Jika Indonesia Hanya Punya Satu Zona Waktu

Kementerian Koordinator Perekonomian beberapa waktu lalu melontarkan ide penyatuan zona waktu di seluruh wilayah Indonesia, dari awalnya tiga zona waktu menjadi satu zona waktu. Rencananya, Indonesia hanya akan menggunakan zona waktu GMT+8 yang sebelumnya hanya digunakan bagi Wilayah Indonesia Bagian Tengah (WITA). Menurut perhitungan para pakar, penyatuan zona waktu ini akan meningkatkan transaksi perdagangan sebesar Rp. 500 miliar per hari. Namun bagi masyarakat, penyatuan zona waktu ini akan berdampak pada keseharian masyarakat Indonesia. Akan ada beberapa perubahan yang menuntut kita untuk segera beradaptasi dengan perubahan ini.

Jakarta = Hong Kong

1. Indonesia Seirama dengan Kota-kota Besar Asia

Jika kelak seluruh wilayah Indonesia menggunakan zona waktu GMT+8, kota-kota di Indonesia akan mempunyai zona waktu yang sama dengan kota-kota besar di Asia, khususnya Asia Bagian Timur. Itu artinya semua kota di Indonesia akan mempunyai zona waktu yang sama dengan kota Hong Kong, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Manila, Beijing, dan Mongolia. Persamaan waktu dengan kota-kota besar tersebut akan mendukung perkembangan bisnis karena jam kerja di semua kota tersebut akan seragam. Sebagai contoh, bagi Bursa Efek Jakarta persamaan waktu dengan kota-kota besar tersebut akan menyamakan jam penutupan pasar modal.

Jadwal Shalat

2. Waktu Shalat Lima Waktu Harus Disesuaikan

Bagi umat Islam, penyatuan zona waktu Indonesia berakibat langsung pada jam pelaksanaan ibadah rutinnya. Karena waktu shalat lima waktu didasarkan pada posisi matahari, maka jadwal shalat pun harus disesuaikan jika zona waktu Indonesia diseragamkan. Sebagai contoh, bila saat ini waktu Maghrib untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya jatuh pada pukul 18.07, nanti bila zona waktu diseragamkan waktu Maghrib untuk warga Jakarta akan jatuh pada pukul 19.07. Waktu Dzuhur yang biasanya pukul 12.05 akan berubah menjadi pukul 13.05, waktu dimana biasanya saya menyelesaikan jam istirahat.

Jam Makan Siang

3. Penyesuaian Jam Makan Siang Orang Indonesia

Di Malaysia dan Singapura, waktu istirahat diatur sesuai dengan waktu shalat Dzuhur yaitu pukul 13.00-14.00. Jika pemerintah akhirnya memutuskan untuk menyatukan zona waktu di seluruh Indonesia, jam makan siang orang Indonesia juga akan berubah. Jika Anda memiliki klien dari Singapura, Anda tidak harus menerima telfon sambil makan siang, bukan? Yang jelas, semua jadwal akan disesuaikan setelah penyeragaman waktu. Tapi mungkin perlu adaptasi bila suatu hari  Anda menikmati sunset di Pantai Padang pada pukul 19.30. Sepertinya sudah terlalu malam, bukan?

Menurut Anda, dampak apa yang akan terjadi pada orang Indonesia jika pemerintah benar-benar memberlakukan penyatuan zona waktu di seluruh Indonesia?

58 Comments
  1. Applaus Romanus
    • giewahyudi
  2. isnuansa
  3. alamendah
  4. Cahya
    • isnuansa
    • Didik
  5. budiastawa
  6. Aini
  7. budiono
  8. rotyyu
  9. airyz
  10. edratna
  11. farizalfa
  12. marsudiyanto
  13. NitaHair
  14. sulunglahitani
  15. Ni Made Sri Andani
  16. Fakry Naras Wahidi
  17. DV
  18. emfajar
  19. Endi
  20. kang nur
  21. sary
  22. Randeezt
  23. aspadani
  24. Herlan Matrusdi
  25. Ari Tunsa
  26. asaz
    • giewahyudi
  27. achoey el haris
  28. TuSuda
  29. die
  30. ibnu ch
  31. ceritabudi
  32. Sriyono Smg
  33. Tina Latief
  34. @helgaindra
  35. niee
  36. irmarahadian
  37. Blog Pendidikan
  38. cara pemesanan xamthone plus
  39. Mahmudah
  40. Mas Giy
  41. dhenycahyoe
  42. grandchief
  43. Kereta mini
    • Didik
  44. fajar
  45. pak dar
  46. fitri
  47. dwi
  48. rizdan
  49. sugian noor gani
    • Didik
  50. Didik
  51. fadil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *