaian. Namun saya mengamati ada keterkaitan antara kartu kredit dan pegadaian. Pegadaian selalu gampang diingat dengan tagline-nya, Mengatasi Masalah Tanpa Masalah. Kartu kredit bisa jadi sebaliknya, bila tidak digunakan dengan baik, kartu kredit akan Menambah Masalah Dengan Masalah. Jadi jangan gampang tergoda dulu dengan Mbak-mbak manis yang menawarkan kartu kredit di mall.

Seorang teman saya yang sudah diwanti-wanti oleh ayahnya untuk tidak menggunakan kartu kredit akhirnya luluh karena hampir setiap hari dirayu oleh orang bank. Entah darimana orang bank tahu nomer ponselnya, teman saya itu juga tidak tahu. Yang pasti orang bank bukanlah β€œsecret admirer” teman saya itu. Hehee.. Mengurusnya pun ternyata mudah, tidak seperti orang yang mencari pinjaman bank, teman saya itu dipermudah semudah-mudahnya. Teman saya itu diiming-imingi dengan berbagai kemudahan transaksi hanya dengan sekali gesekan. Selain itu ada juga promo-promo yang menggiurkan.

Bulan pun berganti dan tanpa disadari, teman saya itu sudah berubah. Perilakunya sekarang lebih konsumtif, tidak lain itu karena kartu kreditnya. Teman saya itu sebenarnya menyadari efek buruk kartu kreditnya itu. Mungkin karena belum terlalu faham, akhirnya traksaksinya membengkak melewati limit. Setelah dihitung-hitung gajinya tidak seimbang dengan jumlah tagihan. Sekarang teman saya itu ingin menutup kartu kreditnya. Dia baru menelfon bank namun ternyata orang bank seperti tidak rela kartu kredit itu ditutup. Teman saya itu dirayu lagi untuk tetap menggunakan kartu kredit itu. Untungnya, teman saya itu sudah kuat dari godaan rayuan orang bank dan tetap ingin menutup kartu keditnya. Meski sampai sekarang usahanya itu masih seperti dipersulit oleh orang bank.

Nasib teman saya itu ternyata masih lebih baik bila dibandingkan dengan Irzen Octa. Nasabah Citibank itu meninggal dunia karena dipukuli debt collector. Awalnya tunggakan kartu kreditnya sebesar Rp. 48 juta namun karena sudah tidak dibayar beberapa lama tagihannya membengkak menjadi Rp. 100 juta karena ditambah denda dan bunga. Pihak bank memang biasa menyewa jasa penagih hutang dengan wajah sangar itu. Namun ketika debt collector sampai membunuh nasabah, bank tersebut harus bertanggung jawab.

Jadi sudah tahu kan kalau ada Mbak-mbak di mall menyapa Anda dengan senyuman termanisnya sambil berkata, β€œKartu kreditnya, Mas?”

Ilustrasi dari http://mcgusto.info/

8652 Total Views 2 Views Today
65 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *