Jokowi, Kota Solo, dan ASEAN Paragames 2011

Bila mendengar kata Solo, saya langsung ingat dengan nama Jokowi. Walikota Solo bernama lengkap Joko Widodo ini menyita perhatian saya karena keberhasilannya membangun kota Solo menjadi kota The Spirit of Java. Kepemimpinannya seolah menjadi sindiran bagi pejabat-pejabat lain di tengah minimnya pemimpin yang bersih dan merakyat. Tidak hanya mempopulerkan kesenian sebagai kekayaan kota Solo, Jokowi juga menjadikan Solo sebagai kota olahraga.

Selain Pasar Klewer dan Keraton Solo, saya juga ingat Arseto Solo dan Stadion Manahan sebagai ciri khas kota Solo. Arseto Solo menjadi tim kebanggaan saya ketika itu karena Arseto Solo menjuarai kompetisi Galatama pada tahun 1992 dan kejuaraan antar-klub se-ASEAN pada tahun 1993. Sayangnya, Arseto Solo dibubarkan pada tahun 1998. Alasannya, tim sepakbola yang didirikan Sigit Harjoyudanto, putra Pak Harto, pada tahun 1978 ini dianggap warisan Orde Baru.

Ternyata sebelum Arseto Solo menjadi tim papan atas liga Indonesia, kota Solo sudah menjadi pusat olahraga Nasional. Setelah Indonesia merdeka, kota Solo menjadi satu-satunya kota yang dikuasai pejuang republik. Ketika itu, suasana Jakarta, Bandung, Jogja, dan Surabaya masih mencekam. Kota Solo kemudian digunakan sebagai pembuktian keberadaan Republik Indonesia dengan diadakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama pada tahun 1948. Suksesnya pelaksanaan PON I membuat posisi kota Solo begitu terhormat di dunia olahraga nasional.

Tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, Solo juga tampil sebagai juara umum PON I dengan meraih 36 medali. Kota Solo juga berbangga dengan Stadion Sriwedari yang menjadi tempat berlangsungnya PON pertama. Stadion Sriwedari merupakan stadion pertama di Indonesia yang dibangun oleh pribumi. Stadion yang dibangun pada tahun 1932 ini bahkan kemudian dipakai paksa oleh tim sepakbola Belanda bernama Voetbal Bond Soerakarta. Sebelum Stadion Gelora Bung Karno dibangun pada tahun 1960, Stadion Sriwedari menjadi stadion kebanggaan Indonesia.

Selain Stadion Sriwedari, kota Solo juga mempunyai Stadion Manahan. Kota Solo mendapat kebanggaan karena pembukaan Liga Primer Indonesia pada 15 Januari 2011 lalu diadakan di Stadion Manahan Solo. Tak hanya sampai di situ, tahun ini kota Solo mendapatkan kehormatan lagi. Pada tanggal 12-22 Desember 2011, kota Solo akan menjadi tuan rumah ASEAN Paragames 2011. Stadion Sriwedari dan Stadion Manahan akan menjadi tempat pelaksanaan ajang kompetisi bagi para atlet penderita cacat fisik ini.

ASEAN Paragames 2011 di Solo akan mempertandingkan 11 cabang olahraga. Kesebelas cabang olahraga itu antara lain atletik, renang, angkat berat, bulutangkis, bola voli duduk, bolling, catur, panahan, tenis meja, dan tenis lapangan serta cabang olah yang raga boal ball yaitu pertandingan bola tangan khusus untuk atlet tuna netra. Jika Jakarta dan Palembang dengan bangga melaksanakan SEA Games 2011 pada tanggal 11-22 November 2011, Solo pun tak mau ketinggalan. Mari kita sukseskan pelaksanaan ASEAN Paragames 2011 di kota Solo, The Spirit of Java.

73 thoughts on “Jokowi, Kota Solo, dan ASEAN Paragames 2011

  1. ooow pantes kmrn berdebat panjang sama temenku klo solo itu sudah maju.
    soalnya sepengetahuanku selama ini kalo ke solo masih terkesan sbg kota yg adem ayem… dan sudah lama ga ke sana, taunya sudah maju ju ju gini ya

    kapan ditiru malang :|

  2. Jokowi emangnya orang luar biasa, sudah pernah ketemu pas lauching blogger bengawan di solo tempo hari, merakyat, Solo jadi benar2 kota rakyat ;)

  3. pernah tinggal lama di kertosuro th 2005… Bbrp kali ke Manahan utk olahraga sambil berbelanja di pasar kaget sepanjang plataran parkir stadion manahan. *pengen ke solo lagi :roll:

  4. betul betul sekali
    Sebagai warga Solo
    sy sangat bangga
    Solo sudah maju sekali dalam 6 tahun terakhir setelah walikota lama yg korup diganti yg skrg ini. pak JOKOWI.
    maknyussss

    Solo tidak hanya kota Olahraga, tp juga kota Ramah Sepeda (satu2nya kota yg ada jalur sepeda), kota klasik (Ada kereta uap), kota budaya (terlalu banyak klo disebutin. pokoknya lengkaplah…… yg pasti bukan kota macet :D

  5. waaaah.. iya itu, arseto solo, pas ramai²nya galatama dulu, Ricky Yakob kalau tak salah juga pernah main di sana.

    saya tak pernah mampir di solo, cuman pernah lewat :(
    dan semoga lancar & sukses untuk ASEAN Paragames 2011 di Solo :)

  6. memang Jokowi sudah terkenal dengan kepiawaiannya memimpin Solo. kabarnya beliau selama menjadi walikota tidak pernah mengambil gajinya. benar-benar memimpin dengan hati

  7. Saya juga seneng dengan pak Jokowi. Beliau sukses menarik perhatian warga Indonesia :D
    Soal ASEAN Games semoga lancar deh acaranya :D

  8. sayangnya para putra mahkota kesultanan solo masih berselisih atas tahta yang diwariskan, kalau tidak salah itu yang saya dengar, jadi pemerintah daerah yang benar2 turun tangan.

  9. Jokowi memang sosok yang menarik…
    Satu hal yang paling membanggakan (meski aku wong Klaten) adalah, dia ternyata tak pernah mau mengambil gajinya sebagai walikota!

    Ya, aku setuju, semoga Jokowi mampu menjadi cermin bagi para pejabat kita yang lain untuk berperilaku yang sama…

  10. Ya Mas, kota Solo seakan baru terbangun dari tidurnya yang panjang …
    Sekarang sedang berbenah untuk menjadi salah satu kota tujuan wisata dalam skala internasional …

  11. Ya Mas, kota Solo seakan baru terbangun dari tidurnya yang panjang
    Sekarang sedang berbenah untuk menjadi salah satu kota tujuan wisata dalam skala internasional :)

  12. Kali terakhir ke kota Solo, aku memang sempat mendengar tentang Jokowi tersebut. Dan sering didengung-dengungkan di mana-mana setiap ketemu dengan beberapa orang di sana. Akhirnya memang penasaran betul ingin melihat “revolusi” yang dilakukan.

  13. Mohon Ketua KONI, PRIMA, Menpora atau KPK menegur atau mencopot Ketua NPC Indonesia Senny Marbun, karena gaji kami sebagai atlet ASEAN PARAGAMES dipotong tiap bulannya (bayangkan kami ada 300 atlet) dan banyak dana yang turun dari PRIMA untuk sewa fasilitas latihan disunat oleh ketua dan pengurus NPC sehingga kami latihan di tempat yang sangat sangat tidak layak. Mohon KPK turun tangan jika KONI dan PRIMA melempem karena dana dari PRIMA ada yang nilep!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *