Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Jusuf Kalla dan Enam Gelar Doctor Honoris Causa

Saya berkali-kali menolak untuk berbicara soal politik karena para pemimpin hampir semuanya adalah pemimpin politik, bukan pemimpin negara dalam arti yang sebenarnya. Namun saya masih ingat kata seorang teman, “Seorang pemimpin baru akan terlihat baik buruknya ketika ia sudah tidak memimpin.” Saya lalu nyeletuk, “Gimana kalau ketika memimpin saja sudah kelihatan buruknya?”. Teman saya tak mau melanjutkan perbincangan itu, kita sudah sama-sama tahu siapa yang akan dibicarakan. Itu membosankan. Namun satu di antara banyak pemimpin baik yang tidak lagi memimpin adalah Jusuf Kalla. Mantan wakil presiden itu sekarang malah semakin harum namanya.

Diam-diam, Jusuf Kalla ternyata telah mengumpulkan enam gelar Doctor Honoris Causa dalam rentang waktu lima tahun terakhir ini. Hebatnya tiga dari lima gelar kehormatan itu didapat dalam hitungan satu bulan terakhir. Gelar Doctor Honoris Causa pertama yang diraih alumni Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar itu adalah dari Universiti Malaya Malaysia. Pada 21 Juli 2007, ketika itu masih menjabat wakil presiden, Jusuf Kalla menerima gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang ekonomi. Jusuf Kalla menerima gelar kehormatan itu karena jasanya dalam memajukan ekonomi regional. Dalam upacara pemberian gelar kehormatan itu, Jusuf Kalla menyampaikan pidato berjudul “Arah Ekonomi Indonesia dalam Konteks Regional dan Global”.

Dua tahun kemudian, Jusuf Kalla juga memperoleh gelar Doctor Honoris Causa di bidang perdamaian dari Soka University Jepang. Gelar yang diberikan pada tanggal 2 Februari 2009 itu merupakan gelar kehormatan bagi Jusuf Kalla. Soka Uviversity memberika gelar kehormatan itu karena Jusuf Kalla dianggap berhasil mengupayakan penyelesaian konflik di beberapa daerah yang rawan. Penyelesaian masalah-masalah di Poso, Ambon, dan Aceh tidak terlepas dari tangan dingin Jusuf Kalla dalam mengupayakan dialog antara pihak-pihak yang berseberangan. Jusuf Kalla adalah orang Indonesia ketiga yang pernah mendapatkan gelar kehormatan dari Soka University, setelah mantan Presiden Abdurrahman Wahid dan mantan dubes Jusuf Anwar.

Koleksi gelar Doctor Honoris Causa yang diperoleh Jusuf Kalla bertambah pada 17 Maret 2011. Ketika itu, Jusuf Kalla menerima gelar kehormatan dalam bidang Pendidikan Kewirausahaan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Dalam upacara penganugerahan gelar kehormatan itu, Jusuf Kalla menyampaikan pidato berjudul “Kemajuan Bangsa, Pendidikan dan Kewirausahaan”. Gelar kehormatan dari UPI Bandung itu cukup istimewa karena diperoleh ketika Jusuf Kalla tidak lagi menjabat wakil presiden. Tidak seperti dua gelar kehormatan sebelumnya, gelar Doctor Honoris Causa tersebut diperoleh dari perguruan tinggi dalam negeri. Dan benar, gelar-gelar selanjutnya diperoleh Jusuf Kalla dari universitas dalam negeri.

10 September 2011, Jusuf Kalla mendapatkan gelar kehormatan lagi, kali ini dari almamaternya sendiri, Universitas Hasanuddin Makassar. Gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang ekonomi politik diperoleh Jusuf Kalla karena ketokohan dan pandangan Jusuf Kalla tentang ekonomi riil yang kemudian melahirkan Kallanomics. Jusuf Kalla dengan segala ide-ide briliannya selama mememerintah bersama SBY diangap mempunyai peranan yang sangat penting bagi berkembangnya ekonomi Indonesia. Dua hari kemudian, Jusuf Kalla kembali dianugerahi gelar kehormatan lagi. Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh memberikan gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang perdamaian kepada Jusuf Kalla pada 12 September 2011. Jusuf Kalla mempelopori perdamaian di Aceh dengan melakukan pendekatan pendekatan sosiokultural kepada pihak yang saling bertikai.

Tanggal 8 Oktober 2011, belum genap sebulan setelah pemberian gelar kehormatan dari Unhas dan Unsyiah, Jusuf Kalla memperoleh satu gelar kehormatan lagi. Ini adalah rekor hattrick Doctor Honoris Causa yang belum pernah saya temukan sebelumnya. Universitas Brawijaya Malang menganugerahi Jusuf Kalla gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang pemikiran ekonomi dan bisnis. Dalam pengukuhan gelar Doctor Honoris Causa-nya yang ke-enam itu, Jusuf Kalla menyampaikan pidato berjudul “Kemajuan Ekonomi, Kewirausahaan, dan Kemandirian Bangsa”. Enam gelar Doctor Honoris Causa dan hattrick dalam sebulan itu menjadi simbol betapa Jusuf Kalla masih mendapatkan penghargaan dalam bidang akademis, bukan dalam bidang politik.

6422 Total Views 2 Views Today
54 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *