Beberapa waktu lalu istri saya mendapatkan oleh-oleh Kacang Pukul dari temannya yang baru saja pulang dari Kota Bagansiapiapi. Kacang Pukul adalah makanan khas kota pelabuhan yang terletak di Kabupaten Rokan Hilir itu. Pada perayaan Tahun Baru Imlek, Kacang Pukul sangat diminati para wisatawan yang berkunjung ke Bagansiapiapi. Dari kota yang terletak di muara Sungai Rokan ini, Kacang Pukul terkenal sampai ke seluruh pelosok negeri. Bahkan sampai ke luar negeri karena banyak warga Tionghoa yang pulang membawa Kacang Pukul sebagai buah tangan.

Proses pembuatan Kacang Pukul cukup sederhana. Bahan kacang dipukul dan ditekan dengan alat sederhana. Setelah itu kacang yang sudah dipukul itu dibungkus dalam kertas perkamen. Di Kota Bagansiapiapi, Kacang Pukul merupakan usaha yang sudah dilakukan turun-temurun. Karena letak Kota Bagansiapiapi yang berdekatan dengan lalu lintas perdagangan dunia (Selat Malaka), Kacang Pukul pun cepat menyebar ke berbagai daerah. Dalam perkembangannya, Kacang Pukul ini juga bisa digunakan sebagai sambel pecel.
Terakhir pulang kampung bulan Maret lalu, saya membeli oleh-oleh di depan Stasiun Klaten, salah satunya Enthing-enthing Gepuk. Enthing-enthing gepuk memang makanan khas Yogyakarta-Jawa Tengah sehingga tak begitu sulit untuk mendapatkannya di Klaten. Enthing-enthing Gepuk yang saya beli ternyata “made-in” Salatiga. Enthing-enthing Gepuk Cap “Klenteng dan 2 Hoolo” ini diproduksi di Jalan Kalibodri 37 dan Jalan Letjen Sukowati 4, Salatiga. Jajanan mungil ini menjadi cemilan yang cocok untuk menemani waktu ngeteh bareng keluarga.

Enthing-enthing Gepuk ini sangat khas tampilannya karena memiliki bentuk segitiga yang kecil. Setelah membuka bungkusnya yang bergambar klenteng, saya bisa menemukan Enthing-enthing Gepuk yang terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan kulit dan lapisan isi. Lapisan kulitnya mengandung gula Jawa sehingga terasa manis dan renyah serta memiliki tekstur yang lebih keras. Lapisan isi Enthing-enthing Gepuk ini terbuat dari kacang tanah yang dipukul dan ditumbuk halus karena itu enthing-enthing ini diberi nama akhir “Gepuk” (dalam Bahasa Indonesia : Pukul).
Setelah menyantapnya dalam waktu bersamaan, saya merasakan ada kesamaan antara Kacang Pukul Bagansiapiapi dengan Enthing-enthing Gepuk ini. Pada prinsipnya keduanya merupakan makanan kecil yang terbuat dari kacang tanah yang dipukul atau digepuk. Setelah dihaluskan dan dibentuk, Kacang Pukul Bagansiapiapi dan Enthing-enthing Gepuk dibungkus dalam kertas perkamen. Keduanya juga sama-sama diproduksi dalam usaha rumah tangga dengan menggunakan alat-alat sederhana tanpa mesin. Selain karena rasanya yang gurih dan manis, Kacang Pukul Bagansiapiapi dan Enthing-enthing Gepuk sangat cocok dijadikan oleh-oleh karena bisa awet sampai 3 bulan.

Meskipun Kacang Pukul Bagansiapi-api dibuat di Bagansiapiapi dan Enthing-enthing Gepuk dibuat di Salatiga, saya bisa merasakan cita rasa yang hampir sama. Begitulah Indonesia, berbeda-beda tapi tetap satu jua..





Kacang Pukul agak mirip dengan Permen Ting-Ting Ga**ruda yah?
Permen Ting-ting Garuda? Sepertinya cuma mirip, rasanya beda jauh..
Baca tulisan mas Wahyu, dadi ngiler cemilan2 tanah air tercinta
.
Makanya Mbak, jangan sungkan untuk kembali ke Indonesia dan merasakan makanan-makanan khasnya..
ah… jadi kepengen gimana rasanya mas gie, sama gak rasanya dengan gula kacang?hehehe
Mungkin karena beda harga, yang tentu menjadi beda kualitas, rasanya enak yang kacang pukul ya.. Tapi beberapa waktu lalu di kantor saya juga pernah ngerasain kacang pukul yang lebih ga enak dari enting enting gepuk kita..
Enting2 gepuk kalau nggak jeli bisa dapat yang nggak enak Mbak…
Sama seperti bakpia patok
Di pasaran ada banyak merk yang mirip2, dengan kualitas yang beda
Sama juga dengan wingko babad Semarang, kalau yg murahan pasti gak enak dan ukurannya sak iprit
Ada satu lagi yg musti jeli, yaitu Jenang Kudus…
Yang niru Mubarok Mabrur produksi Sinar Tiga-Tiga buanyak sekali…
Oh, berarti kacangnya sudah ndak kriuk lagi ya
.
makan tradiddi
saya baru nyoba yang enthing-enthing mas
Lha kalau di Solo memang pasti pernah nyobain Enthing-enthing Gepuk ini, Mas. Kalau enggak ya.. enggak apa-apa.
mirip ting ting nih kacang… sudah lama ga makan juga… jadi kangen nih…. ketemu di mana nih bro…
Kapan kita ketemu?
Makanannya mirip kaya T*ng-t*ng atau T*ng-t*ng yang mirip enting enthing…
enting2 gepuk,…
biarpun berjauhan, satu dari bagansiapiapi yg satunya dari salatiga…
rasanya sama…bentuknya juga hampir sama
hehehe
Di Alfamart juga ada enthing gepuk, tapi kayake masih enak yang dari bagansiapiapi
Lho? Alfamart di sini kok enggak ada Enthing-enthing Gepuk ya, Mas? Enggak kompak nih Alfamartnya..
aku lum pernah makan kacang pukul mas, baru nyoba enthing2 aja. rasanya sama ya ternyata?
Kalau ada teman dari Sumatera minta Kacang Pukuyl, Mas.. Rasakan nikmatnya..
Sepwrtinya ebak, tapi bisa naikin asam urat mamie hihihi
udah lama ga mencicipi gephuk salatiga…rasanya yg manis dan unik…bikin ngangenin hehe
penasaran pengen coba mas:)
cuma ada ga yah di Makassar kacang pukulnya..?
hmmm…Indonesia memang penuh dengan kekayaan kuliner ya..
kalau dikumpulin ada berapa juta macam tuh ya?
hihihi
terbayang manis dan gurihnya mas
sy pernah makan yg enthing2 itu
enak ternyata
waduh… jadi pengen nyicipin ke 2 nya mas gie
namanya unik, kacang pukul. belum pernah nyoba, klo enting2 sering dikasih temen yg punya usaha bikin makanan itu di sleman
Kuliner Indonesia memang beragam mas, dan udah terkenal sampai ke mancanegara,jadi semakin bangga ja dengan Indonesia.
ooh itu kacang pukul ya, saya pernah nyobain dulu dikasih ama temen tp dia juga ga tau namanya.. rasanya enak
wah, bhineka tunggal ika yah…
seperti sambel uleg, komposisi sama, klo ngulegnya beda, rasanya katanya beda masss…
Pingback: Menikmati Eksotisme Bagan Siapi-api | jalanjalanyuk.com
aku suka tapi lengket di gigi sayangnya
aduh saya doyan banget semua jajanan olahan kacang. ngiler gan…
ah sudah lama gak mampir ke blog ini, enthing2 adalah favorit saya tapi saya penasaran dengan kacang pukul. hmm coba ntar saya beli kacang trus tak pukuli sendiri haha
Lupa kapan terakhir makan enthing-enthing, terakhir kali makan gigi (yang bolong) langsung sakit. Sampe keluar produk enthing-enthing Garud*, tetep gak mau makan itu produk