Advertorial Gie, Travel Gie

Jangan Lupa Berbaur dengan Orang Setempat Saat Traveling

Salah satu momen menyenangkan saat traveling adalah ketika saya berbaur dengan orang setempat. Sewaktu jalan-jalan ke Bengkulu, saya menghampiri seorang nelayan yang sedang merapikan jaring ikannya, namanya Ali Yusron. Banyak cerita unik yang saya dapatkan, mulai dari susahnya nelayan tradisional karena banyak yang memakai pukat harimau sampai cerita sedih saat rumah Pak Ali digusur karena pembangunan jalan baru di sepanjang Pantai Panjang. Dan saya baru tahu ternyata kampung nelayan di Pantai Panjang itu berasal dari keturunan nelayan Bugis.

Saya juga singgah di rumah Bu Hasna, seorang pemilik rumah tua di dekat Benteng Marlborough. Saya datang begitu saja karena tertarik dengan rumah tua itu. Untung Bu Hasna sedang duduk di beranda, Bu Hasna pun menyambut dengan ramah ketika saya meminta izin untuk ngobrol. Ternyata itu adalah rumah orangtuanya yang dibangun awal tahun 1940-an, waktu itu Bu Hasna masih remaja. Bu Hasna ingat betul waktu perang kemerdekaan. Saat itu keluarganya mengungsi, untungnya rumah keluarganya tidak rusak dan masih terawat sampai sekarang.

Traveling Lokal

Saya juga ngobrol dengan banyak orang yang saya temui di jalan, mulai dari penambang batu bara tradisional sampai perajin batu alam. Mereka punya cerita sendiri-sendiri yang unik. Dan sangat jarang ditemui di berita atau bahkan di Google pun tidak ada. Dan saya punya waktu banyak untuk ngobrol dengan mereka. Enaknya solo traveling tanpa itinerary ya gitu, bisa ngobrol dengan warga setempat. Duh, jadi pengen ngobrol lagi dengan Bu Hasna lagi. Teh hangatnya yang kental itu sungguh tidak terlupakan. Entah kapan kita bisa ngobrol lagi.

Yang bikin saya sedih sih waktu Pak Ali tidak mengizinkan saya untuk ikut melaut. Katanya sih karena keamanan karena ombak sedang tidak bagus, takutnya nanti saya kenapa-kenapa. Padahal saya sudah bilang kalau saya tidak mabuk laut dan mau bantu-bantu kalau dibutuhkan. Padahal kan seru kalau bisa ikut melaut, tapi saya gagal meyakinkan Pak Ali. Saya lalu membayangkan kalau ada semacam agen wisata yang bisa membantu traveler untuk berbaur dengan masyarakat setempat. Tapi agen wisata terdengar cukup mainstream juga sih. 🙁

Enaknya sih kalau ada teman di destinasi yang kita tuju atau setidaknya kalau ada komunitas traveling yang bisa membantu. Sekarang ada juga startup Withlocals.Com yang bisa membantu kita untuk berbaur dengan orang setempat. Startup dari Belanda yang berfokus pada wisata lokal di Asia Tenggara ini keren konsepnya, jadi kita bisa mencari orang lokal di suatu daerah untuk bantuin kita dan kita juga bisa menawarkan diri jadi host kalau ada orang mau datang ke daerah kita. Saya lihat sudah ada 52 pilihan wisata lokal di Indonesia yang unik.

Temen-temen kalau di daerahnya ada sesuatu yang menarik share dong di Withlocals.Com. Misalnya kalau ada yang mau ngajakin saya menginap di sebuah rumah tradisional bersama orang setempat gitu. Bantuin masak, ngobrol, dan nginep di rumah tradisional. Hmm..

3122 Total Views 1 Views Today

32 Comments

  1. Kalau sendirian memang ada keinginan untuk ngobrol ya, maklum manusia itu makhluk sosial. Kalau liburan rame rame ya gak bakalan kepikiran soalnya udah bisa ngobrol sama temen sendiri.

  2. justru jalan-jalan itu adalah menggali kearifan local yang jarang ditemui di tempatnya sehari-hari. Akan sangat menyenangkan jika jalan-jalan disuguhi kesibukan yang lain dari kesehariannya

  3. Iya mas, memang asyik banget ngobrol-ngobrol sama penduduk setempat. Bisa dapet ilmu dan cerita pengalaman yg seru. Tapi kadang saya agak malu kalau harus memulai pembicaraan. Mentalnya belum terlatih, hehe….

  4. setuju Mas..selain dapat info kita juga bisa menambah wawasan..
    saya belum ada pengalaman nginap di rumah tradisional mas..paling dirumah kakek nenek hehe

  5. serunya… ngobrolnya pakai bahasa indonesia? hehe aku awal-awal merantau ke padang, agak bingung ngobrol sama orang asli sini hehehe tapi emang seru 😀

  6. Ide berbaur dng masyarakat lokal saat traveling ini sungguh keren. Seperti antropolog kalau mau riset gitu. Sangat membantu kalau ada yang menjembatani 🙂

  7. Yang paling penting harus berani ya orangnya, gak boleh takut untuk ngajak ngobrol ditemapt yang di tuju.
    Sini Mas Gie, nginap di honai honai ,,,heee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *